@midigen2: kapan lagi kita touring kawan. #Vario125new #Platktstyle #fyp

𝑀𝒾𝒹𝒾𝒾🔫⚡️🖤💙
𝑀𝒾𝒹𝒾𝒾🔫⚡️🖤💙
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 12 September 2026 08:17:21 GMT
115246
7942
41
641

Music

Download

Comments

18zaakiirr
1185👼 :
jernih bener mas Ampe ngeleg nih hp gw
2026-09-12 15:33:11
26
evanjuga
E :
nasip solo terus 😌
2026-09-12 10:13:17
12
arilzv
Noah :
Smooth bang🗿
2026-09-13 11:58:08
0
mhmmdfahrezapratama27
mhmmdfahrezapratamaaa :
takang hp ulun mang ae😭
2026-09-13 10:01:50
3
iammarko__
MARKO♣️ :
Halus bgt co🗿
2026-09-14 03:36:51
0
arx_bluee
sepakat 🤝 :
ip 15 kh bg?
2026-09-13 15:57:34
0
iqbaalllllllllll
iqballl :
spil jaring buat naro barang di atas jok bang
2026-09-13 06:16:53
0
throneby
throneby :
turtor uploud bang
2026-09-13 16:37:56
1
muhammad__rizky23
e k k i y🪽 :
berapa ratus mb mas skali video😄
2026-09-13 03:48:23
1
aydil.619
🪩 :
tebak memori abgnya pas pulang touring🤣
2026-09-13 18:50:46
0
wannn0565
wannn :
patah" hp nda mang ae nh
2026-09-13 07:03:35
0
nnany31
💫🫧 :
Mau ikuttt
2026-09-13 13:28:18
0
bdrddn__
𝙗𝙖𝙙𝙖𝙧 :
spill hp mas
2026-09-13 01:38:02
0
agippppp_
agippbrpndoptrrr_ :
hp gopix ya bg?
2026-09-12 17:17:51
0
irulbocay
𝟓𝟓𝟓 :
styli kt memang waw
2026-09-13 00:33:26
0
inidonz_
11👼 :
iri bgt euy, whenn yaa
2026-09-13 06:12:33
0
ki08751
1089🪽™ :
semut bet
2026-09-12 22:37:03
0
hi_ini_siapaya
Dyy🕷 :
@🃏
2026-09-13 05:18:10
1
kulanda399
Cigarettes :
@Rahman
2026-09-13 15:40:43
0
To see more videos from user @midigen2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Aku Merasa Tidak Sendiri” (Cerita fiksi horor sudut pandang orang pertama) Namaku Ayu. Malam itu hujan turun pelan. Listrik di desa padam sejak magrib. Satu-satunya cahaya di rumah hanya berasal dari lilin kecil yang kugenggam. Rumah kayu tua itu mendadak terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Entah kenapa, sejak melangkah keluar dari dapur, aku merasa ada seseorang berjalan di belakangku. Pelan. Mengikuti setiap langkahku. Aku sempat menoleh. Tidak ada siapa-siapa. “Ah… mungkin cuma perasaan,” gumamku mencoba menenangkan diri. Aku memilih mengabaikannya. Semakin kupikirkan, semakin takut rasanya. Jadi aku terus berjalan menyusuri lorong rumah sambil membawa lilin. Namun… Suara langkah itu masih terdengar. Tok… tok… tok… Bukan dari depan. Bukan dari samping. Melainkan tepat di belakangku. Aku berhenti. Suara itu ikut berhenti. Aku berjalan lagi. Suara itu kembali mengikuti. Jantungku mulai berdetak semakin cepat. Aku mencoba tersenyum kecil, seolah semuanya baik-baik saja. Tapi bulu kudukku sudah berdiri sejak tadi. Saat hendak masuk kamar… Aku merasa seperti ada yang memperhatikanku. Perlahan aku menoleh ke ruang tengah. Dalam redupnya cahaya lilin, kulihat sesosok wanita berambut panjang merangkak perlahan dari balik meja. Wajahnya pucat. Matanya putih. Senyumnya terlalu lebar untuk disebut manusia. Aku langsung memalingkan wajah. “Jangan dilihat… jangan dilihat…” kataku dalam hati. Aku berpura-pura tidak melihat apa pun. Lalu aku masuk kamar dan menutup pintu. Kupikir semuanya selesai. Aku merebahkan tubuh di atas kasur sambil memeluk bantal. Tiba-tiba… Lilin di samping tempat tidur berkedip. Api kecilnya bergoyang tanpa ada angin. Ruangan menjadi semakin dingin. Aku memberanikan diri melihat ke arah sudut kamar. Di sana… Ada sosok wanita berbaju putih berdiri melayang beberapa sentimeter dari lantai. Kepalanya miring. Mulutnya menganga. Matanya menatap lurus ke arahku tanpa berkedip. Aku membeku. Tubuhku tidak bisa bergerak. Aku bahkan tidak sanggup berteriak. Lalu suara lirih terdengar sangat dekat di telingaku. “Kenapa… dari tadi… kamu pura-pura tidak melihatku…?” Dalam sekejap, lilin padam. Ruangan berubah gelap gulita. Yang terdengar hanya suara napas seseorang… Bukan napasku. Melainkan napas yang berasal tepat di samping wajahku. Sejak malam itu, aku tidak pernah lagi berani berjalan sendirian ketika listrik padam. Karena terkadang… Mengabaikan sesuatu bukan berarti sesuatu itu pergi. Kadang… Ia hanya menunggu sampai kita berada dalam kegelapan. #kuntilanak #horrorstory #ceritahoror #scary #ghost
“Aku Merasa Tidak Sendiri” (Cerita fiksi horor sudut pandang orang pertama) Namaku Ayu. Malam itu hujan turun pelan. Listrik di desa padam sejak magrib. Satu-satunya cahaya di rumah hanya berasal dari lilin kecil yang kugenggam. Rumah kayu tua itu mendadak terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Entah kenapa, sejak melangkah keluar dari dapur, aku merasa ada seseorang berjalan di belakangku. Pelan. Mengikuti setiap langkahku. Aku sempat menoleh. Tidak ada siapa-siapa. “Ah… mungkin cuma perasaan,” gumamku mencoba menenangkan diri. Aku memilih mengabaikannya. Semakin kupikirkan, semakin takut rasanya. Jadi aku terus berjalan menyusuri lorong rumah sambil membawa lilin. Namun… Suara langkah itu masih terdengar. Tok… tok… tok… Bukan dari depan. Bukan dari samping. Melainkan tepat di belakangku. Aku berhenti. Suara itu ikut berhenti. Aku berjalan lagi. Suara itu kembali mengikuti. Jantungku mulai berdetak semakin cepat. Aku mencoba tersenyum kecil, seolah semuanya baik-baik saja. Tapi bulu kudukku sudah berdiri sejak tadi. Saat hendak masuk kamar… Aku merasa seperti ada yang memperhatikanku. Perlahan aku menoleh ke ruang tengah. Dalam redupnya cahaya lilin, kulihat sesosok wanita berambut panjang merangkak perlahan dari balik meja. Wajahnya pucat. Matanya putih. Senyumnya terlalu lebar untuk disebut manusia. Aku langsung memalingkan wajah. “Jangan dilihat… jangan dilihat…” kataku dalam hati. Aku berpura-pura tidak melihat apa pun. Lalu aku masuk kamar dan menutup pintu. Kupikir semuanya selesai. Aku merebahkan tubuh di atas kasur sambil memeluk bantal. Tiba-tiba… Lilin di samping tempat tidur berkedip. Api kecilnya bergoyang tanpa ada angin. Ruangan menjadi semakin dingin. Aku memberanikan diri melihat ke arah sudut kamar. Di sana… Ada sosok wanita berbaju putih berdiri melayang beberapa sentimeter dari lantai. Kepalanya miring. Mulutnya menganga. Matanya menatap lurus ke arahku tanpa berkedip. Aku membeku. Tubuhku tidak bisa bergerak. Aku bahkan tidak sanggup berteriak. Lalu suara lirih terdengar sangat dekat di telingaku. “Kenapa… dari tadi… kamu pura-pura tidak melihatku…?” Dalam sekejap, lilin padam. Ruangan berubah gelap gulita. Yang terdengar hanya suara napas seseorang… Bukan napasku. Melainkan napas yang berasal tepat di samping wajahku. Sejak malam itu, aku tidak pernah lagi berani berjalan sendirian ketika listrik padam. Karena terkadang… Mengabaikan sesuatu bukan berarti sesuatu itu pergi. Kadang… Ia hanya menunggu sampai kita berada dalam kegelapan. #kuntilanak #horrorstory #ceritahoror #scary #ghost

About