@saharat_thongsanga: ตอบกลับ @ᴛᴏᴍ_ᴘʜᴀɴᴜᴡᴀᴛ จัดไปคับ ฮีโน่เมกก้า320 p11c 🥰🥰#ฟีดดดシ #fyp

บัง‘โคลน
บัง‘โคลน
Open In TikTok:
Region: TH
Sunday 13 September 2026 03:15:13 GMT
14975
1017
62
17

Music

Download

Comments

tamxk8
โชควรินทร🛠️ :
ขอสิงห์ไฮ เทค
2026-09-13 11:48:45
2
__538664
ไอเดย์_เด็กเชี้ยย🦎_ :
UD ต้องมีแล้วครับพี่ชาย🥰🥰
2026-09-13 11:28:04
1
mix55585
👹มิก6ล้อซิ่ง💨 :
ขอดูฟูโซ่ 627 หน่อยครับ
2026-09-13 13:28:51
1
skuy9995
ชวงข่องด้วย :
ผมขอร็อกกี้ได้ไหมคับ
2026-09-13 13:43:39
1
wer500500500_
ตัวแสบโนนลาน :
ขอ380หน่อยครับ
2026-09-13 13:45:29
1
atomtosing
atomtosing :
ขอรถไถ L5018sp ได้ไหมคะรับพี่
2026-09-13 14:02:59
1
phuwqdon2001
#ตี๋ภูวดล🤍 :
ขอftf240หน่อยคับตัวใหม่🤟
2026-09-13 13:20:47
1
cen.tikto
😋น้องซีล.🚛.ฮีโน่แต่ง😋 :
ขอ380ทีกันครับ
2026-09-13 12:29:16
1
.adisak.sangkan
ซัน adisak sangkan :
ขอD4dที
2026-09-13 13:27:12
1
tle2543tle
เค้าเรียกผมเสี่ยเติ้ล🥰TND :
ขอฮีโน่โดมิเนเตอร์หน่อยครับ❤️
2026-09-13 13:26:16
1
dyd25ibi0fpzqqwweyik097
ฝันร้ายท่าพระ :
ขอ NKRหน่อยครับ
2026-09-13 11:47:08
1
user5781036816615
ปาร์ค :
ขอ360ขอแบบแต่งครับ
2026-09-13 11:31:35
1
.2757002
แคนเป็นเพื่อนกับโค้ช121212 :
ขอ227หน่อยครับ
2026-09-13 12:12:31
1
user4658352675368
เจมส์ไม่รู้ว่าจะลงอะไร :
ขอหัวลากอีซูซุXZY360
2026-09-13 10:49:47
0
user5194874387505
จิรายุ Jirayu :
ขอ 500 ครับ
2026-09-13 11:43:58
0
tom_phanuwat
ᴛᴏᴍ_ᴘʜᴀɴᴜᴡᴀᴛ :
🤟🤟🥰🥰
2026-09-13 03:23:15
1
phisan.sukkasem
N. :
ขอจีกล้าหน่อยครับ
2026-09-13 15:37:05
0
zewru7
ປາວີຈັດໃຫ້🤩🤩🚛🚨🛣🛣⛅ :
ຂໍຂັນນີແດ
2026-09-13 14:19:06
0
user9919298075631
ไม่เป็นไร ผมเอาอยู่ :
โปรเฟียหน่อยพี่🥰
2026-09-13 16:19:42
0
user5908384721369
..🦖 :
ขอฮีโน่หกล้อหน่อยครับติดตามแล้ว
2026-09-13 15:11:30
0
user3810982886995
บอ เบส💯❤‍🔥 :
ขอฮีโน่ซุปเปอร์เสี่ยหน่อยครับ
2026-09-13 15:57:32
0
56bhf
SSS :
ขอ270
2026-09-13 12:07:04
1
.4424839
เมือง7ดิว่ะ :
ขอ800
2026-09-13 13:00:58
0
.3945416
วัยรุ่นบราซิล🇧🇷🇧🇷 :
ขอหัวลาก
2026-09-13 10:34:47
1
user6182215460023
นัทรักแฟนที่สุด❤️💯💯 :
ขอร็อกกี้หน่อยครับ
2026-09-13 10:01:20
1
To see more videos from user @saharat_thongsanga, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bayangkan sebuah pemandangan yang sulit dibayangkan oleh generasi terdahulu. Tentara Jepang kembali mendarat di Kalimantan Barat. Tetapi kali ini bukan untuk perang. Bukan untuk merebut wilayah. Mereka datang untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Dan yang menarik, masyarakat tidak menyambut mereka dengan ketakutan. Justru sebaliknya. Ada yang mengajak berfoto dan selfie. Bahkan ada warga yang memberikan kelapa muda kepada para tentara Jepang. Sebuah pemandangan sederhana, tetapi memiliki makna sejarah yang dalam. Karena sekitar 84 tahun lalu, kedatangan tentara Jepang di Kalimantan Barat terjadi dalam suasana yang sangat berbeda. Pada awal 1942, pasukan Jepang mulai menguasai sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Pontianak kemudian berada di bawah pemerintahan pendudukan Jepang. Pada awalnya, sebagian masyarakat mungkin melihat Jepang sebagai kekuatan baru yang datang menggantikan Belanda. Namun harapan itu berubah menjadi penderitaan. Penangkapan, kekerasan, dan berbagai tekanan terjadi selama masa pendudukan. Dan Kalimantan Barat kemudian mengalami salah satu tragedi paling kelam dalam sejarahnya: Peristiwa Mandor. Banyak tokoh masyarakat, bangsawan, intelektual, dan rakyat menjadi korban. Karena itu, ketika seragam Jepang kembali terlihat di Kalimantan Barat hari ini, sejarah tersebut tidak boleh dilupakan. Tetapi ada sesuatu yang berbeda. Jepang yang datang hari ini bukanlah balatentara Kekaisaran Jepang seperti pada masa Perang Dunia II. Mereka adalah Pasukan Bela Diri Jepang yang datang dalam misi kemanusiaan. Melalui kapal JS Kunisaki, Jepang membawa tiga helikopter berat CH-47 Chinook untuk membantu operasi pemadaman karhutla. Helikopter ini dapat digunakan untuk melakukan water bombing, menjatuhkan air ke wilayah kebakaran yang sulit dijangkau dari darat. Dan di sinilah sebuah perubahan besar terlihat. Dulu, kedatangan tentara Jepang membuat masyarakat merasa takut. Hari ini, masyarakat justru mendekat. Mengangkat kamera. Mengabadikan momen. Bahkan memberikan kelapa muda. Dari ketakutan menjadi keramahan. Dari konflik menjadi kerja sama. Dari penjajahan menjadi bantuan kemanusiaan. Waktu memang tidak bisa menghapus sejarah. Peristiwa Mandor dan para korbannya tetap harus dikenang. Namun manusia yang hidup hari ini tidak harus mewarisi kebencian dari masa lalu. Karena Jepang hari ini bukan Jepang tahun 1942. Dan Indonesia hari ini bukan Indonesia tahun 1942. Dua bangsa yang pernah memiliki sejarah kelam, kini bisa berdiri bersama ketika menghadapi bencana. Mungkin inilah salah satu pelajaran paling menarik dari sejarah. Sejarah tidak berubah. Yang berubah adalah manusia yang hidup setelahnya. 84 tahun telah berlalu. Dulu, tentara Jepang datang membawa kekuasaan. Kini, mereka datang membawa bantuan. Dulu masyarakat berusaha menjauh. Kini mereka mengajak berfoto dan bahkan memberikan kelapa muda. Namun di tengah perubahan itu, satu hal jangan sampai hilang: jangan pernah melupakan sejarah. Karena berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakannya. Justru dengan mengingatnya, kita bisa memastikan bahwa sejarah kelam tidak perlu terulang kembali.
Bayangkan sebuah pemandangan yang sulit dibayangkan oleh generasi terdahulu. Tentara Jepang kembali mendarat di Kalimantan Barat. Tetapi kali ini bukan untuk perang. Bukan untuk merebut wilayah. Mereka datang untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Dan yang menarik, masyarakat tidak menyambut mereka dengan ketakutan. Justru sebaliknya. Ada yang mengajak berfoto dan selfie. Bahkan ada warga yang memberikan kelapa muda kepada para tentara Jepang. Sebuah pemandangan sederhana, tetapi memiliki makna sejarah yang dalam. Karena sekitar 84 tahun lalu, kedatangan tentara Jepang di Kalimantan Barat terjadi dalam suasana yang sangat berbeda. Pada awal 1942, pasukan Jepang mulai menguasai sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Pontianak kemudian berada di bawah pemerintahan pendudukan Jepang. Pada awalnya, sebagian masyarakat mungkin melihat Jepang sebagai kekuatan baru yang datang menggantikan Belanda. Namun harapan itu berubah menjadi penderitaan. Penangkapan, kekerasan, dan berbagai tekanan terjadi selama masa pendudukan. Dan Kalimantan Barat kemudian mengalami salah satu tragedi paling kelam dalam sejarahnya: Peristiwa Mandor. Banyak tokoh masyarakat, bangsawan, intelektual, dan rakyat menjadi korban. Karena itu, ketika seragam Jepang kembali terlihat di Kalimantan Barat hari ini, sejarah tersebut tidak boleh dilupakan. Tetapi ada sesuatu yang berbeda. Jepang yang datang hari ini bukanlah balatentara Kekaisaran Jepang seperti pada masa Perang Dunia II. Mereka adalah Pasukan Bela Diri Jepang yang datang dalam misi kemanusiaan. Melalui kapal JS Kunisaki, Jepang membawa tiga helikopter berat CH-47 Chinook untuk membantu operasi pemadaman karhutla. Helikopter ini dapat digunakan untuk melakukan water bombing, menjatuhkan air ke wilayah kebakaran yang sulit dijangkau dari darat. Dan di sinilah sebuah perubahan besar terlihat. Dulu, kedatangan tentara Jepang membuat masyarakat merasa takut. Hari ini, masyarakat justru mendekat. Mengangkat kamera. Mengabadikan momen. Bahkan memberikan kelapa muda. Dari ketakutan menjadi keramahan. Dari konflik menjadi kerja sama. Dari penjajahan menjadi bantuan kemanusiaan. Waktu memang tidak bisa menghapus sejarah. Peristiwa Mandor dan para korbannya tetap harus dikenang. Namun manusia yang hidup hari ini tidak harus mewarisi kebencian dari masa lalu. Karena Jepang hari ini bukan Jepang tahun 1942. Dan Indonesia hari ini bukan Indonesia tahun 1942. Dua bangsa yang pernah memiliki sejarah kelam, kini bisa berdiri bersama ketika menghadapi bencana. Mungkin inilah salah satu pelajaran paling menarik dari sejarah. Sejarah tidak berubah. Yang berubah adalah manusia yang hidup setelahnya. 84 tahun telah berlalu. Dulu, tentara Jepang datang membawa kekuasaan. Kini, mereka datang membawa bantuan. Dulu masyarakat berusaha menjauh. Kini mereka mengajak berfoto dan bahkan memberikan kelapa muda. Namun di tengah perubahan itu, satu hal jangan sampai hilang: jangan pernah melupakan sejarah. Karena berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakannya. Justru dengan mengingatnya, kita bisa memastikan bahwa sejarah kelam tidak perlu terulang kembali.

About