@sembanggg_: Kadang org tegur kenapa wangi, tapi tak pakai perfume pun. Tapi pakai body lotion je. #377bodyserum #skincarebadan #g2gmy #bodyserumviral

iemihsan
iemihsan
Open In TikTok:
Region: MY
Friday 11 September 2026 22:30:00 GMT
6032
935
18
45

Music

Download

Comments

this.is.amirun
Amirun Lee 🍉 :
Stay D’vine ke
2026-09-12 08:50:23
1
mr.armxm
Mr.Am_😎 :
Nk tanya tangan boleh sapu blkg ke... Hehe.. Xsampai kan.. Hehe
2026-09-11 23:42:18
5
abshadosman
Stall Arshad :
badan saya ada gak jerawat😏
2026-09-12 06:12:32
0
arifwaliyuddin
Yg. Arif :
👍👍👍
2026-09-12 12:19:46
0
kimie77raikonen
KimieRaikonen :
[Red heart][Red heart][Red heart]
2026-09-12 05:29:10
0
harryman5274
I Am Harry :
👍👍👍
2026-09-11 22:45:12
0
To see more videos from user @sembanggg_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

HALO PURWAKARTA — Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengikuti salat istisqa di Alun-Alun Purwakarta, Rabu (16/9/2026). Salat tersebut digelar sebagai ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun di tengah kondisi kemarau yang berdampak pada ketersediaan air di sejumlah wilayah. Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan kondisi kekeringan saat ini mulai dirasakan masyarakat, terutama terkait ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga. “Terutama untuk kesediaan air rumah tangga, baik itu minum dan sebagainya, beberapa daerah terjadi,” ujar Sri Jaya Midan usai kegiatan. Menurutnya, kondisi kemarau yang cukup panjang juga berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan di sejumlah daerah. Karena itu, selain berdoa memohon hujan, masyarakat juga diajak melakukan introspeksi serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sri Jaya menekankan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini. Ia menyebut pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan juga kerap disampaikan Bupati Purwakarta dalam berbagai kesempatan ketika bertemu masyarakat. “Intinya kita introspeksi bagi diri kita sendiri, bagi masyarakat Purwakarta khususnya, bagaimana menjaga alam ini,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pegawai negeri. Seluruh elemen masyarakat dinilai memiliki peran dalam menjaga lingkungan. “Jangan pegawai negeri saja, harapan saya. Karena kebersihan itu bukan tanggung jawab pegawai negeri. Itu adalah elemen masyarakat,” ujarnya. Dalam salat istisqa tersebut, lanjut Sri Jaya, para peserta juga melakukan muhasabah dan memohon ampun kepada Allah SWT. Salah satunya dilakukan dengan memperbanyak istighfar sebagai bagian dari doa bersama agar hujan segera diturunkan. “Kita bertobat kepada Allah, introspeksi. Tadi kita bertobat dengan baca istighfar sembilan kali. Kemudian di hati kita bersih. Kemudian kita mengajak kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan,” tuturnya. Sri Jaya berharap momentum salat istisqa tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta penghijauan perlu terus dilakukan seiring dengan ikhtiar dan doa menghadapi kondisi kekeringan. “Yang jelas bahwa program kebersihan dan program penghijauan harus tetap dijalankan,” pungkasnya. (Ega Nugraha)
HALO PURWAKARTA — Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengikuti salat istisqa di Alun-Alun Purwakarta, Rabu (16/9/2026). Salat tersebut digelar sebagai ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun di tengah kondisi kemarau yang berdampak pada ketersediaan air di sejumlah wilayah. Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan kondisi kekeringan saat ini mulai dirasakan masyarakat, terutama terkait ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga. “Terutama untuk kesediaan air rumah tangga, baik itu minum dan sebagainya, beberapa daerah terjadi,” ujar Sri Jaya Midan usai kegiatan. Menurutnya, kondisi kemarau yang cukup panjang juga berpotensi memicu terjadinya kebakaran lahan di sejumlah daerah. Karena itu, selain berdoa memohon hujan, masyarakat juga diajak melakukan introspeksi serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sri Jaya menekankan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini. Ia menyebut pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan juga kerap disampaikan Bupati Purwakarta dalam berbagai kesempatan ketika bertemu masyarakat. “Intinya kita introspeksi bagi diri kita sendiri, bagi masyarakat Purwakarta khususnya, bagaimana menjaga alam ini,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pegawai negeri. Seluruh elemen masyarakat dinilai memiliki peran dalam menjaga lingkungan. “Jangan pegawai negeri saja, harapan saya. Karena kebersihan itu bukan tanggung jawab pegawai negeri. Itu adalah elemen masyarakat,” ujarnya. Dalam salat istisqa tersebut, lanjut Sri Jaya, para peserta juga melakukan muhasabah dan memohon ampun kepada Allah SWT. Salah satunya dilakukan dengan memperbanyak istighfar sebagai bagian dari doa bersama agar hujan segera diturunkan. “Kita bertobat kepada Allah, introspeksi. Tadi kita bertobat dengan baca istighfar sembilan kali. Kemudian di hati kita bersih. Kemudian kita mengajak kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan,” tuturnya. Sri Jaya berharap momentum salat istisqa tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta penghijauan perlu terus dilakukan seiring dengan ikhtiar dan doa menghadapi kondisi kekeringan. “Yang jelas bahwa program kebersihan dan program penghijauan harus tetap dijalankan,” pungkasnya. (Ega Nugraha)

About