@rahimshahofficial.page: "Way Gariyan" "Rahim Shah" Saraiki Song Official Music Video. Title: Way Gariyan Singer: Rahim Shah Lyrics: Amjid Yari Composer:Rahim Shah Music: Ubaid Ur Rahman, Waqas Azeem, Sanwal Hussain DOP&Edit:Ihtisham Qarar Graphics Designer : Kamran Ali Khan Record Label: Rahim Shah Official. #Rahimshah #officialsong #saraikisong #saraikisongslovers #pakistanimusic

Rahim Shah Official
Rahim Shah Official
Open In TikTok:
Region: PK
Saturday 12 September 2026 18:57:01 GMT
142127
14671
354
1249

Music

Download

Comments

m.waqashu0
mwaqas,wah centt :
dubbed sraiki😂
2026-09-13 06:12:40
1
habibawan_1
حبیب آعوان 💫 :
Its not saraiki its pothwari punjabi 😡
2026-09-13 01:54:24
9
samiullahmalik7
Sami Ullah Malik :
Hayeeee Love you Sir...!❤️
2026-09-13 15:30:03
0
mintyminty4593
Minty :
at the age of 16 he was my crush but after some times mujhy pta chala k he is my father's friend 😂😂😂😂my father was a transporter
2026-09-13 06:24:04
8
masoombaloch55
masoom Baloch :
گانے کا کوئی سر پاؤ ہی نہیں ہے
2026-09-13 05:27:24
7
toqeerkhankhattar
توقیر خان کھٹڑ :
my favriut always
2026-09-12 19:36:53
2
fayyaztanoli786
𝐹𝑎𝑦𝑦𝑎𝑧 𝑇𝑎𝑛𝑜𝑙𝑖 :
ویگرایاں آنکھیاں میں تیرے نالے لایاں
2026-09-12 20:18:14
11
imranudas844
Imran Uddas Official :
sar plz ager hosky to jawb da dana
2026-09-12 21:02:37
1
shahzebawan2236
shahzeb khan :
I Love hinko
2026-09-13 03:38:39
2
munawar.chaudhary8
Munawar Chaudhary :
پنجابی
2026-09-13 07:09:42
0
aventus_17xx
Oo :
Rahim shah legend of Pakistan
2026-09-12 19:54:03
3
zarii.bangash
ظہری بنگش🇦🇫🌹🇵🇰 :
لالا رحیم شاہ لیجنڈ❣️
2026-09-12 19:57:49
4
sardsafar777
Ride with Ikhlaq :
shokar ha. hazara walo ki bi yad aagahi
2026-09-13 04:06:56
1
riaz.lashari.143
Riaz Baloch ♥️ :
Dil na lagana mera yar my fvt song
2026-09-12 19:22:14
4
aarishniazi165
Aarish Niazi 165 :
Rahim Shah The Legend ❤️🥰
2026-09-12 19:46:44
2
mehboob.rajpoot.777
Mehboob Rajpoot 🌟 :
2026-09-12 20:10:26
1
imranudas844
Imran Uddas Official :
Mary pas Kalam ha bhot acha apko bhjon ga
2026-09-12 21:03:04
2
user839419562
M.Ali :
🥰 lala
2026-09-12 19:43:25
1
akhundzada.arslan.mhussn
Akhunzada Arslan M Hussain :
Hindko Dialct [Heartwarming]
2026-09-13 05:41:13
2
yasirnadeem7545
یاسر ندیم گورسی :
2026-09-13 15:09:42
0
waqar.khattak19
Waqar Khattak :
very nice 👍
2026-09-13 15:38:40
0
ashikhan857
Ashi Khan :
jarrrrrr lala
2026-09-13 15:33:13
0
zafarmughal65
ZImughal :
Pathan Ka Punjabi song showing unity that we are one nation
2026-09-13 15:50:27
0
To see more videos from user @rahimshahofficial.page, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bayangkan sebuah pemandangan yang sulit dibayangkan oleh generasi terdahulu. Tentara Jepang kembali mendarat di Kalimantan Barat. Tetapi kali ini bukan untuk perang. Bukan untuk merebut wilayah. Mereka datang untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Dan yang menarik, masyarakat tidak menyambut mereka dengan ketakutan. Justru sebaliknya. Ada yang mengajak berfoto dan selfie. Bahkan ada warga yang memberikan kelapa muda kepada para tentara Jepang. Sebuah pemandangan sederhana, tetapi memiliki makna sejarah yang dalam. Karena sekitar 84 tahun lalu, kedatangan tentara Jepang di Kalimantan Barat terjadi dalam suasana yang sangat berbeda. Pada awal 1942, pasukan Jepang mulai menguasai sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Pontianak kemudian berada di bawah pemerintahan pendudukan Jepang. Pada awalnya, sebagian masyarakat mungkin melihat Jepang sebagai kekuatan baru yang datang menggantikan Belanda. Namun harapan itu berubah menjadi penderitaan. Penangkapan, kekerasan, dan berbagai tekanan terjadi selama masa pendudukan. Dan Kalimantan Barat kemudian mengalami salah satu tragedi paling kelam dalam sejarahnya: Peristiwa Mandor. Banyak tokoh masyarakat, bangsawan, intelektual, dan rakyat menjadi korban. Karena itu, ketika seragam Jepang kembali terlihat di Kalimantan Barat hari ini, sejarah tersebut tidak boleh dilupakan. Tetapi ada sesuatu yang berbeda. Jepang yang datang hari ini bukanlah balatentara Kekaisaran Jepang seperti pada masa Perang Dunia II. Mereka adalah Pasukan Bela Diri Jepang yang datang dalam misi kemanusiaan. Melalui kapal JS Kunisaki, Jepang membawa tiga helikopter berat CH-47 Chinook untuk membantu operasi pemadaman karhutla. Helikopter ini dapat digunakan untuk melakukan water bombing, menjatuhkan air ke wilayah kebakaran yang sulit dijangkau dari darat. Dan di sinilah sebuah perubahan besar terlihat. Dulu, kedatangan tentara Jepang membuat masyarakat merasa takut. Hari ini, masyarakat justru mendekat. Mengangkat kamera. Mengabadikan momen. Bahkan memberikan kelapa muda. Dari ketakutan menjadi keramahan. Dari konflik menjadi kerja sama. Dari penjajahan menjadi bantuan kemanusiaan. Waktu memang tidak bisa menghapus sejarah. Peristiwa Mandor dan para korbannya tetap harus dikenang. Namun manusia yang hidup hari ini tidak harus mewarisi kebencian dari masa lalu. Karena Jepang hari ini bukan Jepang tahun 1942. Dan Indonesia hari ini bukan Indonesia tahun 1942. Dua bangsa yang pernah memiliki sejarah kelam, kini bisa berdiri bersama ketika menghadapi bencana. Mungkin inilah salah satu pelajaran paling menarik dari sejarah. Sejarah tidak berubah. Yang berubah adalah manusia yang hidup setelahnya. 84 tahun telah berlalu. Dulu, tentara Jepang datang membawa kekuasaan. Kini, mereka datang membawa bantuan. Dulu masyarakat berusaha menjauh. Kini mereka mengajak berfoto dan bahkan memberikan kelapa muda. Namun di tengah perubahan itu, satu hal jangan sampai hilang: jangan pernah melupakan sejarah. Karena berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakannya. Justru dengan mengingatnya, kita bisa memastikan bahwa sejarah kelam tidak perlu terulang kembali.
Bayangkan sebuah pemandangan yang sulit dibayangkan oleh generasi terdahulu. Tentara Jepang kembali mendarat di Kalimantan Barat. Tetapi kali ini bukan untuk perang. Bukan untuk merebut wilayah. Mereka datang untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Dan yang menarik, masyarakat tidak menyambut mereka dengan ketakutan. Justru sebaliknya. Ada yang mengajak berfoto dan selfie. Bahkan ada warga yang memberikan kelapa muda kepada para tentara Jepang. Sebuah pemandangan sederhana, tetapi memiliki makna sejarah yang dalam. Karena sekitar 84 tahun lalu, kedatangan tentara Jepang di Kalimantan Barat terjadi dalam suasana yang sangat berbeda. Pada awal 1942, pasukan Jepang mulai menguasai sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Pontianak kemudian berada di bawah pemerintahan pendudukan Jepang. Pada awalnya, sebagian masyarakat mungkin melihat Jepang sebagai kekuatan baru yang datang menggantikan Belanda. Namun harapan itu berubah menjadi penderitaan. Penangkapan, kekerasan, dan berbagai tekanan terjadi selama masa pendudukan. Dan Kalimantan Barat kemudian mengalami salah satu tragedi paling kelam dalam sejarahnya: Peristiwa Mandor. Banyak tokoh masyarakat, bangsawan, intelektual, dan rakyat menjadi korban. Karena itu, ketika seragam Jepang kembali terlihat di Kalimantan Barat hari ini, sejarah tersebut tidak boleh dilupakan. Tetapi ada sesuatu yang berbeda. Jepang yang datang hari ini bukanlah balatentara Kekaisaran Jepang seperti pada masa Perang Dunia II. Mereka adalah Pasukan Bela Diri Jepang yang datang dalam misi kemanusiaan. Melalui kapal JS Kunisaki, Jepang membawa tiga helikopter berat CH-47 Chinook untuk membantu operasi pemadaman karhutla. Helikopter ini dapat digunakan untuk melakukan water bombing, menjatuhkan air ke wilayah kebakaran yang sulit dijangkau dari darat. Dan di sinilah sebuah perubahan besar terlihat. Dulu, kedatangan tentara Jepang membuat masyarakat merasa takut. Hari ini, masyarakat justru mendekat. Mengangkat kamera. Mengabadikan momen. Bahkan memberikan kelapa muda. Dari ketakutan menjadi keramahan. Dari konflik menjadi kerja sama. Dari penjajahan menjadi bantuan kemanusiaan. Waktu memang tidak bisa menghapus sejarah. Peristiwa Mandor dan para korbannya tetap harus dikenang. Namun manusia yang hidup hari ini tidak harus mewarisi kebencian dari masa lalu. Karena Jepang hari ini bukan Jepang tahun 1942. Dan Indonesia hari ini bukan Indonesia tahun 1942. Dua bangsa yang pernah memiliki sejarah kelam, kini bisa berdiri bersama ketika menghadapi bencana. Mungkin inilah salah satu pelajaran paling menarik dari sejarah. Sejarah tidak berubah. Yang berubah adalah manusia yang hidup setelahnya. 84 tahun telah berlalu. Dulu, tentara Jepang datang membawa kekuasaan. Kini, mereka datang membawa bantuan. Dulu masyarakat berusaha menjauh. Kini mereka mengajak berfoto dan bahkan memberikan kelapa muda. Namun di tengah perubahan itu, satu hal jangan sampai hilang: jangan pernah melupakan sejarah. Karena berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakannya. Justru dengan mengingatnya, kita bisa memastikan bahwa sejarah kelam tidak perlu terulang kembali.

About