@yvessaintzeuroun: #fyp #cinematic @Lannnn @m.rey150

yvessaintzeuroun
yvessaintzeuroun
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 12 September 2026 10:14:43 GMT
165
16
21
19

Music

Download

Comments

500dayzofsummer0
nis :
koko” south city?
2026-09-12 10:22:08
2
getouuuuttt
. :
APASIH HAHAHAHHA
2026-09-12 10:20:10
2
nuttymonk3y
mahey :
ketua geng motor 😍❤️
2026-09-12 10:21:32
2
yvessaintrayyan
yvessaintrayyan :
yallah ngapainsi
2026-09-12 11:07:35
0
getouuuuttt
. :
koko koko bermotor
2026-09-12 10:20:17
3
getouuuuttt
. :
koko devan mana cinem nya
2026-09-12 10:24:01
1
bydbelutlistrik
08 :
@¢ bantai vel
2026-09-12 11:44:01
1
To see more videos from user @yvessaintzeuroun, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Agenda kami meninjau revitalisasi pembangunan SLB. Kami ingin memastikan anak-anak istimewa kita punya ruang belajar yang layak dan membanggakan. Begitu masuk kelas, kami justru yang banyak belajar.
Agenda kami meninjau revitalisasi pembangunan SLB. Kami ingin memastikan anak-anak istimewa kita punya ruang belajar yang layak dan membanggakan. Begitu masuk kelas, kami justru yang banyak belajar. "Kamu kelas berapa?" "Kelas 6, Pak..." "Kamu? Kelas 8? Kamu 6? Kamu 5?" Kami bertemu Fani, anak cantik yang pemalu. Kami sapa, "Namanya siapa? Fani... Fani cantik ya." Ada Haikal, ada Akbar kelas 6, dan ada Zahra. Di papan tulis mereka ada gambar bunga. "Hari ini belajar apa?" "Belajar menggambar, Pak. Mengenal tumbuhan." Kami pun berkata, "Zahra, coba bikin lagi di buku ini ya." Dengan tangan mungilnya yang penuh kesabaran, Zahra menggambar bunga. Jujur dan indah sekali. Kami lihat tulisannya, "Ini yang nulis dia nih? Tulisannya bagus ya." Ibu Gurunya tersenyum haru. Lalu kami bertanya, "Jumlah murid di sini berapa, Bu?" "64, Pak Wagub." "Apa yang paling berat, Bu?" "Yang autis, Pak. Ada 5 orang." Kami terdiam. Kami tatap satu per satu wajah Ibu Guru di sana. Tidak ada keluh. Yang ada hanya keikhlasan. Dalam hati kami berkata, inilah wajah-wajah surga. Hanya orang dengan hati seluas samudera yang mampu mengajar dengan cinta sebesar ini. Dan di kelas itu kami bertemu bintang kecil kami, Zahra. Zahra, juara Harapan 2 Fotografi tingkat Nasional, hanya dengan handphone. Luar biasa. Usianya seumuran dengan anak kami yang nomor dua. Sungguh, dada kami sesak menahan haru. "Zahra, coba fotoin Bapak ya?" Dengan percaya diri, sang juara memotret kami. Anak-anakku Fani, Akbar, Haikal, Zahra... Terima kasih sudah mengajarkan kami hari ini. Kalian tidak pernah meminta untuk dikasihani, kalian hanya meminta diberi kesempatan. Dan memberi kesempatan itu adalah tugas kami. Gedung SLB ini memang sedang kami revitalisasi. Tapi hari inilah, hati kamilah yang justru kalian revitalisasi. Sehat terus anak-anak hebat Sumatera Barat. Kami bangga pada kalian. Vasko Ruseimy Wakil Gubernur Sumatera Barat

About