@pengguna.baru338: Kadang kita menolong seseorang bukan karena dia pantas, tetapi karena hati kita tidak tega melihatnya jatuh. Kita hadir saat dia sendirian, menguatkan saat dia lemah, bahkan membela saat semua orang meninggalkannya. Tapi ketika dia sudah berdiri, dia lupa siapa yang pernah mengulurkan tangan. Dan yang lebih menyakitkan… tangan yang dulu kita genggam, kini menjadi tangan yang mendorong kita jatuh. Jangan menangis terlalu lama. Jangan berubah menjadi jahat hanya karena pernah disakiti. Tetaplah menjadi baik, tetapi belajarlah memilih kepada siapa kebaikanmu diberikan. Karena tidak semua yang kita selamatkan ditakdirkan untuk tinggal bersama kita. Sebagian hanya datang untuk mengajarkan bahwa kebaikan harus disertai batas. KALIMAT PENUTUP: “Aku tidak menyesal pernah menolongmu. Aku hanya sedih, ternyata orang yang pernah kuselamatkan… adalah orang yang akhirnya melukaiku.”