@bassem.touati4: لحظة رش السحر المرشوش و لاحول ولا قوة إلا بالله.... #سحر

Bassem Touati
Bassem Touati
Open In TikTok:
Region: TN
Friday 11 September 2026 21:53:48 GMT
3467
61
5
11

Music

Download

Comments

ben.saad.mouhamed6
ben saad mouhamedBen saad mouh :
حسبي الله ونعم الوكيل
2026-09-11 23:11:53
0
all_tariq
capcut :
حسبي الله و نعم الوكيل
2026-09-21 22:45:07
0
user9258392060839
user9258392060839 :
امين
2026-09-12 11:34:09
0
lindamerahmerah
lindamerahmerah :
حسبنا الله ونعم الوكيل فيهم يارب يلعنهم ربي يارب أمين يارب العالمين 🌹🙏🙏🙏
2026-09-12 13:59:37
0
samirbayou73
سمير بعيو :
شكلها لياقة البنت
2026-09-12 17:54:51
0
To see more videos from user @bassem.touati4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ikazuchi pernah melakukan aksi penyelamatan kemanusiaan luar biasa terhadap 442 pelaut Sekutu yang terombang-ambing di Laut Jawa pada tanggal 2 Maret 1942. Aksi ini dipimpin langsung oleh komandan kapal, Letnan Kolonel Shunsaku Kudō. Pada tanggal 1 Maret 1942, armada Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) memenangkan Pertempuran Laut Jawa Kedua. Dalam pertempuran tersebut, kapal penjelajah Inggris HMS Exeter, kapal perusak Inggris HMS Encounter, dan kapal perusak Amerika Serikat USS Pope berhasil ditenggelamkan oleh pasukan Jepang. Keesokan harinya, 2 Maret 1942, ratusan pelaut Sekutu telah terombang-ambing di laut selama lebih dari 20 jam. Mereka bertahan hidup hanya dengan sekoci darurat dan pelampung, dalam kondisi tubuh berlumuran minyak kapal, dehidrasi, dan sebagian mulai mengalami kebutaan akibat pekatnya minyak. Keberadaan mereka juga terancam oleh kawanan hiu. Saat berpatroli, IJN Ikazuchi melihat para penyintas tersebut. Alih-alih menembaki atau mengabaikan musuh—sebagaimana instruksi standar yang sering terjadi dalam perang—Letkol Shunsaku Kudō justru memerintahkan krunya untuk menaikkan bendera internasional bermakna
Ikazuchi pernah melakukan aksi penyelamatan kemanusiaan luar biasa terhadap 442 pelaut Sekutu yang terombang-ambing di Laut Jawa pada tanggal 2 Maret 1942. Aksi ini dipimpin langsung oleh komandan kapal, Letnan Kolonel Shunsaku Kudō. Pada tanggal 1 Maret 1942, armada Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) memenangkan Pertempuran Laut Jawa Kedua. Dalam pertempuran tersebut, kapal penjelajah Inggris HMS Exeter, kapal perusak Inggris HMS Encounter, dan kapal perusak Amerika Serikat USS Pope berhasil ditenggelamkan oleh pasukan Jepang. Keesokan harinya, 2 Maret 1942, ratusan pelaut Sekutu telah terombang-ambing di laut selama lebih dari 20 jam. Mereka bertahan hidup hanya dengan sekoci darurat dan pelampung, dalam kondisi tubuh berlumuran minyak kapal, dehidrasi, dan sebagian mulai mengalami kebutaan akibat pekatnya minyak. Keberadaan mereka juga terancam oleh kawanan hiu. Saat berpatroli, IJN Ikazuchi melihat para penyintas tersebut. Alih-alih menembaki atau mengabaikan musuh—sebagaimana instruksi standar yang sering terjadi dalam perang—Letkol Shunsaku Kudō justru memerintahkan krunya untuk menaikkan bendera internasional bermakna "Siap Menyelamatkan". Sejarah yang hampir terlupakan: Kisah kemanusiaan ini tidak pernah diceritakan oleh Shunsaku Kudō kepada siapa pun, bahkan kepada keluarganya sendiri hingga ia wafat pada tahun 1979. Kudō memilih bungkam karena tidak ingin menyombongkan diri, serta demi menghormati rekan-rekannya yang gugur dalam perang.Dunia baru mengetahui aksi heroik ini berkat Sir Sam Falle, salah satu perwira dari HMS Encounter yang selamat dalam peristiwa tersebut. Setelah perang usai dan pensiun sebagai diplomat Inggris, Falle mencari keberadaan kapten yang telah menyelamatkan nyawanya. Pada tahun 2003, Falle mengunjungi makam Kudō di Jepang untuk memberikan penghormatan terakhir secara resmi, yang akhirnya membuat kisah ini dipublikasikan secara luas melalui buku dan dokumenter. #History #kancolle #kantaicollection #foryou #fyp

About