@gracenotes63: Birth Announcement Caption Idea

Grace Notes
Grace Notes
Open In TikTok:
Region: PH
Friday 11 September 2026 15:04:06 GMT
121407
6043
7
704

Music

Download

Comments

precy_steves155
PRECY STEVES FOODMART :
worth the wait, worth every prayer 🥰
2026-09-12 22:13:55
3
blessingwhyteatekha
B’🎀💍🤎 :
Seeing this at 37 weeks 🥺
2026-09-12 13:02:21
6
cutebusola
Akinuli Bolade :
Awnnnn🥰🤗
2026-09-12 09:55:14
1
user9808463512728
dianedidi :
amen
2026-09-12 20:46:33
0
joannaphaneroo
Joanna phaneroo :
🥰🥰🥰
2026-09-12 08:54:39
2
thriftbylayorr_sango
THRIFTBYLAYORR_SANGO 📍™️ :
❤️❤️❤️
2026-09-11 20:33:30
0
genaldo_
THE OWUSU ASRIFI FAMILY◼️ :
🙏🙏🙏🙏🥰
2026-09-12 08:21:17
0
To see more videos from user @gracenotes63, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Harapan sempat muncul ketika Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mendarat dan melakukan penyisiran langsung di Pulau Sertung, salah satu wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau karena berada dalam radius rawan tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Namun, hingga penyisiran berakhir pada Jumat (11/9/2026), belum ditemukan tanda maupun petunjuk keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Selain Pulau Sertung, petugas turut menyisir daratan Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Tim SAR juga membagi operasi ke dalam empat sektor pencarian serta mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten untuk menjangkau pulau-pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau. Basarnas sebelumnya memperluas pencarian hingga Pulau Sangiang menggunakan drone. Akan tetapi, pemantauan udara belum memberikan hasil maksimal karena kabut asap membatasi jarak pandang di sekitar lokasi. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital bersama operator seluler mendeteksi jejak komunikasi terakhir rombongan di sekitar Pulau Sebesi. Informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk tambahan bagi tim gabungan, tetapi tidak serta-merta menunjukkan posisi rombongan saat ini. Rombongan yang terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten kapal, seorang anak buah kapal, dan seorang pemandu berangkat menggunakan speedboat dari Carita, Banten, pada Senin (7/9/2026). Mereka dilaporkan hilang kontak ketika melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis tersebut berasal dari ANTARA, Merdeka.com, iNews, Anadolu Agency, serta seorang fotografer lepas. Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, pemerintah daerah, nelayan, dan berbagai unsur SAR lainnya. Di sejumlah daerah, insan pers menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada keluarga yang masih menunggu kabar. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa peliputan bencana memiliki risiko tinggi dan harus disertai perencanaan, perlengkapan keselamatan, serta koordinasi dengan otoritas terkait. Pulau-pulau terdekat telah disisir dan wilayah pencarian terus diperluas. Harapan belum berhenti. Semoga lima jurnalis bersama tiga kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat. . . #Jangkar #MediaJangkar #Jurnalis #AnakKrakatau #GunungAnakKrakatau
Harapan sempat muncul ketika Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mendarat dan melakukan penyisiran langsung di Pulau Sertung, salah satu wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau karena berada dalam radius rawan tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Namun, hingga penyisiran berakhir pada Jumat (11/9/2026), belum ditemukan tanda maupun petunjuk keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Selain Pulau Sertung, petugas turut menyisir daratan Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Tim SAR juga membagi operasi ke dalam empat sektor pencarian serta mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten untuk menjangkau pulau-pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau. Basarnas sebelumnya memperluas pencarian hingga Pulau Sangiang menggunakan drone. Akan tetapi, pemantauan udara belum memberikan hasil maksimal karena kabut asap membatasi jarak pandang di sekitar lokasi. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital bersama operator seluler mendeteksi jejak komunikasi terakhir rombongan di sekitar Pulau Sebesi. Informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk tambahan bagi tim gabungan, tetapi tidak serta-merta menunjukkan posisi rombongan saat ini. Rombongan yang terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten kapal, seorang anak buah kapal, dan seorang pemandu berangkat menggunakan speedboat dari Carita, Banten, pada Senin (7/9/2026). Mereka dilaporkan hilang kontak ketika melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis tersebut berasal dari ANTARA, Merdeka.com, iNews, Anadolu Agency, serta seorang fotografer lepas. Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, pemerintah daerah, nelayan, dan berbagai unsur SAR lainnya. Di sejumlah daerah, insan pers menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan dukungan kepada keluarga yang masih menunggu kabar. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa peliputan bencana memiliki risiko tinggi dan harus disertai perencanaan, perlengkapan keselamatan, serta koordinasi dengan otoritas terkait. Pulau-pulau terdekat telah disisir dan wilayah pencarian terus diperluas. Harapan belum berhenti. Semoga lima jurnalis bersama tiga kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat. . . #Jangkar #MediaJangkar #Jurnalis #AnakKrakatau #GunungAnakKrakatau

About