@badaasarkar: 🛌🏿🤣

Rohit Joshi
Rohit Joshi
Open In TikTok:
Region: AE
Sunday 13 September 2026 02:45:05 GMT
1507
136
27
3

Music

Download

Comments

geeta.joshi0
Geeta Joshi :
lal sadi wow🥰🥰🥰
2026-09-16 09:14:10
0
prisha_bhatt_
Sanu :
vai chito bihe gar yesmai naachaulaa [Exclaim heart][Exclaim heart][Big LOL]
2026-09-13 03:55:37
0
suzanjungchettr
Suzan Jung Chettri :
baitadi ko basanti Lai hami Pani aauxum hai bhetna✌️
2026-09-13 03:11:44
0
john.snow178
John snow :
baitadi ko basanti tah hoina hola ....mata holani😆😂
2026-09-13 02:52:25
0
prastajoshi
Prasta🌼 :
Ooo basanti 🥰🥰🥰
2026-09-13 03:52:31
0
arunjoshi740
Ârpït :
yo 😍😻🙊
2026-09-14 05:50:24
0
sandhyajoshi172
Sandhya💗🌙 :
lw hai aayo aba tw 😂😂
2026-09-13 10:09:25
0
kajii_boss
Roshan Bist :
sahi hoo😀
2026-09-13 17:46:10
0
rabindraprasadbhatt
rabindra🖤 :
mama🥰
2026-09-13 02:54:49
0
feelingdolly
Feeling 🌸 :
dada 😌
2026-09-14 06:36:56
0
dinesh.chand575
Dinesh Chand :
🥰
2026-09-17 19:26:15
0
n_i_r_a_j_45
you_know_the_vibe⚕️🔫🔝 :
Dww jha😂
2026-09-13 03:31:28
0
mr.newar.10
मिस्टर नेवार :
jau jau yaklai yaklai
2026-09-13 05:34:54
0
1r_404
. :
💖💖💖
2026-09-15 15:57:02
0
devil_swagger1909
Yog-Ace💀😈 :
[Red heart][Red heart][Red heart]
2026-09-14 20:08:19
0
gyalzen_5
Gyalzen :
❤️
2026-09-14 10:39:39
0
feelingdolly
Feeling 🌸 :
💗💗💗
2026-09-14 06:36:41
0
sn.shhu
.युवराज_क्षेत्रि.($øñû)😈 :
❤️❤️❤️❤️
2026-09-14 03:21:04
0
vivekchand6
Vivekthakuri :
❤️❤️❤️
2026-09-13 17:31:24
0
nsus22
Renuka 🌷 :
💖💖💖
2026-09-13 14:55:04
0
roshan.budhaair
Roshan Budhaair :
♥️♥️♥️
2026-09-13 13:27:14
0
ganeshjoshi1163
Ganesh Joshi :
♥️♥️♥️
2026-09-13 03:41:53
0
chhetri.ranjeet
Ranjeet Airee :
[Gesture OK][Gesture OK][Gesture OK]
2026-09-13 03:24:12
0
barretbista25
@barret25 :
💗💗💗
2026-09-13 02:52:34
0
To see more videos from user @badaasarkar, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pt 4: Seonghyeon benar-benar berusaha. Kamu melihatnya dan merasakannya setiap hari. Dia tidak lagi langsung marah saat kamu bicara dengan cowok lain. Dia tidak lagi langsung curiga saat kamu pulang terlambat. Dia tidak lagi memaksamu untuk selalu lapor setiap detik. Dia berubah. Dan kamu juga berusaha. Berusaha lebih terbuka. Berusaha tidak bohong lagi. Berusaha untuk lebih komunikatif. Kalian berdua belajar. Belajar untuk saling percaya lagi. Belajar untuk saling mengerti lagi. Dan itu tidak mudah. Tapi kalian bertahan. Karena cinta kalian lebih besar dari ego masing-masing. ——— Seonghyeon duduk di meja sudut kantin bersama anggota band-nya, Martin, James, Keonho, dan Juhoon. Mereka sedang makan siang sambil ngobrol santai tentang lagu baru yang akan mereka mainkan di festival sekolah bulan depan. Tapi Seonghyeon tidak fokus. Matanya terus melirik ke arah mejamu, meja di seberang kantin, tempat kamu sedang duduk bersama Ryul dan beberapa anggota OSIS lainnya. Seonghyeon mengunyah nasinya dengan pelan, mekanis, sambil terus menatapmu. Wajahnya datar, tapi matanya tajam. Kamu sedang tertawa. Tertawa karena Ryul baru saja menceritakan sesuatu yang lucu. Tanganmu menutup mulut, mata menyipit karena terlalu banyak tertawa. Seonghyeon mengepalkan sumpit di tangannya lebih erat. 'Tenang. Dia cuma ketawa. Itu wajar. Ryul temennya. Cuma temen.' Dia terus mengulang itu di kepalanya seperti mantra, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mencoba mengingat janji yang dia buat padamu malam itu. Martin yang duduk di sampingnya melirik, lalu sedikit khawatir.
pt 4: Seonghyeon benar-benar berusaha. Kamu melihatnya dan merasakannya setiap hari. Dia tidak lagi langsung marah saat kamu bicara dengan cowok lain. Dia tidak lagi langsung curiga saat kamu pulang terlambat. Dia tidak lagi memaksamu untuk selalu lapor setiap detik. Dia berubah. Dan kamu juga berusaha. Berusaha lebih terbuka. Berusaha tidak bohong lagi. Berusaha untuk lebih komunikatif. Kalian berdua belajar. Belajar untuk saling percaya lagi. Belajar untuk saling mengerti lagi. Dan itu tidak mudah. Tapi kalian bertahan. Karena cinta kalian lebih besar dari ego masing-masing. ——— Seonghyeon duduk di meja sudut kantin bersama anggota band-nya, Martin, James, Keonho, dan Juhoon. Mereka sedang makan siang sambil ngobrol santai tentang lagu baru yang akan mereka mainkan di festival sekolah bulan depan. Tapi Seonghyeon tidak fokus. Matanya terus melirik ke arah mejamu, meja di seberang kantin, tempat kamu sedang duduk bersama Ryul dan beberapa anggota OSIS lainnya. Seonghyeon mengunyah nasinya dengan pelan, mekanis, sambil terus menatapmu. Wajahnya datar, tapi matanya tajam. Kamu sedang tertawa. Tertawa karena Ryul baru saja menceritakan sesuatu yang lucu. Tanganmu menutup mulut, mata menyipit karena terlalu banyak tertawa. Seonghyeon mengepalkan sumpit di tangannya lebih erat. 'Tenang. Dia cuma ketawa. Itu wajar. Ryul temennya. Cuma temen.' Dia terus mengulang itu di kepalanya seperti mantra, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mencoba mengingat janji yang dia buat padamu malam itu. Martin yang duduk di sampingnya melirik, lalu sedikit khawatir. "Lo gak papa, Hyeon?" "Gue gak papa," jawab Seonghyeon datar tanpa mengalihkan pandangan. "Lo udah natap Y/n dari tadi," kata Keonho sambil mengunyah. "Lo yakin gak papa?" "Gue bilang gak papa," ulang Seonghyeon, kali ini nada bicaranya sedikit lebih keras. James dan Juhoon saling pandang dengan raut khawatir. Mereka semua tau betapa sulitnya perjuangan Seonghyeon selama dua minggu ini. Dan kemudian Ryul tertawa sambil tangannya, entah tidak sengaja atau sengaja, menyentuh lenganmu. Memegang lenganmu sebentar saat dia sedang bicara. KLEK Suara sumpit Seonghyeon terjatuh ke meja membuat semua orang di meja itu tersentak. Wajah Seonghyeon berubah. Rahangnya mengeras. Matanya menyipit. Tangannya mengepal erat di atas meja, buku-buku jarinya memutih. Napasnya mulai berat, dadanya naik turun cepat. "Hyeon..." Martin mencoba. Tapi Seonghyeon sudah berdiri. Kursinya bergeser mundur dengan suara keras yang membuat beberapa siswa di meja sebelah menoleh. "Seonghyeon, duduk!" James langsung berdiri juga, lalu berdiri tepat di hadapan Seonghyeon, menutupi pandangannya ke arah mejamu. "Minggir," desis Seonghyeon dengan suara rendah, berbahaya, seperti binatang buas yang sedang menahan diri untuk tidak menyerang. "Enggak," jawab James tegas sambil menatap mata Seonghyeon. "Lo janji sama Y/n lo bakal berubah. Lo janji gak akan possesif lagi. Inget?" Seonghyeon diam. Napasnya berat, dadanya naik turun cepat. Tangannya gemetar karena menahan amarah yang sudah hampir meledak. "Tarik napas," perintah James dengan nada lebih lembut. "Tarik napas, Hyeon. Tenang." Seonghyeon menutup matanya, menarik napas dalam mencoba mengendalikan amarah dan kecemburuan yang meledak di dadanya. 'Dia cuma temen. Cuma temen. Y/n sayang sama gue. Bukan sama dia. Dia gak bakal ninggalin gue. Dia janji. Dia janji.' Dia terus mengulang itu, seperti doa, seperti mantra untuk bertahan. Kamu yang dari tadi bisa merasakan tatapan Seonghyeon langsung sadar ada yang tidak beres saat melihat James tiba-tiba berdiri. Kamu melirik ke arah lenganmu dan baru sadar Ryul masih menyentuhnya. Kamu langsung melepaskan tangan Ryul dengan gerakan halus tapi cepat. "Ryul, maaf, gue harus ke sana dulu. Ada yang harus gue urus." "Oh, oke. Nanti kita lanjut bahas acaranya ya..." [lanjut💬] #POV #seonghyeon #cortis #seonghyeoncortis

About