@ayeshweyeekyaw: အူယားစရာလေး #အောင်ဇမ္ဗူဇာတ်သဘင် #aungzabu #အောင်ဇမ္ဗူ #အငယ်

𝙰𝚢𝚎𝚂𝚑𝚠𝚎𝚈𝚎𝚎𝙺𝚢𝚊𝚠ᥫᩣ
𝙰𝚢𝚎𝚂𝚑𝚠𝚎𝚈𝚎𝚎𝙺𝚢𝚊𝚠ᥫᩣ
Open In TikTok:
Region: MM
Sunday 13 September 2026 16:52:19 GMT
64814
8866
109
337

Music

Download

Comments

alinthit238
Ahlin13🐿️ :
နောက်က တီးသူတွေကို သဘောကျ သီချင်းမရသေးမှန်းသိလို့ ဆရာဆိုတာကို တန်းဖွင့်ပြတာနော် ဆိုင်းကို မရပ်ချဘူး အတွဲညီညီပဲ
2026-09-14 10:25:18
20
usernamell90
Zin Mar :
အနောက်ကတန်းပြီး ဆရာ့အသံဖွင့်ပေးတာ connection မိတယ်နော်သူတို့အဖွဲ့😊😊🥰
2026-09-14 11:40:12
8
khaing.khaing5724
SWE KHAING WIN :
ငါ့ဖုန်း ဘာဖြစ်တာလဲပ အပေါ်ဆွဲလဲ သူ အောက်ဆွဲလဲဇဗူ လေးပဲ ကူညီကြပါအုန်း🥰
2026-09-14 14:20:35
4
usermonlay1250
Mon🍓 :
ညညဆိုသူကြည့်ပြီးအိပ်ပျော်တာနော်
2026-09-14 14:09:26
2
sugarburger11
𝕊𝕌𝔾𝔸ℝ ♡✨ :
သူက အဲ့လိုလုပ်လေ ငါ့မှာ ညတိုင်းအိမ်မက်ထဲထိ မက်နေတာဟေ့ မွေးမဲ့ကလေးက မိန်းကလေး ယောကျာ်းလေးသာဆို သူ့ရုပ်လေးထွက်မလားမသိ 😆😆🤭🤭
2026-09-14 14:58:03
2
pwintkhinkhin
Pwint Khin Khin :
အ့တာ ကတာလား
2026-09-14 15:04:02
0
shwe.zin8040
Min Thu Ta Family👪 :
ကိုစွမ်းစည်းပါကွာ
2026-09-14 12:31:17
0
user3p7kezmnto
ĎÃ ČĦÃÑ’ :
ချစ်စရာပါအေ😄
2026-09-14 00:52:04
2
pxue29
𝗣 :
ရရ ကိုလက်ဆောင်ပေးထားတဲ့သီချင်းနဲ့ တူနေတယ်နော်
2026-09-15 00:51:12
0
hlaingwinmay0
Hlaing Win May212 :
ချစ်စရာတကယ်ကောင်းတာ[Heartwarming][Heartwarming][Heartwarming]ဘယ်ခါမှန်းကိုမသိဘူး ထပ်ခါထပ်ခါကြည့်နေမိတာ ကြည့်မဝကိုဖစ်နေတာ
2026-09-14 08:36:51
5
dgrfhfcbhhnh5
Ei Shwe Zin Oo :
ဒီအကလေးပါ ကပြရင်တော့ ကျမတို့ သား စိတ်ပိုမချရတော့ဘူး ေ၀့
2026-09-14 05:35:26
5
tha.zin.myaing
THA ZIN MYAING :
ချစ်တာရီးငါမကျော်နိုင်တွေ့တိုင်းကြည့်တာ🥺💛💛💛
2026-09-14 13:04:17
4
khaai29250
𝙎𝙖𝙣𝙙𝙖𝙧 𝙩𝙪𝙣🥰🥰 :
စင်ပေါ်မှာဆိုအဲ့လိုအပြင်မှာကျသူမဟုတ်တဲ့အတိုင်းပဲအရမ်းသီငြိမ်😂😂😂🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-14 09:22:21
4
swezinthan1
Daw Swe Zin Than :
ချစ်မေတ္တာကြောင့်
2026-09-13 17:07:14
3
phyomama050
🍀Zin Ma Ma Htite🍀 :
ချစ်လိုက်တာကွာ🥰🥰
2026-09-14 04:44:18
2
ohmnonan
ohm nonan fan :
မသိဘူးတဲ့ ဟယ် ချစ်စရာ
2026-09-13 18:35:16
3
pu.tuu784
🌻7ABUသက်ထား🌻ဦးအေးနိုင်ချွေးမ :
သူအသံ အရင်ထွက်တော့ ရယ်တာကြီးက ချစ်စရာကြီး😂😁🥰🥰🥰
2026-09-14 23:01:14
1
anoelay4056
Noe🌻 :
အမယ်လေး သေပါပြီ 😭
2026-09-13 17:30:26
2
To see more videos from user @ayeshweyeekyaw, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 2 || Evan bahkan tak sudi menunggumu menenangkan diri. Tanpa sepatah kata pun, jemarinya terulur, menekan tombol pintu dari sampingmu dan membukanya paksa. Isyarat yang begitu jelas, begitu kej4m: kamu harus keluar sekarang juga. Dengan jemari bergetar dan dada yang membatu, kamu melangkah turun. Belum sempat kedua kakimu menapak sempurna di atas aspal dingin, pintu mobil itu dibant!ng keras dari dalam. Detik berikutnya, derum mesin meraung, dan mobil Evan melaju cepat—meninggalkanmu sendirian yang terpaku di tepi jalan yang gelap gulita. Merah lampu belakang mobilnya perlahan menghilang di telan kegelapan malam, sama seperti lenyapnya seluruh harapan yang pernah kamu pertaruhkan padanya. Kamu berdiri membatu di bawah remang lampu jalan yang berkedip redup. Angin malam yang men*suk tulang seolah ikut tertawa meratapi kebod*hanmu. Hati pria itu sebenarnya terbuat dari apa? Bagaimana bisa seseorang yang dulu begitu tenang dan pendiam, kini bertransformasi menjadi ibl!s tanpa hati nurani yang tega menel4ntarkanmu di tengah jalan sepi pada jam segini? Tak ada sedikit pun rasa iba, tak ada khawatir, tak ada manusia di dalam dirinya. Bagi Evan, kamu tak lebih dari sekadar barang bekas yang bisa dibuang di pinggir jalan kapan saja ia bosan. Rasa sesak itu mendadak naik dari dadamu, mengumpul di tenggorokan hingga terasa amat menyakitkan—sebuah sensasi tercekat yang memb4kar. Air mata yang sejak tadi kamu tahan meledak tanpa ampun. Tangismu pecah di tengah heningnya malam, begitu keras, begitu patetis, namun tak ada seorang pun di sana yang peduli. Kamu meremas dadamu sendiri yang terasa remuk tak berbentuk, mencoba menahan rasa sakit yang teramat sangat, tapi sia-sia. Hati dan harga dirimu telah diinjak-injak sampai tak berbekas. Tanpa opsi lain, kamu mulai melangkah. Pulang. Jalan kaki. Setiap pijakan kakimu terasa begitu berat, seolah kamu menyeret rantai besi yang amat tebal. Sepanjang jalan yang sepi, bayangan-bayangan masa lalu berputar kej4m di kepalamu—mengingatkanmu pada setiap kompromi yang kamu buat, setiap rasa sakit yang kamu maklumi, dan setiap detik yang kamu habiskan untuk mencintai pria yang bahkan tak menganggapmu manusia. Kamu menangis terisak-isak di sepanjang trotoar, menyeka air mata dengan lengan bajumu yang basah, sementara tenggorokanmu semakin sempit dan mengering oleh rasa nestapa. Malam itu, di bawah langit malam yang dingin, kamu tidak hanya berjalan pulang dengan tubuh yang kelelahan. Kamu berjalan menyusuri kegelapan sembari membawa bangk4i jiwamu sendiri—menyadari kenyataan paling pahit bahwa orang yang paling kamu cintai adalah orang yang paling tega membun*hmu tanpa menyentuhmu sama sekali. +sl, bantu clink guys biar kedepannya makin semangatt #pov #evan #sadending
POV 2 || Evan bahkan tak sudi menunggumu menenangkan diri. Tanpa sepatah kata pun, jemarinya terulur, menekan tombol pintu dari sampingmu dan membukanya paksa. Isyarat yang begitu jelas, begitu kej4m: kamu harus keluar sekarang juga. Dengan jemari bergetar dan dada yang membatu, kamu melangkah turun. Belum sempat kedua kakimu menapak sempurna di atas aspal dingin, pintu mobil itu dibant!ng keras dari dalam. Detik berikutnya, derum mesin meraung, dan mobil Evan melaju cepat—meninggalkanmu sendirian yang terpaku di tepi jalan yang gelap gulita. Merah lampu belakang mobilnya perlahan menghilang di telan kegelapan malam, sama seperti lenyapnya seluruh harapan yang pernah kamu pertaruhkan padanya. Kamu berdiri membatu di bawah remang lampu jalan yang berkedip redup. Angin malam yang men*suk tulang seolah ikut tertawa meratapi kebod*hanmu. Hati pria itu sebenarnya terbuat dari apa? Bagaimana bisa seseorang yang dulu begitu tenang dan pendiam, kini bertransformasi menjadi ibl!s tanpa hati nurani yang tega menel4ntarkanmu di tengah jalan sepi pada jam segini? Tak ada sedikit pun rasa iba, tak ada khawatir, tak ada manusia di dalam dirinya. Bagi Evan, kamu tak lebih dari sekadar barang bekas yang bisa dibuang di pinggir jalan kapan saja ia bosan. Rasa sesak itu mendadak naik dari dadamu, mengumpul di tenggorokan hingga terasa amat menyakitkan—sebuah sensasi tercekat yang memb4kar. Air mata yang sejak tadi kamu tahan meledak tanpa ampun. Tangismu pecah di tengah heningnya malam, begitu keras, begitu patetis, namun tak ada seorang pun di sana yang peduli. Kamu meremas dadamu sendiri yang terasa remuk tak berbentuk, mencoba menahan rasa sakit yang teramat sangat, tapi sia-sia. Hati dan harga dirimu telah diinjak-injak sampai tak berbekas. Tanpa opsi lain, kamu mulai melangkah. Pulang. Jalan kaki. Setiap pijakan kakimu terasa begitu berat, seolah kamu menyeret rantai besi yang amat tebal. Sepanjang jalan yang sepi, bayangan-bayangan masa lalu berputar kej4m di kepalamu—mengingatkanmu pada setiap kompromi yang kamu buat, setiap rasa sakit yang kamu maklumi, dan setiap detik yang kamu habiskan untuk mencintai pria yang bahkan tak menganggapmu manusia. Kamu menangis terisak-isak di sepanjang trotoar, menyeka air mata dengan lengan bajumu yang basah, sementara tenggorokanmu semakin sempit dan mengering oleh rasa nestapa. Malam itu, di bawah langit malam yang dingin, kamu tidak hanya berjalan pulang dengan tubuh yang kelelahan. Kamu berjalan menyusuri kegelapan sembari membawa bangk4i jiwamu sendiri—menyadari kenyataan paling pahit bahwa orang yang paling kamu cintai adalah orang yang paling tega membun*hmu tanpa menyentuhmu sama sekali. +sl, bantu clink guys biar kedepannya makin semangatt #pov #evan #sadending

About