@all_dzikri: 10 Juta Linkers: Ketika Manusia Menjadi Pusat Ekosistem 10 juta Linkers bukan hanya sebuah pencapaian angka. Di balik angka tersebut terdapat jutaan individu yang menjadi bagian dari sebuah visi: membangun ekosistem digital yang menempatkan manusia sebagai fondasi. Dalam dunia yang semakin dipenuhi AI, bot, dan identitas digital, kemampuan untuk membedakan antara manusia nyata dan entitas digital menjadi semakin penting. Konsep verified human membawa pendekatan berbeda. Identitas manusia menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan di dalam ekosistem digital. Perjalanan menuju 10 juta Linkers menunjukkan bahwa komunitas dapat menjadi kekuatan besar ketika teknologi dan manusia berkembang bersama. 10M Linkers bukan akhir perjalanan. Ini adalah awal dari babak yang lebih besar. #InterLink #ITLG #ITL

ALL DZIKRI
ALL DZIKRI
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 13 September 2026 15:26:35 GMT
113
4
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @all_dzikri, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pada peristiwa pembantaian anggota dan simpatisan PKI tahun 1965-1966, John Roosa, dalam bukunya Pretext for Mass Murder, mengajukan teori bahwa Gerakan 30 September (G30S) digunakan sebagai dalih oleh militer Indonesia untuk menghancurkan PKI dan merebut kekuasaan dari Soekarno. Menurut Roosa, CIA tidak terlibat langsung dalam pembantaian, tetapi diduga memberikan dukungan berupa informasi intelijen dan daftar target PKI kepada militer Indonesia. Dukungan ini memungkinkan tentara melancarkan kampanye anti-komunis yang brutal, dengan tujuan memperkuat dominasi militer dan mencegah kebangkitan ideologi komunis di masa depan. | Pada tahun 2017, CIA merilis dokumen yang mengonfirmasi keterlibatan Amerika Serikat dalam pembantaian anggota dan simpatisan PKI pada 1965-1966. CIA memberikan dukungan intelijen kepada militer Indonesia, termasuk daftar nama-nama target PKI, serta dukungan diplomatik dan logistik. Amerika Serikat, yang khawatir akan pengaruh komunis di bawah Soekarno, memandang militer yang dipimpin Soeharto sebagai sekutu strategis. Narasi resmi yang menyalahkan PKI atas peristiwa G30S juga dibentuk dengan bantuan AS, untuk membenarkan operasi militer anti-komunis yang berujung pada pembantaian massal tersebut. Referensi: - Roosa, John. Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’État in Indonesia. University of Wisconsin Press, 2006. -
Pada peristiwa pembantaian anggota dan simpatisan PKI tahun 1965-1966, John Roosa, dalam bukunya Pretext for Mass Murder, mengajukan teori bahwa Gerakan 30 September (G30S) digunakan sebagai dalih oleh militer Indonesia untuk menghancurkan PKI dan merebut kekuasaan dari Soekarno. Menurut Roosa, CIA tidak terlibat langsung dalam pembantaian, tetapi diduga memberikan dukungan berupa informasi intelijen dan daftar target PKI kepada militer Indonesia. Dukungan ini memungkinkan tentara melancarkan kampanye anti-komunis yang brutal, dengan tujuan memperkuat dominasi militer dan mencegah kebangkitan ideologi komunis di masa depan. | Pada tahun 2017, CIA merilis dokumen yang mengonfirmasi keterlibatan Amerika Serikat dalam pembantaian anggota dan simpatisan PKI pada 1965-1966. CIA memberikan dukungan intelijen kepada militer Indonesia, termasuk daftar nama-nama target PKI, serta dukungan diplomatik dan logistik. Amerika Serikat, yang khawatir akan pengaruh komunis di bawah Soekarno, memandang militer yang dipimpin Soeharto sebagai sekutu strategis. Narasi resmi yang menyalahkan PKI atas peristiwa G30S juga dibentuk dengan bantuan AS, untuk membenarkan operasi militer anti-komunis yang berujung pada pembantaian massal tersebut. Referensi: - Roosa, John. Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’État in Indonesia. University of Wisconsin Press, 2006. -"Declassified Documents Reveal CIA Role in 1965 Indonesian Massacre." The Guardian, October 18, 2017. #meme #kocak #sejarah

About