@malik_umair_460: Yes 🙌 @Malik_Umair_460_Live

Malik Umair
Malik Umair
Open In TikTok:
Region: PK
Sunday 13 September 2026 07:53:48 GMT
77766
11968
533
28

Music

Download

Comments

asia.ho.yr6
Asia bibi🧕 :
Koi to friendship ker lo yr.
2026-09-13 08:23:38
3
alishbaqueen.75
ALISHBA :
One day inshallah successful
2026-09-13 08:09:01
11
lahorekeho
★ Mafia Dress Style :
: One day inshallah successful house
2026-09-13 11:17:52
1
asadj360
Asad360🔥 :
Allah Pak Tumhen Kamyab kare
2026-09-13 07:59:02
8
minamkhan460
M_INAM_460 :
bussy log 🙄
2026-09-13 10:19:34
1
malik.ashiq353
Malik Ashiq :
is ma koi mazboti nahi ha
2026-09-13 09:47:30
2
shahzaib.gasoora4
Malik haider :
mashallah Bhai 🥰🥰🥰
2026-09-13 08:37:27
1
ayeshasharabi484
ayeshasharabi💯 :
MALIK 💔🥹🥹💔🥹😭🩹🇵🇰💍
2026-09-13 07:55:41
6
user4242803700815
عادل کھرل ✈️✨ :
bhai reply do minutes 😔 ma
2026-09-13 07:56:36
3
52423062370m
Shahzad4 :
Allah
2026-09-13 10:39:33
3
ahmadafzalgoraya
@ Ahmed Afzal Goraya 😎 :
umair bhai Allah pak ap ki ami jan ko lambi umar ata kre Ameen 🤲 reply me ameen zaror likhna Umair bhai
2026-09-13 11:26:33
1
sialshab896
Nk edits 05 :
hi
2026-09-13 07:57:42
1
adnantiwana6
✨Adnan tiwana💫 :
Mashallah Umair bhaia 💖💖🥰
2026-09-13 10:13:26
1
chhamzamarral1
👑Hamza چوہدری ❤️‍🔥 :
mashallah
2026-09-13 09:15:48
1
darinda.edits5
درندہ ایڈیٹر 🎭 :
love you Malik Umar 🥰🥰🥰 inshallah ❤️Malik Umar King 👑 of life 🧬
2026-09-13 10:10:02
1
lahorekeho
★ Mafia Dress Style :
One day inshallah
2026-09-13 11:17:39
1
adnantiwana6
✨Adnan tiwana💫 :
Mubrak ho umair bahi Allah Pak kamyiab krre Ameen 💖🤲💔
2026-09-13 10:14:09
1
hamzajutt2995
𝑇𝑎𝑙ℎ𝑎 𝐽𝑢𝑡𝑡 236 :
nice yar☺️
2026-09-13 08:04:28
1
zain.lashari39
😈Zain lashari 👑 :
mashallah 💕
2026-09-13 07:57:17
1
asadj360
Asad360🔥 :
Umar bhai aapse Milana Chahte Hain
2026-09-13 08:15:12
1
jamumair765
Umair 46 💯👑 :
nai yaar 😄😁
2026-09-13 07:58:37
1
yasirbloch804
Yasir Hameed 940 :
hava Malik sab🥰
2026-09-13 08:06:29
1
bz579baloch
B Z Baloch :
بھائی آپ نے گھر کو زمین سے توڑا اپر رکنا تھا کل کو گھر بیٹھ جاتے ہے بھائی
2026-09-13 08:27:20
1
shafiullahbaloch50
⚜️Wadera Shafi ⚜️ :
Masha Allah
2026-09-13 12:21:47
1
To see more videos from user @malik_umair_460, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di sebuah kampung yang jauh dari gemerlap kota, hiduplah seorang kiai sederhana. Orang-orang memanggilnya Kiai Kampung. Pakaiannya tidak selalu putih bersih, tangannya tidak selalu harum, bahkan telapak tangannya sering kasar karena bekerja. Tetapi di balik kesederhanaannya, ada ilmu dan keikhlasan yang membuat masyarakat begitu menghormatinya. Setiap pagi, ketika sebagian orang masih terlelap dalam tidurnya, sang kiai sudah bangun. Ia mengambil wudu, menunaikan salat Subuh, kemudian membaca Al-Qur’an beberapa ayat. Setelah itu ia tidak langsung duduk di kursi empuk atau menunggu murid datang. Ia justru mengambil cangkul dan berangkat menuju sawah. Pagi itu tanah masih basah oleh embun. Kiai tersebut berjalan menyusuri pematang sawah. Sesekali ia berhenti, mengambil lumpur dan rumput untuk dibawa pulang sebagai makanan ternaknya. Tangannya masuk ke dalam lumpur. Bajunya terkena tanah. Kakinya penuh lumpur. Orang yang melihat mungkin akan berkata, “Itu kiai kok pagi-pagi mencari lumpur dan mengurus ternak?” Tetapi sang kiai tidak pernah merasa rendah dengan pekerjaannya. Ia memahami bahwa mencari rezeki yang halal juga bagian dari ibadah. Allah berfirman: وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ “Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 105) Maka bagi sang kiai, mencangkul bukan sekadar mencangkul. Mencari rumput bukan sekadar mencari rumput. Memberi makan ternak bukan sekadar pekerjaan dunia. Semua itu ia niatkan agar keluarganya mendapatkan makanan dari rezeki yang halal dan agar ia dapat terus menghidupi perjuangannya mengajar agama. Menjelang siang, ia pulang dari sawah. Ia membersihkan tubuhnya, kemudian membantu keluarganya. Setelah itu ia kembali membuka kitab. Tidak banyak yang tahu bahwa tangan yang pagi tadi memegang cangkul, siangnya memegang kitab. Begitulah kehidupan seorang kiai kampung. Ia tidak hidup dari banyaknya pujian manusia. Ia hidup dari keyakinan bahwa Allah melihat setiap amal yang dikerjakan dengan ikhlas. Ketika sore mulai datang, anak-anak kampung mulai berdatangan. Ada yang membawa Al-Qur’an, ada yang membawa kitab kecil, ada pula yang datang hanya dengan pakaian sederhana. Sang kiai duduk di depan mereka. “Bismillah,” katanya. Kemudian ia mengajari mereka membaca Al-Qur’an. Kadang ada anak yang belum bisa membaca huruf hijaiyah. Kadang ada yang salah berkali-kali. Sang kiai tidak marah. Ia mengulanginya dengan sabar. Karena ia tahu, mungkin anak yang hari ini terbata-bata membaca Al-Qur’an, suatu hari nanti akan menjadi orang yang mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak yang lain. Rasulullah ﷺ bersabda: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) Malam pun tiba. Kampung mulai sunyi. Lampu-lampu rumah mulai menyala. Tetapi rumah sang kiai masih terdengar suara pengajian. Di sana, orang-orang tua datang belajar. Para pemuda duduk bersila. Anak-anak duduk di depan. Sang kiai membuka kitabnya. Padahal tubuhnya sudah lelah. Pagi ia bekerja di sawah. Siang mengurus keluarga dan ternak. Sore mengajar anak-anak. Malam mengajar masyarakat. Namun ia tidak banyak mengeluh. Sebab ia merasa hidupnya akan menjadi sia-sia jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Allah berfirman: وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-'Ankabut: 69) Mungkin namanya tidak terkenal di televisi. Mungkin tidak banyak orang dari luar kampung yang mengenalnya. #pecintaulama #ulama
Di sebuah kampung yang jauh dari gemerlap kota, hiduplah seorang kiai sederhana. Orang-orang memanggilnya Kiai Kampung. Pakaiannya tidak selalu putih bersih, tangannya tidak selalu harum, bahkan telapak tangannya sering kasar karena bekerja. Tetapi di balik kesederhanaannya, ada ilmu dan keikhlasan yang membuat masyarakat begitu menghormatinya. Setiap pagi, ketika sebagian orang masih terlelap dalam tidurnya, sang kiai sudah bangun. Ia mengambil wudu, menunaikan salat Subuh, kemudian membaca Al-Qur’an beberapa ayat. Setelah itu ia tidak langsung duduk di kursi empuk atau menunggu murid datang. Ia justru mengambil cangkul dan berangkat menuju sawah. Pagi itu tanah masih basah oleh embun. Kiai tersebut berjalan menyusuri pematang sawah. Sesekali ia berhenti, mengambil lumpur dan rumput untuk dibawa pulang sebagai makanan ternaknya. Tangannya masuk ke dalam lumpur. Bajunya terkena tanah. Kakinya penuh lumpur. Orang yang melihat mungkin akan berkata, “Itu kiai kok pagi-pagi mencari lumpur dan mengurus ternak?” Tetapi sang kiai tidak pernah merasa rendah dengan pekerjaannya. Ia memahami bahwa mencari rezeki yang halal juga bagian dari ibadah. Allah berfirman: وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ “Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 105) Maka bagi sang kiai, mencangkul bukan sekadar mencangkul. Mencari rumput bukan sekadar mencari rumput. Memberi makan ternak bukan sekadar pekerjaan dunia. Semua itu ia niatkan agar keluarganya mendapatkan makanan dari rezeki yang halal dan agar ia dapat terus menghidupi perjuangannya mengajar agama. Menjelang siang, ia pulang dari sawah. Ia membersihkan tubuhnya, kemudian membantu keluarganya. Setelah itu ia kembali membuka kitab. Tidak banyak yang tahu bahwa tangan yang pagi tadi memegang cangkul, siangnya memegang kitab. Begitulah kehidupan seorang kiai kampung. Ia tidak hidup dari banyaknya pujian manusia. Ia hidup dari keyakinan bahwa Allah melihat setiap amal yang dikerjakan dengan ikhlas. Ketika sore mulai datang, anak-anak kampung mulai berdatangan. Ada yang membawa Al-Qur’an, ada yang membawa kitab kecil, ada pula yang datang hanya dengan pakaian sederhana. Sang kiai duduk di depan mereka. “Bismillah,” katanya. Kemudian ia mengajari mereka membaca Al-Qur’an. Kadang ada anak yang belum bisa membaca huruf hijaiyah. Kadang ada yang salah berkali-kali. Sang kiai tidak marah. Ia mengulanginya dengan sabar. Karena ia tahu, mungkin anak yang hari ini terbata-bata membaca Al-Qur’an, suatu hari nanti akan menjadi orang yang mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak yang lain. Rasulullah ﷺ bersabda: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari) Malam pun tiba. Kampung mulai sunyi. Lampu-lampu rumah mulai menyala. Tetapi rumah sang kiai masih terdengar suara pengajian. Di sana, orang-orang tua datang belajar. Para pemuda duduk bersila. Anak-anak duduk di depan. Sang kiai membuka kitabnya. Padahal tubuhnya sudah lelah. Pagi ia bekerja di sawah. Siang mengurus keluarga dan ternak. Sore mengajar anak-anak. Malam mengajar masyarakat. Namun ia tidak banyak mengeluh. Sebab ia merasa hidupnya akan menjadi sia-sia jika hanya digunakan untuk dirinya sendiri. Allah berfirman: وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-'Ankabut: 69) Mungkin namanya tidak terkenal di televisi. Mungkin tidak banyak orang dari luar kampung yang mengenalnya. #pecintaulama #ulama

About