@un1cornpr1ncess11: love this remix

evln
evln
Open In TikTok:
Region: NZ
Monday 14 September 2026 04:00:13 GMT
189469
39413
49
1325

Music

Download

Comments

un1cornpr1ncess11
evln :
why is my whole comment section japanese
2026-09-17 07:33:40
0
mio02948
みお🌰🛜 :
あかん全部がかわよい
2026-09-16 09:33:56
59
elishawuu
elisha :
konichiwa to everyone too
2026-09-17 08:09:00
1
assssss929
ass :
omg,u look like angel
2026-09-16 06:28:40
27
_inanuq
寅 :
japanese?
2026-09-16 13:33:01
1
5hzz__qx
￴ :
かわいい
2026-09-15 17:54:40
21
user3172419937819
🐮アサファ🧀パウエル🐝 :
あかんばりかわいいやん
2026-09-16 07:13:04
6
aihamieda
えへ :
絵結婚してよ
2026-09-16 17:51:37
0
mangalashesh
◯ :
つけまどこのですか
2026-09-16 10:49:32
2
r9xl3f
っ ̫ ᴗ^ :
がちかわいい
2026-09-16 07:51:08
5
ao_iy.12
湯婆婆. :
らな感ある
2026-09-15 23:48:44
0
you.sh10
166 :
너무 이뻐ㅠㅜ
2026-09-16 23:24:59
2
allegras.main
A :
Ur so gorg
2026-09-14 04:53:58
7
_sr7z7
さり :
えぐいどタイプぶっ刺さりました
2026-09-16 12:13:06
1
mugimugi0105
. :
かわいすぎ
2026-09-16 08:43:29
1
user4932697777216
☆阿修羅★ :
超可愛い
2026-09-15 20:52:40
1
iyvwu
ivy :
hi
2026-09-14 11:00:22
2
._.mog1
._.mog1 :
大好き
2026-09-15 14:33:19
1
user81958855010086
かきくけこ🍎🍭💙 :
cute!!
2026-09-15 08:23:08
49
user4223105518634
user4223105518634 :
Very
2026-09-15 00:09:16
1
3liqxv
￴ ￴ ￴ :
loveeeeeee
2026-09-15 23:33:19
1
oph714
ちょろろ :
2026-09-17 05:49:04
0
pink05162
O🩷 :
はかわいい
2026-09-17 07:08:29
0
htnkaya
•𝕳𝖙𝖓 𝖐𝖆𝖞𝖆• :
2026-09-16 17:59:11
0
car_ol26
cara :
2026-09-16 15:47:04
0
To see more videos from user @un1cornpr1ncess11, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov  ipar 9 “Mas Evan… aku hamil.” Aktivitasnya seketika terhenti. Jari-jarinya yang tadi sibuk mengetik di atas keyboard berhenti begitu saja. Tatapannya yang semula tertuju pada layar laptop kini sepenuhnya beralih kepadamu. “Benaran?” Ada nada tak percaya sekaligus bahagia dalam suaranya. Evan bangkit dari kursinya, kemudian mendekat dan menarikmu ke dalam pelukannya. Tangannya mengusap rambutmu perlahan, seolah sedang memastikan bahwa semua yang baru saja didengarnya bukan sekadar mimpi. “Sayang… kita berhasil.” Ucapannya terdengar tenang, tetapi senyum di wajahnya tak bisa disembunyikan. Kau justru terdiam di dalam pelukannya. “Mas…” “Hm?” “Aku takut…” Seketika Evan melepaskan pelukannya sedikit. Ia menatap wajahmu dengan serius. “Takut apa?” Kau menunduk. “Takut semuanya akan tahu.” Ada jeda cukup lama. “Ini bakal jadi masalah besar, Mas,” ucapmu lirih. Evan menghela napas pelan. “Tidak akan.” “Tapi—” “Walaupun Novi juga sedang mengandung, saya pastikan anak kita yang akan menjadi pewaris keluarga ini.” Kau langsung menggeleng. “Bukan masalah pewaris atau bukan, Mas…” Tatapanmu mulai berubah gelisah. “Masalahnya… bagaimana dengan istri kamu?” Evan terdiam. Ia kemudian meraih kedua tanganmu dan menggenggamnya erat. Tubuhnya sedikit membungkuk agar posisi kalian sejajar. “Dan bagaimana dengan Xavier, suamimu?” Matamu melebar. Nama itu. Xavier. Selama ini kau hampir tidak pernah memikirkannya. Dialah yang menjadi awal dari semua kekacauan ini, tetapi justru karena itulah keberadaan Xavier terasa seperti sesuatu yang semakin sulit untuk diabaikan. Namun, yang paling memenuhi pikiranmu tetap satu. Karin. Istri Evan. “Jadi…” Evan kembali bertanya, kali ini dengan nada lebih serius. “Kamu mau apa sekarang, sayang?” Kau tak menjawab. “Mau saya nikahin kamu?” Kau mendongak. “Atau saya ceraikan Karin?” “Mas Evan!” Dadanya seolah ikut sesak melihatmu panik. Evan memang seperti itu. Ia tidak pernah setengah-setengah dalam mengambil keputusan. Kalau kau mengatakan iya, mungkin malam itu juga ia akan benar-benar melakukannya. “Ck.” Evan menyandarkan tubuhnya ke meja. “Buat apa saya pertahankan Karin?” Nada suaranya berubah dingin. “Dia bukan istri yang baik.” Kau hanya diam. “Dia berselingkuh sampai punya anak dengan pria lain. Dan bodohnya, saya baru tahu semuanya belakangan.” Rahang Evan mengeras. “Kalau bukan karena ancaman ayahnya, mungkin saya sudah lama menceraikannya.” Kau semakin tak mampu berkata-kata. Semuanya terasa terlalu besar. Kehamilanmu. Karin. Xavier. Bahkan keluarga besar Evan yang sama sekali belum mengetahui bahwa ada satu rahasia besar yang sedang tumbuh di dalam tubuhmu. Dan untuk pertama kalinya, kau sadar… bukan hanya dirimu yang sedang mempertaruhkan segalanya. —— Malam itu, meja makan keluarga terasa lebih ramai dari biasanya. Semua anggota keluarga berkumpul. Kau duduk di samping Evan, berusaha bersikap senormal mungkin meskipun jantungmu terus berdebar. “Oh iya, Vin.” Mami Sekar tiba-tiba membuka pembicaraan. “Tadi Mami sama Novi pergi ke dokter kandungan.” Kavin, suami Novi, segera menoleh. “Oh, ya? Baguslah.” Jawabannya singkat. Mami Sekar tersenyum. “Dan kata dokter, anaknya Novi laki-laki.” Seketika suasana meja makan berubah. Hening. Kau menahan napas. Evan yang berada di sebelahmu pun ikut diam selama beberapa detik. Kemudian ia berkata dengan tenang, “Itu baru prediksi medis. Belum tentu nanti anaknya laki-laki.” Mami Sekar langsung menatapnya. “Evan, kok kamu ngomong begitu? Seharusnya kamu ikut doain dong supaya bayinya Novi nanti laki-laki.” Evan hanya mengangkat bahu. “Ya, saya cuma membicarakan fakta.” Nada suaranya datar. Namun kemudian tatapannya evan beralih kepada Novi. “Oh iya, saya lupa mau bertanya sesuatu kepada kamu, Novi.” Novi mengangkat wajah. “Tanya apa, Mas?” Evan tersenyum tipis. “Kalau saya tanya, kamu mau jawab?” Novi tertawa kecil, meskipun terlihat sedikit gugup. “Ya… aku bakal jawab.” Evan menyandarkan punggungnya ke kursi. “Anak yang kamu kandung…” Ia berhenti sebentar. Tatapannya tepat mengarah kepada Novi. “…apa benar anak Kavin?” #evan #heeseung #fyp #heeseungpov
#pov ipar 9 “Mas Evan… aku hamil.” Aktivitasnya seketika terhenti. Jari-jarinya yang tadi sibuk mengetik di atas keyboard berhenti begitu saja. Tatapannya yang semula tertuju pada layar laptop kini sepenuhnya beralih kepadamu. “Benaran?” Ada nada tak percaya sekaligus bahagia dalam suaranya. Evan bangkit dari kursinya, kemudian mendekat dan menarikmu ke dalam pelukannya. Tangannya mengusap rambutmu perlahan, seolah sedang memastikan bahwa semua yang baru saja didengarnya bukan sekadar mimpi. “Sayang… kita berhasil.” Ucapannya terdengar tenang, tetapi senyum di wajahnya tak bisa disembunyikan. Kau justru terdiam di dalam pelukannya. “Mas…” “Hm?” “Aku takut…” Seketika Evan melepaskan pelukannya sedikit. Ia menatap wajahmu dengan serius. “Takut apa?” Kau menunduk. “Takut semuanya akan tahu.” Ada jeda cukup lama. “Ini bakal jadi masalah besar, Mas,” ucapmu lirih. Evan menghela napas pelan. “Tidak akan.” “Tapi—” “Walaupun Novi juga sedang mengandung, saya pastikan anak kita yang akan menjadi pewaris keluarga ini.” Kau langsung menggeleng. “Bukan masalah pewaris atau bukan, Mas…” Tatapanmu mulai berubah gelisah. “Masalahnya… bagaimana dengan istri kamu?” Evan terdiam. Ia kemudian meraih kedua tanganmu dan menggenggamnya erat. Tubuhnya sedikit membungkuk agar posisi kalian sejajar. “Dan bagaimana dengan Xavier, suamimu?” Matamu melebar. Nama itu. Xavier. Selama ini kau hampir tidak pernah memikirkannya. Dialah yang menjadi awal dari semua kekacauan ini, tetapi justru karena itulah keberadaan Xavier terasa seperti sesuatu yang semakin sulit untuk diabaikan. Namun, yang paling memenuhi pikiranmu tetap satu. Karin. Istri Evan. “Jadi…” Evan kembali bertanya, kali ini dengan nada lebih serius. “Kamu mau apa sekarang, sayang?” Kau tak menjawab. “Mau saya nikahin kamu?” Kau mendongak. “Atau saya ceraikan Karin?” “Mas Evan!” Dadanya seolah ikut sesak melihatmu panik. Evan memang seperti itu. Ia tidak pernah setengah-setengah dalam mengambil keputusan. Kalau kau mengatakan iya, mungkin malam itu juga ia akan benar-benar melakukannya. “Ck.” Evan menyandarkan tubuhnya ke meja. “Buat apa saya pertahankan Karin?” Nada suaranya berubah dingin. “Dia bukan istri yang baik.” Kau hanya diam. “Dia berselingkuh sampai punya anak dengan pria lain. Dan bodohnya, saya baru tahu semuanya belakangan.” Rahang Evan mengeras. “Kalau bukan karena ancaman ayahnya, mungkin saya sudah lama menceraikannya.” Kau semakin tak mampu berkata-kata. Semuanya terasa terlalu besar. Kehamilanmu. Karin. Xavier. Bahkan keluarga besar Evan yang sama sekali belum mengetahui bahwa ada satu rahasia besar yang sedang tumbuh di dalam tubuhmu. Dan untuk pertama kalinya, kau sadar… bukan hanya dirimu yang sedang mempertaruhkan segalanya. —— Malam itu, meja makan keluarga terasa lebih ramai dari biasanya. Semua anggota keluarga berkumpul. Kau duduk di samping Evan, berusaha bersikap senormal mungkin meskipun jantungmu terus berdebar. “Oh iya, Vin.” Mami Sekar tiba-tiba membuka pembicaraan. “Tadi Mami sama Novi pergi ke dokter kandungan.” Kavin, suami Novi, segera menoleh. “Oh, ya? Baguslah.” Jawabannya singkat. Mami Sekar tersenyum. “Dan kata dokter, anaknya Novi laki-laki.” Seketika suasana meja makan berubah. Hening. Kau menahan napas. Evan yang berada di sebelahmu pun ikut diam selama beberapa detik. Kemudian ia berkata dengan tenang, “Itu baru prediksi medis. Belum tentu nanti anaknya laki-laki.” Mami Sekar langsung menatapnya. “Evan, kok kamu ngomong begitu? Seharusnya kamu ikut doain dong supaya bayinya Novi nanti laki-laki.” Evan hanya mengangkat bahu. “Ya, saya cuma membicarakan fakta.” Nada suaranya datar. Namun kemudian tatapannya evan beralih kepada Novi. “Oh iya, saya lupa mau bertanya sesuatu kepada kamu, Novi.” Novi mengangkat wajah. “Tanya apa, Mas?” Evan tersenyum tipis. “Kalau saya tanya, kamu mau jawab?” Novi tertawa kecil, meskipun terlihat sedikit gugup. “Ya… aku bakal jawab.” Evan menyandarkan punggungnya ke kursi. “Anak yang kamu kandung…” Ia berhenti sebentar. Tatapannya tepat mengarah kepada Novi. “…apa benar anak Kavin?” #evan #heeseung #fyp #heeseungpov

About