@h.h.assagaf: Puisi belasungkawa untuk almarhum yang hilang bagi Islam dan kaum Muslimin… Yang tersendiri dari keturunan Nabi… Pemimpin kaum mukminin… Sisa dari para pendahulu yang saleh… Ayah yang kami cintai, Ali bin Husein Al-Attas. Sebenarnya, penyair Husein bin Abdurrahman As-Saqqaf seharusnya membacakannya di makam beliau yang mulia pada hari pemakamannya. Namun karena keadaan tidak memungkinkan untuk membacakannya pada hari dan tempat yang penuh kesedihan itu, maka penyair membacakannya pada hari penutupan tahlil di kediaman almarhum… yaitu pada tanggal 16 Shafar tahun 1396 Hijriah, yang bertepatan dengan 17 Februari tahun 1976 Masehi.