@mayyaaspam:

mayyaaspam
mayyaaspam
Open In TikTok:
Region: US
Monday 14 September 2026 02:36:47 GMT
23768
3296
15
94

Music

Download

Comments

_drizzydrake00
murrdaaa_ :
Do you do this everyday or?
2026-09-14 02:56:40
5
missunicorntings
missunicorntings :
I miss you my queen.I love when i see you in my fyp
2026-09-14 08:04:08
1
bumbooclatte
️ :
what’s the lotion?
2026-09-14 05:32:41
2
barbiex05555
💋 :
What’s the lip combo it’s so pretty😩💋
2026-09-14 05:54:28
1
wfw_safii
Safiii :
BONNET
2026-09-14 02:55:42
1
ricchluva
RR :
I love you 💕
2026-09-14 04:17:17
0
anis.ahmed9819
Anis Ahmed :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-14 06:17:25
0
bourahimasawadog6
Bourahima Sawadogo :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-14 03:06:41
0
simanny_3
simanny :
😍😍😍😍😍😍😍😍
2026-09-14 02:49:11
0
ki.myas
Kim’s :
😍😍😍
2026-09-14 02:39:11
0
nfa_wocky
NFA_WOCKY :
🥰🥰🥰
2026-09-14 03:31:51
0
To see more videos from user @mayyaaspam, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Teror Hantu Semangka ‼️ Posisiku masih rebahan di sofa, tubuh belum sepenuhnya sadar setelah tertidur. Suara hujan masih deras di luar, sementara televisi menyala redup menjadi satu-satunya cahaya di ruang tamu. Kakiku terasa dingin… lalu ada sesuatu yang menyentuhnya— licin… dingin… seperti kulit buah yang basah. Aku tersentak, jantung langsung berdegup kencang. Tanpa pikir panjang, aku melompat dari sofa dan menoleh ke arah lantai. Dan di sana… sosok itu masih berdiri. Entitas berbentuk semangka dengan kaki kurus dan tangan seperti biji panjang. Ia menatapku tanpa mata, namun aku bisa merasakan tatapannya. Awalnya sunyi. Lalu— “hihihihi…” Suara tawa itu pecah… kecil… lalu berubah menjadi lebih jelas. Tawanya terdengar aneh… seperti suara buah yang retak, bercampur gema yang menusuk telinga. “Hahaha… kamu… kaget…” Aku mundur selangkah. Nafasku mulai tidak teratur. Lampu tiba-tiba berkedip. Gelap… terang… gelap… Di setiap kedipan, sosok itu terasa semakin dekat. Tawanya terus berulang, semakin jelas— “hihihihi… hahaha…” Dan saat lampu akhirnya padam sepenuhnya… Tawa itu berhenti. Digantikan oleh satu bisikan dingin tepat di telingaku— “Sekarang… giliran kamu…” Aku terdiam. Tubuhku kaku. Aku bahkan tidak bisa menoleh. Lalu— Aku terbangun. Aku terbangun dengan napas tersengal. Jantungku masih berdetak kencang, keringat dingin membasahi pelipis. Aku langsung menoleh ke sekeliling. Sofa, televisi yang masih menyala, dan suara hujan di luar—semuanya tampak normal. Aku menghela napas lega. “Aah… untungnya itu hanya mimpi…” Aku kembali bersandar, mencoba menenangkan diri. Rasa takut perlahan mereda. Namun… Aku mengernyit. Ada yang aneh. Aroma itu… Manis. Segar. Seperti buah semangka yang matang—menyebar memenuhi seluruh ruangan. Aku langsung menegakkan tubuh. Mataku menyapu setiap sudut ruangan. Kosong. Tidak ada siapa-siapa. Tapi aroma itu semakin kuat. Bukan dari dapur. Bukan dari jendela. Melainkan… Dari dekatku. Aku menunduk perlahan, menatap lantai di samping sofa. Dan di sana— Tertinggal satu jejak kecil basah… berwarna merah. Aku membeku. Hujan di luar tiba-tiba terdengar semakin keras. Lalu… dari kegelapan ruangan… terdengar suara sangat pelan— “Kamu… belum bangun…” Lampu berkedip sekali. Dan di sudut ruangan… bayangan bulat itu kembali berdiri.  ——————— Yuk mampir ke showcase ku! 👻 Aksesoris printilan horor unik, murah tapi tetap keren 💀✨ Cocok buat kamu yang suka vibe seram tapi estetik 🔥 #horrormedia #tiktokhoror #horrorstory #semangka #watwemelon
Teror Hantu Semangka ‼️ Posisiku masih rebahan di sofa, tubuh belum sepenuhnya sadar setelah tertidur. Suara hujan masih deras di luar, sementara televisi menyala redup menjadi satu-satunya cahaya di ruang tamu. Kakiku terasa dingin… lalu ada sesuatu yang menyentuhnya— licin… dingin… seperti kulit buah yang basah. Aku tersentak, jantung langsung berdegup kencang. Tanpa pikir panjang, aku melompat dari sofa dan menoleh ke arah lantai. Dan di sana… sosok itu masih berdiri. Entitas berbentuk semangka dengan kaki kurus dan tangan seperti biji panjang. Ia menatapku tanpa mata, namun aku bisa merasakan tatapannya. Awalnya sunyi. Lalu— “hihihihi…” Suara tawa itu pecah… kecil… lalu berubah menjadi lebih jelas. Tawanya terdengar aneh… seperti suara buah yang retak, bercampur gema yang menusuk telinga. “Hahaha… kamu… kaget…” Aku mundur selangkah. Nafasku mulai tidak teratur. Lampu tiba-tiba berkedip. Gelap… terang… gelap… Di setiap kedipan, sosok itu terasa semakin dekat. Tawanya terus berulang, semakin jelas— “hihihihi… hahaha…” Dan saat lampu akhirnya padam sepenuhnya… Tawa itu berhenti. Digantikan oleh satu bisikan dingin tepat di telingaku— “Sekarang… giliran kamu…” Aku terdiam. Tubuhku kaku. Aku bahkan tidak bisa menoleh. Lalu— Aku terbangun. Aku terbangun dengan napas tersengal. Jantungku masih berdetak kencang, keringat dingin membasahi pelipis. Aku langsung menoleh ke sekeliling. Sofa, televisi yang masih menyala, dan suara hujan di luar—semuanya tampak normal. Aku menghela napas lega. “Aah… untungnya itu hanya mimpi…” Aku kembali bersandar, mencoba menenangkan diri. Rasa takut perlahan mereda. Namun… Aku mengernyit. Ada yang aneh. Aroma itu… Manis. Segar. Seperti buah semangka yang matang—menyebar memenuhi seluruh ruangan. Aku langsung menegakkan tubuh. Mataku menyapu setiap sudut ruangan. Kosong. Tidak ada siapa-siapa. Tapi aroma itu semakin kuat. Bukan dari dapur. Bukan dari jendela. Melainkan… Dari dekatku. Aku menunduk perlahan, menatap lantai di samping sofa. Dan di sana— Tertinggal satu jejak kecil basah… berwarna merah. Aku membeku. Hujan di luar tiba-tiba terdengar semakin keras. Lalu… dari kegelapan ruangan… terdengar suara sangat pelan— “Kamu… belum bangun…” Lampu berkedip sekali. Dan di sudut ruangan… bayangan bulat itu kembali berdiri. ——————— Yuk mampir ke showcase ku! 👻 Aksesoris printilan horor unik, murah tapi tetap keren 💀✨ Cocok buat kamu yang suka vibe seram tapi estetik 🔥 #horrormedia #tiktokhoror #horrorstory #semangka #watwemelon

About