@hhh___305: #CapCut 🇸🇦🇸🇦🇸🇦💚💚

🌹❤حنين ❤🌹
🌹❤حنين ❤🌹
Open In TikTok:
Region: SA
Sunday 13 September 2026 10:45:17 GMT
4067
971
22
36

Music

Download

Comments

user7131725221212
🕊️ 🩶ام مريم 🩶🕊️ :
ربنا يحفظك يارب ياقلبي
2026-09-13 13:53:48
0
as.alotabi
Asseell :
2026-09-13 10:51:39
1
user1291081874153
🌹نـᥫ᭡ـۆر𓆩ٱڷهـᥫ᭡ـدي𓆩🌹🇪🇬 :
حبيبتي ربنا يحفظك ويحميك يا قمر❤️❤️
2026-09-13 13:13:31
1
8vvg_
ندى :
🕊️🤍
2026-09-13 21:33:28
0
To see more videos from user @hhh___305, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SEKDA DIY: KEISTIMEWAAN ADALAH AMANAH SEJARAH DAN TANGGUNG JAWAB MASA DEPAN Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mewakili Gubernur DIY menyampaikan pesan penting dalam penutupan Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UUK DIY) di Teras Malioboro Beskalan, Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema “Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad”, peringatan yang berlangsung selama 30 hari ini menjadi momentum untuk merefleksikan makna keistimewaan sekaligus memperkuat komitmen merawat nilai budaya dan jati diri Yogyakarta. Dalam sambutannya, Ni Made menegaskan bahwa keistimewaan DIY bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus dijaga untuk masa depan. “Keistimewaan DIY adalah amanah sejarah sekaligus tanggung jawab masa depan. Ia perlu dijaga dengan eling lan waspada,” kata Ni Made. Menurutnya, sikap eling dan waspada memiliki makna penting dalam perjalanan pembangunan Yogyakarta. Eling berarti senantiasa mengingat asal-usul, nilai, serta martabat budaya, sedangkan waspada mengingatkan masyarakat untuk menghadapi perubahan zaman yang bergerak cepat. “Dengan sikap itu, Yogyakarta dapat terus menapaki jalan pembangunan yang selaras antara kemajuan dan kebudayaan,” tandasnya. Sebagai informasi, rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pembukaan di Lapangan Paseban Bantul pada 15 Agustus 2026, dilanjutkan puncak peringatan di Balai Budaya Tamanmartani, Kabupaten Sleman, pada 31 Agustus 2026, dan ditutup di Teras Malioboro Beskalan. Selama 30 hari, sebanyak 298 kegiatan atau event turut memeriahkan peringatan 14 Tahun UUK DIY. Kegiatan tersebut menjangkau seluruh kabupaten dan kota hingga tingkat kalurahan di DIY. (mur/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Almurfi Syofyan Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #sejarah #budaya #jogja
SEKDA DIY: KEISTIMEWAAN ADALAH AMANAH SEJARAH DAN TANGGUNG JAWAB MASA DEPAN Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mewakili Gubernur DIY menyampaikan pesan penting dalam penutupan Memetri Kaistimewan 14 Tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UUK DIY) di Teras Malioboro Beskalan, Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema “Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad”, peringatan yang berlangsung selama 30 hari ini menjadi momentum untuk merefleksikan makna keistimewaan sekaligus memperkuat komitmen merawat nilai budaya dan jati diri Yogyakarta. Dalam sambutannya, Ni Made menegaskan bahwa keistimewaan DIY bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus dijaga untuk masa depan. “Keistimewaan DIY adalah amanah sejarah sekaligus tanggung jawab masa depan. Ia perlu dijaga dengan eling lan waspada,” kata Ni Made. Menurutnya, sikap eling dan waspada memiliki makna penting dalam perjalanan pembangunan Yogyakarta. Eling berarti senantiasa mengingat asal-usul, nilai, serta martabat budaya, sedangkan waspada mengingatkan masyarakat untuk menghadapi perubahan zaman yang bergerak cepat. “Dengan sikap itu, Yogyakarta dapat terus menapaki jalan pembangunan yang selaras antara kemajuan dan kebudayaan,” tandasnya. Sebagai informasi, rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pembukaan di Lapangan Paseban Bantul pada 15 Agustus 2026, dilanjutkan puncak peringatan di Balai Budaya Tamanmartani, Kabupaten Sleman, pada 31 Agustus 2026, dan ditutup di Teras Malioboro Beskalan. Selama 30 hari, sebanyak 298 kegiatan atau event turut memeriahkan peringatan 14 Tahun UUK DIY. Kegiatan tersebut menjangkau seluruh kabupaten dan kota hingga tingkat kalurahan di DIY. (mur/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Almurfi Syofyan Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #sejarah #budaya #jogja

About