Nadri Sanudin :
Islam
Ahmadiyah
Al-Quran
Rasulullah
Imam Mahdi
Khilafah
Pustaka
Search
Imam Mahdi dan Masih Mau’ud
Home
Imam Mahdi dan Masih Mau’ud
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad – Imam Mahdi dan Masih Mau’ud
Semua agama memiliki nubuatan yang mengabarkan kedatangan sosok istimewa, yang akan datang sebagai pembaharu di akhir zaman. Pada 13 Februari 1835, di desa kecil India di Qadian, seorang bernama Hazrat Mirza Ghulam Ahmad(as) lahir. Beliau berasal dari keluarga yang terkemuka dan bangsawan. Lebih lanjut…
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dia-lah Yang telah membangkitkan di tengah-tengah bangsa yang buta huruf seorang rasul dari antara mereka, yang membacakan kepada mereka Tanda- tanda-Nya, dan mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah, walaupun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Dan, Dia akan membangkitkannya juga pada kaum lain dari antara mereka yang belum bertemu dengan mereka. Dan, Dia-lah Yang Maha Perkasa, Maha bijaksana.” (QS Al-Jumu’ah [2]: 3-4)
Abu Hurairah ra meriwayatkan:
“Kami sedang duduk-duduk dekat Nabi (Shallallahu alaihi wa sallam) ketika surah Al-Jumu’ah diturunkan kepada beliau. Para sahabat bertanya, siapa yang dimaksud dalam ayat itu? Di antara kami terdapat seorang yang bernama Salman Al-Farsi. Kemudian Rasulullah (shallallahu alaihi wa sallam) meletakkan tangannya ke atas pundak Salman seraya bersabda: “Jika iman telah terbang ke bintang Tsurayya, beberapa orang laki-laki atau seorang laki-laki diantara orang ini (asal Persia) akan mengambilnya kembali.” (Bukhari)
Kedatangan Rasulullah (shallallahu alaihi wa sallam) telah diumpamakan sebagai penampakan Allah Taala. Beliau merupakan cermin yang merefleksikan Sifat-Sifat Ilahi. Rasulullah (shallallahu alaihi wa sallam) adalah Al-Abd. Al-Qur’an menyebut beliau Abdullah (QS 72:20). Sedangkan untuk akhir zaman, Allah dengan rahmat-Nya mengutus kepada kita Hazrat Mirza Ghulam Ahmad – hamba sejati Rasulullah. Hasrat Mirza Ghulam Ahmad mendakwahkan diri sebagai Nabi Isa (Almasih) dan Imam Mahdi yang Dijanjikan. Mirza Ghulam Ahmad menyatakan diri sebagai metafora kedatangan kedatangan kedua kali Nabi Isa dari Nazareth.
(H)
2026-09-16 17:58:45