@karlastff1: #viral #viralvideo #sabado

🎀KARLA🎀
🎀KARLA🎀
Open In TikTok:
Region: ES
Saturday 12 September 2026 13:24:27 GMT
437
89
8
0

Music

Download

Comments

karloroz
Karl Oroz :
Vamos a mandarte el ticket jejeje
2026-09-13 02:26:38
1
alondra11_t
🌻🦋 Sarai🌸🦂 :
Estas demasiado hermosa bb🥰
2026-09-14 00:10:56
0
henryrabanal69
HenryRabanal :
Ya lo eres!
2026-09-13 05:23:03
0
angello.munoz
angello.muñoz :
Listo quedamos entonces
2026-09-12 16:03:14
0
floro.h0
flor Ivanna 💝🫶 :
Hermosa
2026-09-13 03:16:35
1
user8432148237311
Jailer Vergara valen :
🥰🥰🥰
2026-09-12 18:56:39
0
To see more videos from user @karlastff1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Namone Sarre Orchestra kembali menggelar perhelatan akbar bertajuk “In This Land Concert” 2026. Konser yang memadukan kekayaan seni musik dan tari Nusantara tersebut sukses menghadirkan pertunjukan yang memukau sekaligus membawa pesan tentang persatuan di tengah keberagaman, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Music Director sekaligus konduktor dan saksofonis Namone Sarre Orchestra, Kevin Leon, mengatakan pagelaran tersebut sarat akan makna kebersamaan. Sesuai dengan namanya, “In This Land Concert” merefleksikan semangat untuk berjalan bersama dan merangkul berbagai keragaman yang ada di Lombok, khususnya Nusa Tenggara Barat. “Sesuai namanya, di tanah ini, we united. Kita berjalan bersama dari keberagaman yang ada di Lombok, terutama di Nusa Tenggara Barat,” ujar Kevin saat ditemui usai acara. Konser tersebut menjadi ruang bagi talenta-talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus terlibat dalam kolaborasi seni yang mengangkat berbagai kebudayaan Nusantara. Sekitar 200 talenta terlibat dalam pertunjukan tersebut secara serentak tanpa sistem bergantian. Menariknya, seluruh penampil, mulai dari penari, penyanyi hingga pemusik, merupakan anak-anak daerah asal Nusa Tenggara Barat. Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Lombok, Sumbawa hingga Bima. Para talenta tersebut kemudian berkolaborasi membawakan kebudayaan dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari tarian, nyanyian hingga kostum khas masing-masing daerah. Persiapan pertunjukan dilakukan secara matang dalam waktu sekitar dua bulan. Dalam waktu tersebut, para penampil mempersiapkan berbagai kebutuhan pertunjukan, mulai dari musik, koreografi, kostum hingga kolaborasi antarkomunitas seni. Penampilan kolosal tersebut turut didukung oleh paduan suara yang berjumlah sekitar 45 orang. Selain itu, konser juga melibatkan kolaborasi tari dari sanggar Adevadeva Yoni, komunitas seni tari Mambri asal Papua, hingga sejumlah sanggar seni dari sekolah-sekolah di Lombok.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Namone Sarre Orchestra kembali menggelar perhelatan akbar bertajuk “In This Land Concert” 2026. Konser yang memadukan kekayaan seni musik dan tari Nusantara tersebut sukses menghadirkan pertunjukan yang memukau sekaligus membawa pesan tentang persatuan di tengah keberagaman, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Music Director sekaligus konduktor dan saksofonis Namone Sarre Orchestra, Kevin Leon, mengatakan pagelaran tersebut sarat akan makna kebersamaan. Sesuai dengan namanya, “In This Land Concert” merefleksikan semangat untuk berjalan bersama dan merangkul berbagai keragaman yang ada di Lombok, khususnya Nusa Tenggara Barat. “Sesuai namanya, di tanah ini, we united. Kita berjalan bersama dari keberagaman yang ada di Lombok, terutama di Nusa Tenggara Barat,” ujar Kevin saat ditemui usai acara. Konser tersebut menjadi ruang bagi talenta-talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus terlibat dalam kolaborasi seni yang mengangkat berbagai kebudayaan Nusantara. Sekitar 200 talenta terlibat dalam pertunjukan tersebut secara serentak tanpa sistem bergantian. Menariknya, seluruh penampil, mulai dari penari, penyanyi hingga pemusik, merupakan anak-anak daerah asal Nusa Tenggara Barat. Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Lombok, Sumbawa hingga Bima. Para talenta tersebut kemudian berkolaborasi membawakan kebudayaan dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari tarian, nyanyian hingga kostum khas masing-masing daerah. Persiapan pertunjukan dilakukan secara matang dalam waktu sekitar dua bulan. Dalam waktu tersebut, para penampil mempersiapkan berbagai kebutuhan pertunjukan, mulai dari musik, koreografi, kostum hingga kolaborasi antarkomunitas seni. Penampilan kolosal tersebut turut didukung oleh paduan suara yang berjumlah sekitar 45 orang. Selain itu, konser juga melibatkan kolaborasi tari dari sanggar Adevadeva Yoni, komunitas seni tari Mambri asal Papua, hingga sejumlah sanggar seni dari sekolah-sekolah di Lombok.

About