@hellofromdelilah: beef Tenderloins and shiitakes #nichecooking #hannibal #dinner #beeftenderloin #steaktiktok

Delilah Acosta
Delilah Acosta
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 12 September 2026 00:56:32 GMT
1412
148
3
0

Music

Download

Comments

lizeeparadise
𝑳𝒊𝒛𝒛𝒊𝒆 𝑷𝒂𝒓𝒂𝒅𝒊𝒔𝒆 :
that was so cool to watch. looks yummy
2026-09-12 05:43:42
4
luckyvuco
LuckyVuCo :
I wish I could smell this post! 😍🙌🫶
2026-09-14 06:01:58
1
To see more videos from user @hellofromdelilah, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tahun 1843, seorang pemuda Jerman bernama Karl Marx menulis sesuatu yang akan mengguncang dunia.  Ia melihat buruh pabrik bekerja delapan belas jam sehari, hidup di gubuk kumuh, sementara pemilik pabrik duduk di gereja setiap minggu, disebut orang saleh. . Marx menulis, agama adalah desahan makhluk yang tertindas, hati dari dunia yang tak punya hati. Ia bukan sedang menghina Tuhan.  Ia sedang menunjuk sistem yang membuat manusia begitu menderita, sampai satu-satunya pelarian yang tersisa hanya janji akhirat. . Candu meredakan sakit tanpa menyembuhkan penyakitnya. Begitu juga agama, kata Marx, ketika dipakai penguasa.  Rasa sakit karena upah tidak layak, tanah dirampas, dan hidup yang tak adil, semua diredakan dengan satu kalimat, sabar saja, nanti dibalas surga. . Di Eropa abad sembilan belas, gereja dan penguasa berjalan beriringan. Rakyat diajarkan menerima nasib, sementara elite mengumpulkan tanah dan kekayaan.  Orang yang protes disebut kurang iman. Orang yang pasrah disebut saleh. Ketimpangan pun berlangsung tanpa perlawanan. . Marx tidak pernah menyuruh orang membenci Tuhan. Ia menyuruh orang curiga pada siapa yang mengendalikan tafsir agama.  Sebab candu yang paling berbahaya bukan yang membuatmu teler, tapi yang membuatmu tersenyum sambil terus ditindas, dan mengira itu ibadah. . Pertanyaannya bukan apakah agama itu candu. Pertanyaannya, siapa yang menyuntikkannya, dan untuk kepentingan siapa kamu disuruh sabar.  Iman sejati mestinya membebaskan pikiran, bukan membungkam pertanyaan.#CapCut #filsafat #karlmarx #fyp #foryoupage
Tahun 1843, seorang pemuda Jerman bernama Karl Marx menulis sesuatu yang akan mengguncang dunia. Ia melihat buruh pabrik bekerja delapan belas jam sehari, hidup di gubuk kumuh, sementara pemilik pabrik duduk di gereja setiap minggu, disebut orang saleh. . Marx menulis, agama adalah desahan makhluk yang tertindas, hati dari dunia yang tak punya hati. Ia bukan sedang menghina Tuhan. Ia sedang menunjuk sistem yang membuat manusia begitu menderita, sampai satu-satunya pelarian yang tersisa hanya janji akhirat. . Candu meredakan sakit tanpa menyembuhkan penyakitnya. Begitu juga agama, kata Marx, ketika dipakai penguasa. Rasa sakit karena upah tidak layak, tanah dirampas, dan hidup yang tak adil, semua diredakan dengan satu kalimat, sabar saja, nanti dibalas surga. . Di Eropa abad sembilan belas, gereja dan penguasa berjalan beriringan. Rakyat diajarkan menerima nasib, sementara elite mengumpulkan tanah dan kekayaan. Orang yang protes disebut kurang iman. Orang yang pasrah disebut saleh. Ketimpangan pun berlangsung tanpa perlawanan. . Marx tidak pernah menyuruh orang membenci Tuhan. Ia menyuruh orang curiga pada siapa yang mengendalikan tafsir agama. Sebab candu yang paling berbahaya bukan yang membuatmu teler, tapi yang membuatmu tersenyum sambil terus ditindas, dan mengira itu ibadah. . Pertanyaannya bukan apakah agama itu candu. Pertanyaannya, siapa yang menyuntikkannya, dan untuk kepentingan siapa kamu disuruh sabar. Iman sejati mestinya membebaskan pikiran, bukan membungkam pertanyaan.#CapCut #filsafat #karlmarx #fyp #foryoupage

About