@nhunghana2k4: #nhunghana2k4 #kappa

Nhung Hana
Nhung Hana
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 12 September 2026 00:25:17 GMT
70
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nhunghana2k4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Marathon of hope Terry Fox (1958–1981) Berlari 5.373 km dengan satu kaki, demi riset kanker. Terry Fox lahir pada 28 Juli 1958 di Winnipeg, Kanada, dari keluarga biasa yang hidup dengan disiplin dan kerja keras. Sejak kecil ia bukan anak yang paling berbakat secara fisik, sering kalah dalam olahraga, dan tidak menonjol di sekolah. Tapi satu hal konsisten dalam dirinya: ia sulit menyerah. Saat remaja, hidupnya berubah drastis ketika nyeri di lutut kanannya ternyata adalah osteosarcoma, kanker tulang yang agresif. Pada usia 18 tahun, kakinya harus diamputasi di atas lutut demi menyelamatkan nyawanya. Setelah operasi dan kemoterapi, Terry melihat langsung penderitaan pasien kanker lain, terutama anak-anak, dan dari situ muncul tekad yang tidak biasa: jika ia masih diberi hidup, hidup itu harus berguna bagi orang lain. Dengan kaki palsu yang berat dan teknologi yang masih sangat terbatas di akhir 1970-an, Terry mulai berlatih diam-diam. Setiap langkah terasa menyakitkan, kulitnya sering lecet dan berdarah, dan rasa lelah hampir selalu hadir. Meski begitu, ia merencanakan sesuatu yang dianggap banyak orang mustahil, yaitu berlari melintasi Kanada dari timur ke barat untuk menggalang dana penelitian kanker. Ia menamai misinya Marathon of Hope, Maraton Harapan. Targetnya sederhana tapi berani: mengumpulkan satu dolar dari setiap warga Kanada. Terry tidak mencari simpati, ia ingin orang percaya bahwa perjuangan ini masuk akal dan perlu. Pada 12 April 1980, Terry memulai larinya dari St. John’s, Newfoundland, dengan mencelupkan kaki palsunya ke Samudra Atlantik sebagai simbol awal. Setiap hari ia berlari sekitar jarak satu maraton penuh. Pada awal perjalanan, hampir tidak ada media yang meliputnya, jalanan sepi, dan donasi sangat kecil. Namun Terry tetap berlari, hari demi hari, dalam hujan, angin, dan dingin. Perlahan, kisahnya mulai menyebar. Ketika ia memasuki provinsi-provinsi besar, masyarakat mulai menyadari bahwa ini bukan aksi nekat tanpa makna, melainkan tekad nyata dari seorang pemuda yang menolak menyerah pada penyakitnya. Selama 143 hari, Terry menempuh sekitar 5.373 kilometer. Tubuhnya semakin lemah, tapi semangatnya justru semakin kuat karena dukungan masyarakat terus mengalir. Sayangnya, pada 1 September 1980, dekat Thunder Bay, Ontario, Terry terpaksa menghentikan larinya. Kanker telah menyebar ke paru-parunya dan membuatnya sulit bernapas. Dengan berat hati, ia mengatakan bahwa ia akan melanjutkan jika mampu. Ia tidak pernah menyatakan dirinya gagal, karena tujuan utamanya bukan menyelesaikan jarak, melainkan menyalakan harapan. Terry Fox meninggal dunia pada 28 Juni 1981, saat usianya baru 22 tahun. Pada saat itu, dana yang terkumpul sudah mencapai sekitar 24 juta dolar Kanada, sesuai dengan target awalnya. Setelah kematiannya, gerakan Terry Fox Run terus berlanjut dan hingga kini telah mengumpulkan ratusan juta dolar untuk penelitian kanker di seluruh dunia. Terry Fox tidak dikenang karena ia berlari dengan satu kaki, melainkan karena ia berani melakukan sesuatu yang besar tanpa menunggu dirinya menjadi kuat atau sempurna. Ia tahu tubuhnya mungkin kalah, tetapi ia memastikan harapannya tidak ikut mati. #terryfox #marathonofhope #truehistory #fyp #inspiration
Marathon of hope Terry Fox (1958–1981) Berlari 5.373 km dengan satu kaki, demi riset kanker. Terry Fox lahir pada 28 Juli 1958 di Winnipeg, Kanada, dari keluarga biasa yang hidup dengan disiplin dan kerja keras. Sejak kecil ia bukan anak yang paling berbakat secara fisik, sering kalah dalam olahraga, dan tidak menonjol di sekolah. Tapi satu hal konsisten dalam dirinya: ia sulit menyerah. Saat remaja, hidupnya berubah drastis ketika nyeri di lutut kanannya ternyata adalah osteosarcoma, kanker tulang yang agresif. Pada usia 18 tahun, kakinya harus diamputasi di atas lutut demi menyelamatkan nyawanya. Setelah operasi dan kemoterapi, Terry melihat langsung penderitaan pasien kanker lain, terutama anak-anak, dan dari situ muncul tekad yang tidak biasa: jika ia masih diberi hidup, hidup itu harus berguna bagi orang lain. Dengan kaki palsu yang berat dan teknologi yang masih sangat terbatas di akhir 1970-an, Terry mulai berlatih diam-diam. Setiap langkah terasa menyakitkan, kulitnya sering lecet dan berdarah, dan rasa lelah hampir selalu hadir. Meski begitu, ia merencanakan sesuatu yang dianggap banyak orang mustahil, yaitu berlari melintasi Kanada dari timur ke barat untuk menggalang dana penelitian kanker. Ia menamai misinya Marathon of Hope, Maraton Harapan. Targetnya sederhana tapi berani: mengumpulkan satu dolar dari setiap warga Kanada. Terry tidak mencari simpati, ia ingin orang percaya bahwa perjuangan ini masuk akal dan perlu. Pada 12 April 1980, Terry memulai larinya dari St. John’s, Newfoundland, dengan mencelupkan kaki palsunya ke Samudra Atlantik sebagai simbol awal. Setiap hari ia berlari sekitar jarak satu maraton penuh. Pada awal perjalanan, hampir tidak ada media yang meliputnya, jalanan sepi, dan donasi sangat kecil. Namun Terry tetap berlari, hari demi hari, dalam hujan, angin, dan dingin. Perlahan, kisahnya mulai menyebar. Ketika ia memasuki provinsi-provinsi besar, masyarakat mulai menyadari bahwa ini bukan aksi nekat tanpa makna, melainkan tekad nyata dari seorang pemuda yang menolak menyerah pada penyakitnya. Selama 143 hari, Terry menempuh sekitar 5.373 kilometer. Tubuhnya semakin lemah, tapi semangatnya justru semakin kuat karena dukungan masyarakat terus mengalir. Sayangnya, pada 1 September 1980, dekat Thunder Bay, Ontario, Terry terpaksa menghentikan larinya. Kanker telah menyebar ke paru-parunya dan membuatnya sulit bernapas. Dengan berat hati, ia mengatakan bahwa ia akan melanjutkan jika mampu. Ia tidak pernah menyatakan dirinya gagal, karena tujuan utamanya bukan menyelesaikan jarak, melainkan menyalakan harapan. Terry Fox meninggal dunia pada 28 Juni 1981, saat usianya baru 22 tahun. Pada saat itu, dana yang terkumpul sudah mencapai sekitar 24 juta dolar Kanada, sesuai dengan target awalnya. Setelah kematiannya, gerakan Terry Fox Run terus berlanjut dan hingga kini telah mengumpulkan ratusan juta dolar untuk penelitian kanker di seluruh dunia. Terry Fox tidak dikenang karena ia berlari dengan satu kaki, melainkan karena ia berani melakukan sesuatu yang besar tanpa menunggu dirinya menjadi kuat atau sempurna. Ia tahu tubuhnya mungkin kalah, tetapi ia memastikan harapannya tidak ikut mati. #terryfox #marathonofhope #truehistory #fyp #inspiration

About