@zumba.daklak.taynguyen: Một bài tuổi thơ _ một chút điệu Tây Nguyên _ một chút Zumba hiện đại, thêm một chút shuffle năng động... tại Ngã 6 _ Buôn Ma Thuột, cảm nhận sự tròn vị của cảm xúc qua video này! ❤️ video được quay bởi @BMT xinh #zbtn #zumba #bmt #zumbataynguyen #daklak

Zumba ĐakLak Tây Nguyên
Zumba ĐakLak Tây Nguyên
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 13 September 2026 01:32:33 GMT
320
28
6
2

Music

Download

Comments

sonfitnesss
Skip Chest Day :
Xỉu úp xỉu đao
2026-09-13 01:43:33
1
user7021736775888
bạch hải đường :
có vệt trắng bên lề nhìn như tuyết dống bên châu âu
2026-09-13 03:11:01
0
nghien_tuan_vu
Mạnh Cường Trần :
🥰🥰🥰
2026-09-13 02:22:52
1
To see more videos from user @zumba.daklak.taynguyen, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Murid :
Murid : "Guru... kenapa aku merasa hidup... tapi jiwaku seperti kosong?" Guru : "Karena tidak semua orang yang bernapas benar-benar hidup." "Banyak yang tubuhnya berjalan ke mana-mana... tetapi hatinya sudah lama terkubur oleh dunia." Murid : "Kalau begitu... kenapa jalan menuju Allah terasa sangat berat?" Guru : "Karena yang sedang berjalan bukan hanya kakimu..." "Tetapi juga nafsumu." Murid : "Aku belum mengerti, Guru..." Guru : "Jalan menuju Allah bukan perjalanan kaki..." "Melainkan perjalanan membunuh dirimu yang lama." "Para ahli tasawuf berkata... sebelum jasadmu benar-benar mati, ada empat kematian yang harus kau rasakan." Murid : "Empat kematian...?" Guru : "Iya..." "Dan justru dari empat kematian itulah kehidupan yang sebenarnya dimulai." "Sayangnya... kebanyakan manusia memilih lari, karena mereka ingin dekat kepada Allah tanpa pernah ingin mematikan hawa nafsunya." Guru : "Yang pertama... Mautul Ahmar, kematian merah." Murid : "Kenapa disebut merah, Guru?" Guru : "Karena rasanya seperti peperangan yang mengalirkan darah... bukan di medan perang, tetapi di dalam dadamu." "Matamu ingin melihat yang diharamkan..." "Lidahmu ingin menyakiti..." "Telingamu ingin menikmati ghibah..." "Amarahmu ingin menang..." "Nafsumu ingin selalu dituruti..." "Tetapi kau paksa semuanya bersujud kepada Allah." "Itulah jihad yang paling berat." "Tidak ada tepuk tangan manusia." "Tidak ada penghargaan dunia." "Hanya Allah yang mengetahui siapa yang sedang berperang di dalam dirinya." Guru : "Yang kedua... Mautul Aswad, kematian hitam." Murid : "Apa maksudnya, Guru?" Guru : "Ketika hatimu disakiti... tetapi kau memilih memaafkan." Murid : "Itu terasa sangat sulit..." Guru : "Karena ego selalu berteriak, 'Balas!'" "Sedangkan ruh berbisik, 'Ikhlaskan.'" "Tidak semua orang mampu memeluk luka tanpa menyimpan dendam." "Namun saat kau memilih memaafkan..." "Boleh jadi saat itu Allah sedang memandang hatimu dengan kasih sayang yang tidak pernah kau sadari." Guru : "Yang ketiga... Mautul Abyad, kematian putih." Murid : "Apakah hanya menahan lapar?" Guru : "Bukan sekadar menahan lapar." "Tetapi mendidik perut agar tidak menjadi tuhan." "Karena perut yang selalu kenyang sering membuat hati tertidur." "Dari kenyang lahir kelalaian." "Dari kelalaian lahir syahwat." "Dari syahwat lahir dosa." "Sedangkan perut yang dijaga..." "Sering melahirkan hati yang bening dan mata yang mudah menangis ketika mengingat Allah." Guru : "Dan yang terakhir... Mautul Akhdar, kematian hijau." Murid : "Apa maknanya, Guru?" Guru : "Menutupi kekuranganmu dengan amal kebaikan." "Bukan sibuk menceritakan masa lalumu..." "Bukan sibuk mencari pengakuan manusia..." "Tetapi diam-diam menanam amal..." "Hingga Allah sendiri yang menumbuhkan rahmat-Nya." "Semakin dekat seseorang kepada Allah..." "Semakin kecil keinginannya untuk dipuji." Murid : "Guru..." "Jadi jalan sufi bukan tentang pakaian sederhana..." "Bukan tentang kata-kata yang terdengar indah..." "Bukan pula tentang ingin disebut ahli makrifat..." Guru : "Bukan." "Jalan sufi adalah jalan kematian." "Bukan kematian jasad..." "Melainkan matinya kesombongan." "Matinya dendam." "Matinya syahwat." "Matinya cinta dunia yang menguasai hati." "Karena hati yang masih dipenuhi dunia..." "Tidak akan mampu dipenuhi cahaya Allah." "Dan hanya hati yang telah mati dari selain Allah..." "Yang benar-benar hidup bersama Allah." Murid : "Guru..." "Apakah masih ada harapan untuk orang sepertiku?" Guru : "Selama hatimu masih merasa haus..." "Selama matamu masih mampu menangis..." "Selama penyesalan masih mengetuk dadamu..." "Maka pintu Allah belum pernah tertutup "Yang jauh bukan Allah." "Sering kali... kitalah yang terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa jalan pulang "Mungkin yang selama ini lelah bukan tubuhmu tetapi ruhmu yang terlalu lama dibiarkan lapar akan mengingat Allah **Jika hatimu merasa sedang dicari oleh kalimat ini, jangan biarkan rasa itu berlalu. Di showcase sudah kupilih beberapa kitab tasawuf dan makrifat yang bisa menemani perjalanan batinmu. Pilihlah yang paling memanggil hatimu... mungkin itulah langkah pertama untuk pulang

About