@weareparadoxx: Replying to @Salma. And of course a quick massage in too to distribute the serum across the scalp. #weareparadoxx #hairgrowthjourney #hairserum

We Are Paradoxx UK
We Are Paradoxx UK
Open In TikTok:
Region: GB
Saturday 12 September 2026 10:08:11 GMT
1917
9
2
1

Music

Download

Comments

nelsonl85
❤️Leanne❤️ :
Mine is only on the sides. Would you still need to do 2 thank you
2026-09-18 18:49:37
0
salma.s670
Salma. :
okay🤭❤
2026-09-12 11:39:40
1
To see more videos from user @weareparadoxx, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Cak Nun (memiliki nama lengkap Dr. (HC) M. Ainun Nadjib) adalah seorang tokoh intelektual, budayawan, penyair, esakatolog, dan ulama kultural asal Indonesia yang lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953. Beliau dikenal luas sebagai pemikir independen yang kritis terhadap situasi sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia. Berikut adalah beberapa hal penting mengenai sosok dan peran Cak Nun:  Kiai Masehi / Ulama Kultural: Meskipun tidak mendirikan pesantren dengan sistem konvensional, Cak Nun kerap menjadi rujukan umat Islam maupun masyarakat luas karena pendekatan dakwahnya yang merangkul kaum marginal, seniman, akademisi, hingga preman. Pemikirannya menembus batas-batas formal keagamaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta cinta kasih.  Pendiri Maiyah dan Kiai Kanjeng: Bersama istri tercintanya, Novia Kolopaking, serta para sahabatnya, Cak Nun mendirikan kelompok pengajian padang rembulan yang dikenal dengan sebutan Maiyah. Melalui forum Maiyah (seperti Kenduri Cinta di Jakarta atau Padhang Mbulan di Jombang), ia memfasilitasi ruang dialog terbuka, diskusi filsafat, seni, dan tasawuf tanpa sekat hierarki antara penceramah dan jamaah. Ia juga lekat dengan kelompok musik Kiai Kanjeng yang memadukan musik tradisional dan kontemporer dalam dakwah kulturalnya.  Latar Belakang Sastra dan Seni: Cak Nun aktif menulis sejak muda. Karyanya meliputi puisi, esai, naskah drama, kolom surat kabar, hingga buku-buku pemikiran sosial-politik. Ia pernah belajar di Pondok Pesantren Gontor (meski tidak sampai tamat) dan sempat menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).  Peran Politik dan Sosial: Pada masa Orde Baru, Cak Nun adalah salah satu tokoh kultural yang vokal mengkritik pemerintah melalui jalur seni dan teater. Menjelang kejatuhan Presiden Soeharto pada tahun 1998, ia bersama tokoh-tokoh lain sempat dipanggil ke Istana Negara untuk berdialog langsung guna meredakan ketegangan politik nasional. Cak Nun dikenal sangat produktif menyampaikan gagasan-gagasan filosofis yang dibungkus dengan bahasa yang membumi, humor khas Jawa, dan sarat akan kritik sosial yang tajam namun penuh hikmah. #losersclub
Cak Nun (memiliki nama lengkap Dr. (HC) M. Ainun Nadjib) adalah seorang tokoh intelektual, budayawan, penyair, esakatolog, dan ulama kultural asal Indonesia yang lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953. Beliau dikenal luas sebagai pemikir independen yang kritis terhadap situasi sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia. Berikut adalah beberapa hal penting mengenai sosok dan peran Cak Nun: Kiai Masehi / Ulama Kultural: Meskipun tidak mendirikan pesantren dengan sistem konvensional, Cak Nun kerap menjadi rujukan umat Islam maupun masyarakat luas karena pendekatan dakwahnya yang merangkul kaum marginal, seniman, akademisi, hingga preman. Pemikirannya menembus batas-batas formal keagamaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta cinta kasih. Pendiri Maiyah dan Kiai Kanjeng: Bersama istri tercintanya, Novia Kolopaking, serta para sahabatnya, Cak Nun mendirikan kelompok pengajian padang rembulan yang dikenal dengan sebutan Maiyah. Melalui forum Maiyah (seperti Kenduri Cinta di Jakarta atau Padhang Mbulan di Jombang), ia memfasilitasi ruang dialog terbuka, diskusi filsafat, seni, dan tasawuf tanpa sekat hierarki antara penceramah dan jamaah. Ia juga lekat dengan kelompok musik Kiai Kanjeng yang memadukan musik tradisional dan kontemporer dalam dakwah kulturalnya. Latar Belakang Sastra dan Seni: Cak Nun aktif menulis sejak muda. Karyanya meliputi puisi, esai, naskah drama, kolom surat kabar, hingga buku-buku pemikiran sosial-politik. Ia pernah belajar di Pondok Pesantren Gontor (meski tidak sampai tamat) dan sempat menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Peran Politik dan Sosial: Pada masa Orde Baru, Cak Nun adalah salah satu tokoh kultural yang vokal mengkritik pemerintah melalui jalur seni dan teater. Menjelang kejatuhan Presiden Soeharto pada tahun 1998, ia bersama tokoh-tokoh lain sempat dipanggil ke Istana Negara untuk berdialog langsung guna meredakan ketegangan politik nasional. Cak Nun dikenal sangat produktif menyampaikan gagasan-gagasan filosofis yang dibungkus dengan bahasa yang membumi, humor khas Jawa, dan sarat akan kritik sosial yang tajam namun penuh hikmah. #losersclub

About