@piuskirui3:

Pkk
Pkk
Open In TikTok:
Region: KE
Monday 14 September 2026 08:04:21 GMT
4255
910
17
26

Music

Download

Comments

user3658246598687
Machembe Matchembe🇰🇪 :
Naked truth
2026-11-04 19:04:30
0
unyama25
another Chance :
Bring us an update of Angola revival please!!
2026-10-26 17:20:38
1
petermusimbi166
Wakamila P :
very shocking revelation.
2026-11-02 06:53:56
0
keybay70
keybay :
This video should be played on every Sunday service.
2026-11-02 07:22:38
0
user5727706629615
Antonio tonnie :
very true
2026-10-22 17:54:03
0
sheillamatagaro
Tr.Sheilla 💞😍 :
amen
2026-09-30 20:25:21
0
rosa.lumaraher.so
ROSA LUMARA/HER SON(JOYCE) :
🥰
2026-11-01 02:14:18
0
frederickjuma012
Captain TJ ondego :
Amen
2026-09-14 20:17:12
0
tashachepngeno673
🪄✨️Tãshà🥼💉🪡 :
🥹🥹🤲
2026-10-15 16:26:30
1
rongareagan
Rongareagan :
🙏🙏🙏
2026-10-20 13:25:29
0
francisshihafu
Francis Shihafu :
🥰🥰🥰
2026-09-14 10:26:58
0
francismokua32
Pst Francis :
[Fire][Fire][Fire]
2026-10-14 04:57:02
0
rachelkuya
the Lord is my shepherd Rachel :
🙏🙏🙏
2026-09-23 18:35:21
0
user1653037374343
user1653037374343 :
🥰🥰🥰
2026-09-15 18:43:24
0
scovia.joyce7
scovia/ joyce :
❤️❤️❤️
2026-10-15 19:04:43
0
peninnaongochea59
Penny@Tal :
😭😭
2026-11-02 20:44:22
0
To see more videos from user @piuskirui3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap,  penuh keputusasaan yang mencekam, dan membuatku menangis terisak sendirian di lorong rumah sakit tanpa tahu harus berbuat apa lagi, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku bener-bener pusing setengah mati memikirkan dan mencarikan obat darah tinggi untuk mertuaku, yang tensinya sempat tembus di angka mengerikan 215/141, dan kemarin baru saja menjalani operasi besar setelah kondisinya kritis! Semua ketenangan keluarga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali mertuaku ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles.  Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek biasa, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran orang tua doang, nanti juga hilang sendiri.” Paling banter beliau cuma dibiarkan tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang ditumpuk beliau tiap hari tanpa pernah mau dinasihati. Bapak mertuaku hobi banget begadang sampai subuh demi nonton TV, menampung stres pikiran sendiri tanpa mau cerita, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, jeroan, dan makanan bersantan tanpa peduli batasan usia. Kami selalu mikir tubuhnya bakal kuat menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di rumah.  Panik setengah mati, kami membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh keputusasaan yang mencekam, dan membuatku menangis terisak sendirian di lorong rumah sakit tanpa tahu harus berbuat apa lagi, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku bener-bener pusing setengah mati memikirkan dan mencarikan obat darah tinggi untuk mertuaku, yang tensinya sempat tembus di angka mengerikan 215/141, dan kemarin baru saja menjalani operasi besar setelah kondisinya kritis! Semua ketenangan keluarga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali mertuaku ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek biasa, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran orang tua doang, nanti juga hilang sendiri.” Paling banter beliau cuma dibiarkan tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang ditumpuk beliau tiap hari tanpa pernah mau dinasihati. Bapak mertuaku hobi banget begadang sampai subuh demi nonton TV, menampung stres pikiran sendiri tanpa mau cerita, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, jeroan, dan makanan bersantan tanpa peduli batasan usia. Kami selalu mikir tubuhnya bakal kuat menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di rumah. Panik setengah mati, kami membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak di angka krisis ekstrem 215/141! Pembuluh darahnya sudah pecah dan nyawanya di ambang bahaya!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil tim dokter bedah. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Pasien mengalami Hipertensi Kritis Maligna yang memecahkan pembuluh darah di otaknya! Harus darurat dioperasi sekarang juga untuk menyelamatkan nyawanya!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Rumah tangga kami berubah jadi penjara penderitaan: mertua terbaring lemah pasca-operasi besar, tabungan ludes terkuras habis untuk biaya medis yang tidak sedikit, dan aku terjebak dalam kebingungan luar biasa harus mencari obat ke sana ke mari demi kelangsungan hidupnya. #viral #fyp #darahtinggi #tekanandarahtinggi #hipertensi

About