@corpio_73: Media Askar menyoroti fenomena bungkamnya para elite lokal (gubernur, bupati, dan wali kota) di tengah masifnya pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) seperti DAU, DAK, dan DBH oleh pemerintah pusat. Menurut analisisnya, ada tiga faktor utama mengapa kepala daerah cenderung diam. - Keterikatan Mutlak pada Partai: Para kepala daerah tunduk dan patuh pada perintah serta garis politik ketua umum partai mereka di pusat. - Kekhawatiran Jerat Hukum: Adanya ketakutan atas kasus hukum masa lalu yang membuat posisi politik mereka rentan ditekan atau dikriminalisasi. - Sikap Apatis demi Jabatan: Memilih bermain aman demi mengamankan kursi kekuasaan dan jabatan mereka masing-masing. Kebijakan pusat memotong TKD hingga ratusan triliun rupiah dinilai sangat menyulitkan ruang fiskal daerah, namun minimnya perlawanan dari para kepala daerah ini dianggap mencederai semangat otonomi dan desentralisasi karena pelayanan publik di daerah terancam terganggu.