@ibrahim_amazon_official: بەزمی بەزم بەشی (1) ڵایکو فۆڵۆ لە بیر مەکە

ibrahim
ibrahim
Open In TikTok:
Region: IQ
Monday 14 September 2026 10:01:06 GMT
102537
3761
38
391

Music

Download

Comments

omed_be_xuda23
chray_hidayat :
بةشي تر 😂
2026-09-14 10:41:03
2
gardii43
NNN :
به شى تر
2026-09-15 14:12:06
1
hamay_uk05
HAMA UK🇬🇧 :
بەشی دو
2026-09-14 10:27:56
1
nawaf3470
Nawaf :
به شى دوو
2026-09-14 10:30:48
1
sarkawtfazil
sarkawtfazil :
2
2026-09-15 10:26:00
1
jazahassan385
jaza :
هەرکەسێک درۆبکابەختی هەرباشەبێ.بەڵام لەڕۆژی قیامەت ڕووڕەشەبێ
2026-09-15 11:41:33
0
kuratalabany5
Kura Talabany :
😂❤️
2026-09-14 12:52:44
0
karwanhasan09
Karwan Hasan830 :
😁😁😂😂😂😂😂
2026-10-08 08:25:26
0
dayk.muhamad02
regay rast :
😂😂😂
2026-09-18 12:07:04
0
azad.osman5
azad osman :
😂😂😂
2026-09-21 21:30:19
0
shahram.goran9
shahram.goran :
🥰🥰🥰
2026-09-16 10:42:03
0
xoshnaw.1450
Xoshnaw :
🥰🥰🥰
2026-09-15 13:45:05
0
user86810613654298
هیشام شێروانی :
😁😁😁
2026-09-14 22:12:53
0
user706041544
یوسف کرکوکی :
[قلب أحمر][قلب أحمر][قلب أحمر]
2026-09-15 13:31:24
0
rumaysa.yousif
Rumaysa Yousif :
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
2026-09-15 21:21:15
0
ahmad.yousefi94
ahmad yousefi :
👏👏👏👏👏👏
2026-09-17 20:09:26
0
hano.m..hussen
Hano Kungfu :
😂😂😂
2026-09-15 10:12:13
0
alialwande5
Ali Alwande :
😁😁😁😁
2026-09-15 08:27:04
0
u1526374027
ابو حنين العزاوي :
[دموع الفرح][دموع الفرح][دموع الفرح]
2026-09-15 02:58:48
0
user4950613213377
بـرهـان شـریف :
😂😂😂
2026-09-18 19:45:48
0
gull.bahar000
᷂گوڵ ᷂بەهار♥️، :
😁😁😁😁😂😂😂
2026-09-14 20:59:04
0
saed.ch1
saed CH :
😂😂😂
2026-09-14 20:25:53
0
dust.y.runaky
Dust Y Runaky :
😍😍😍
2026-09-14 17:52:09
0
kurakae_mala23
🖤RASHA :
😂😂😂😂
2026-09-14 15:29:49
0
galai_payz12
گەڵای پایز :
❤️❤️❤️
2026-09-14 10:12:17
0
To see more videos from user @ibrahim_amazon_official, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membuka kemungkinan perubahan sistem kenaikan kelas mulai tahun ajaran 2027. Dalam skema yang sedang dikaji, siswa tidak lagi otomatis naik ke kelas berikutnya setelah menyelesaikan satu tahun pembelajaran. Wacana tersebut muncul setelah Dewan Pendidikan merekomendasikan agar mekanisme kenaikan kelas dibuat lebih selektif. Kemendikdasmen kini mempertimbangkan rekomendasi itu dengan melibatkan kajian akademik dan pandangan para ahli. ”Kalau ini disetujui dan mungkin menjadi bagian dari rekomendasi konvensi ini, tentu kami akan siap melaksanakan,” ujar Mu’ti, dalam siaran pers, Kamis (8/10/2026). Mu’ti berpandangan, sistem tersebut dapat mendorong siswa untuk lebih serius dalam mengikuti pembelajaran. Ia mengkritik kondisi ketika siswa yang rajin maupun kurang rajin tetap memperoleh hasil yang sama dalam hal kenaikan kelas. ”Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus RMS, rajin malas sama saja,” ucap dia. Menurutnya, pencapaian kompetensi perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelanjutan siswa ke tingkat berikutnya. Mereka yang menunjukkan usaha, motivasi, serta perkembangan kemampuan layak memperoleh apresiasi, sementara siswa yang belum memenuhi kompetensi perlu mendapat perhatian dan pendampingan lebih lanjut. Mu’ti juga menegaskan bahwa tidak naik kelas tidak seharusnya diposisikan sebagai bentuk hukuman. Kebijakan tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan belajar, daya juang, dan kesiapan siswa menghadapi persaingan. Ia menyebut pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Karakter dan ketangguhan siswa juga dinilai penting, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan sumber daya manusia. ”Saya setuju, mereka harus kita biasakan punya jiwa kelas. Yang rajin belajar, kemudian siap untuk berkompetisi, dan anak-anak yang tangguh seperti yang sering disampaikan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto,” kata Mu'ti. Meski wacana penerapan mulai 2027 telah disebutkan, keputusan akhir belum diambil. Pemerintah masih menunggu hasil kajian serta rekomendasi dari para ahli. ”Kalau rekomendasi itu bisa berasal dari pertemuan ini, saya kira langkah kami untuk menerapkan kebijakan itu akan semakin mantap karena dukungan dari para ahli,” kata Mu’ti. Apabila diterapkan, sekolah nantinya perlu memiliki sistem penilaian yang lebih kuat. Guru juga dituntut memberikan intervensi pembelajaran bagi siswa yang belum mencapai kompetensi, sehingga keputusan naik atau tidak naik kelas benar-benar didasarkan pada proses dan hasil belajar. #abdulmuti #mendikdasmen #tidaknaikkelas #fyp
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membuka kemungkinan perubahan sistem kenaikan kelas mulai tahun ajaran 2027. Dalam skema yang sedang dikaji, siswa tidak lagi otomatis naik ke kelas berikutnya setelah menyelesaikan satu tahun pembelajaran. Wacana tersebut muncul setelah Dewan Pendidikan merekomendasikan agar mekanisme kenaikan kelas dibuat lebih selektif. Kemendikdasmen kini mempertimbangkan rekomendasi itu dengan melibatkan kajian akademik dan pandangan para ahli. ”Kalau ini disetujui dan mungkin menjadi bagian dari rekomendasi konvensi ini, tentu kami akan siap melaksanakan,” ujar Mu’ti, dalam siaran pers, Kamis (8/10/2026). Mu’ti berpandangan, sistem tersebut dapat mendorong siswa untuk lebih serius dalam mengikuti pembelajaran. Ia mengkritik kondisi ketika siswa yang rajin maupun kurang rajin tetap memperoleh hasil yang sama dalam hal kenaikan kelas. ”Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus RMS, rajin malas sama saja,” ucap dia. Menurutnya, pencapaian kompetensi perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelanjutan siswa ke tingkat berikutnya. Mereka yang menunjukkan usaha, motivasi, serta perkembangan kemampuan layak memperoleh apresiasi, sementara siswa yang belum memenuhi kompetensi perlu mendapat perhatian dan pendampingan lebih lanjut. Mu’ti juga menegaskan bahwa tidak naik kelas tidak seharusnya diposisikan sebagai bentuk hukuman. Kebijakan tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan belajar, daya juang, dan kesiapan siswa menghadapi persaingan. Ia menyebut pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Karakter dan ketangguhan siswa juga dinilai penting, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan sumber daya manusia. ”Saya setuju, mereka harus kita biasakan punya jiwa kelas. Yang rajin belajar, kemudian siap untuk berkompetisi, dan anak-anak yang tangguh seperti yang sering disampaikan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto,” kata Mu'ti. Meski wacana penerapan mulai 2027 telah disebutkan, keputusan akhir belum diambil. Pemerintah masih menunggu hasil kajian serta rekomendasi dari para ahli. ”Kalau rekomendasi itu bisa berasal dari pertemuan ini, saya kira langkah kami untuk menerapkan kebijakan itu akan semakin mantap karena dukungan dari para ahli,” kata Mu’ti. Apabila diterapkan, sekolah nantinya perlu memiliki sistem penilaian yang lebih kuat. Guru juga dituntut memberikan intervensi pembelajaran bagi siswa yang belum mencapai kompetensi, sehingga keputusan naik atau tidak naik kelas benar-benar didasarkan pada proses dan hasil belajar. #abdulmuti #mendikdasmen #tidaknaikkelas #fyp

About