@mb.abdouu: Rani ghara9 rani #skikda #chebmirou #اعراس_جزائرية #fyp #abdougambetta

mb.production21
mb.production21
Open In TikTok:
Region: DZ
Friday 11 September 2026 20:04:31 GMT
42702
3485
29
193

Music

Download

Comments

nasrin.nasrin1217
Nasrin Nasrin :
والله عييييييييييييت
2026-09-14 20:11:18
2
islemmayc
ISLEM.AYC :
mirou yghni mlih ❤️
2026-09-12 00:17:43
2
xjfgj.ywkgvv
😎"#"Ãnwar "%"👊 :
شكون غناها واسم الاغنية
2026-09-14 21:55:12
1
sami.miriger
sami mirigé✌🏻 :
Fanen frr❤️💪
2026-09-20 23:41:00
0
a.y.l.a001
𝓐𝔂𝓵𝓪 :
ضربة هاذي لغنية
2026-09-15 01:56:08
1
bachirgh23
🐺🐺 :
ياربي فرجها
2026-09-17 22:09:28
0
houssamseghir3
Houssam Seghir :
احلي ميرو في العالم
2026-09-13 00:13:47
1
mou21mine1
mouhamed El amine :
الثلاثي الخطير
2026-09-14 13:22:57
0
dntok0
Dã Nî :
💔آوي هادي هيا من كلمة غارق تفهم كلش .
2026-09-13 21:31:45
1
aminedjlal11
Amine Djelal.🐺 :
2026-09-14 02:09:07
0
aminedjlal11
Amine Djelal.🐺 :
2026-09-14 02:08:58
0
tonibensalm
Naslihane :
🥹🥹🥹🥹🥹
2026-09-14 21:18:53
1
youcefrh3
Yôùsèf RH :
❤️❤️❤️
2026-09-14 23:07:46
0
toufikess921
toufikess921 :
🥰🥰🥰🥰
2026-09-14 08:00:50
0
user304480437
عبدو عبدو :
🥰🥰🥰
2026-09-14 09:42:37
0
anis_boukhediche
Anis_boukhediche :
❤️❤️❤️
2026-09-14 08:47:41
0
toys_world_43
toys_world_43 :
❤️❤️❤️
2026-09-14 08:43:21
0
laid.mez.douz
Laid Mez Douz :
😓💔💔😓🥺💔💔😓😓😓💔💔💔😓🥺😓😓😓😓😓😓
2026-09-16 20:56:18
0
abdou7ab0
⚜️abdou⚜️ababsa⚜️ :
@
2026-09-13 23:34:41
0
fatahfatah568
Fatah Fatah568 :
🥰🥰🥰
2026-09-13 16:07:12
0
sisouu24567
🇫🇷🤲🏻 :
[Yeux en cœur]
2026-09-13 00:03:34
0
seifsatouh1
Seif Satouh883 :
🥰🥰🥰
2026-09-12 19:21:13
0
schbsk23
Khalil khalil :
❤️❤️❤️
2026-09-12 11:04:33
0
boulfoul.zinou
Boulfoul Zinou :
❤️❤️❤️
2026-09-12 03:29:22
0
louaikerr_
Louai :
❤️❤️❤️
2026-09-11 20:39:54
0
To see more videos from user @mb.abdouu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berubah menjadi bencana besar. Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin malam, 21 September 2026. Air bah datang membawa lumpur, batu, kayu, dan material longsoran dari kawasan hulu, kemudian menerjang permukiman warga hingga kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Sejumlah kantor pemerintahan terdampak, termasuk kantor Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, DPMN, Bapenda, Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok. Material lumpur bahkan menutup sejumlah bangunan dan akses jalan. Kondisi ini juga membuat akses utama Solok menuju Padang terganggu karena badan jalan tertutup material galodo. Petugas gabungan kemudian bergerak melakukan evakuasi warga, pencarian korban, sekaligus mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses yang tertutup lumpur dan bebatuan. Yang membuat suasana semakin duka, dua orang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret derasnya arus. Namun pada Selasa siang, tim SAR gabungan berhasil menemukan salah satu korban bernama Dafi, berusia 20 tahun, dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di aliran Sungai Koto Gaek dan kemudian dievakuasi ke RSUD Arosuka untuk proses penanganan dan identifikasi. Dengan ditemukannya Dafi, pencarian kini masih difokuskan kepada satu korban lainnya yang dilaporkan belum ditemukan. Sementara itu, sejumlah warga yang terluka telah mendapatkan penanganan medis. Salah satu korban mengalami luka berat dan dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang. Lalu, apa yang menyebabkan galodo ini begitu cepat menerjang kawasan Arosuka? BMKG mencatat hujan lebat menjadi salah satu pemicu utama. Curah hujan di wilayah Solok tercatat sekitar 94 milimeter per hari. Analisis BMKG juga menunjukkan intensitas hujan yang sangat tinggi pada saat kejadian, sehingga meningkatkan risiko luapan air dan banjir bandang. Kondisi semakin berbahaya karena aliran air membawa material dari kawasan perbukitan, termasuk lumpur, batu dan kayu. Bahkan setelah bencana terjadi, BMKG masih mengingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Sumatera Barat, sehingga masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, lereng dan kawasan rawan longsor diminta tetap waspada. Pemerintah Kabupaten Solok sendiri telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Fokus penanganan diarahkan pada pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, pendataan kerusakan, serta pemulihan kawasan yang diterjang galodo. Sementara ratusan personel gabungan terus bekerja di lapangan, membersihkan material dan membuka akses yang masih tertutup.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berubah menjadi bencana besar. Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin malam, 21 September 2026. Air bah datang membawa lumpur, batu, kayu, dan material longsoran dari kawasan hulu, kemudian menerjang permukiman warga hingga kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Sejumlah kantor pemerintahan terdampak, termasuk kantor Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, DPMN, Bapenda, Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok. Material lumpur bahkan menutup sejumlah bangunan dan akses jalan. Kondisi ini juga membuat akses utama Solok menuju Padang terganggu karena badan jalan tertutup material galodo. Petugas gabungan kemudian bergerak melakukan evakuasi warga, pencarian korban, sekaligus mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses yang tertutup lumpur dan bebatuan. Yang membuat suasana semakin duka, dua orang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret derasnya arus. Namun pada Selasa siang, tim SAR gabungan berhasil menemukan salah satu korban bernama Dafi, berusia 20 tahun, dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di aliran Sungai Koto Gaek dan kemudian dievakuasi ke RSUD Arosuka untuk proses penanganan dan identifikasi. Dengan ditemukannya Dafi, pencarian kini masih difokuskan kepada satu korban lainnya yang dilaporkan belum ditemukan. Sementara itu, sejumlah warga yang terluka telah mendapatkan penanganan medis. Salah satu korban mengalami luka berat dan dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang. Lalu, apa yang menyebabkan galodo ini begitu cepat menerjang kawasan Arosuka? BMKG mencatat hujan lebat menjadi salah satu pemicu utama. Curah hujan di wilayah Solok tercatat sekitar 94 milimeter per hari. Analisis BMKG juga menunjukkan intensitas hujan yang sangat tinggi pada saat kejadian, sehingga meningkatkan risiko luapan air dan banjir bandang. Kondisi semakin berbahaya karena aliran air membawa material dari kawasan perbukitan, termasuk lumpur, batu dan kayu. Bahkan setelah bencana terjadi, BMKG masih mengingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Sumatera Barat, sehingga masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, lereng dan kawasan rawan longsor diminta tetap waspada. Pemerintah Kabupaten Solok sendiri telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari. Fokus penanganan diarahkan pada pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, pendataan kerusakan, serta pemulihan kawasan yang diterjang galodo. Sementara ratusan personel gabungan terus bekerja di lapangan, membersihkan material dan membuka akses yang masih tertutup.

About