@hannahdetterbeck: Part 3 of #ghostember i‘m having so much fun in my sketchbook currently 👻🍂 #watercolorpainting #paintingart #whimsicalart

hannah . ౨ৎ ⋆⭒ ˚࿔ ⋆
hannah . ౨ৎ ⋆⭒ ˚࿔ ⋆
Open In TikTok:
Region: DE
Monday 14 September 2026 10:18:28 GMT
778
97
2
1

Music

Download

Comments

liax3.b
Lia ♡ :
so cozy🥰🥰🥰
2026-09-14 10:59:25
1
To see more videos from user @hannahdetterbeck, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

BANDA ACEH – Emas menjadi salah satu bentuk simpanan yang lekat dengan kehidupan masyarakat Aceh. Selain digunakan sebagai perhiasan dan mahar pernikahan, emas juga banyak dipilih sebagai aset untuk menyimpan kekayaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menunjukkan tingginya kepemilikan emas di Aceh. Kabupaten Nagan Raya tercatat sebagai daerah dengan persentase rumah tangga yang memiliki aset emas atau perhiasan minimal 10 gram tertinggi kedua di Indonesia, yakni mencapai 51,31 persen. Posisi Nagan Raya hanya berada di bawah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang mencatat persentase sebesar 53,23 persen. Tingginya kepemilikan emas di Nagan Raya tidak berdiri sendiri. Kebiasaan tersebut berkaitan dengan sejumlah faktor sosial dan ekonomi yang telah lama berkembang di tengah masyarakat, mulai dari tradisi pernikahan hingga cara keluarga menyimpan kekayaan. Mahar Pernikahan Mendorong Kepemilikan Emas Salah satu faktor yang tidak dapat dilepaskan dari tingginya kepemilikan emas di Aceh adalah tradisi mahar atau jeulame dalam pernikahan. Mahar dalam masyarakat Aceh umumnya diberikan dalam bentuk emas dan menggunakan satuan mayam. Satu mayam setara dengan sekitar 3,33 gram emas. Jumlahnya dapat mencapai belasan hingga puluhan mayam, bergantung pada kesepakatan dan kemampuan masing-masing keluarga. Tradisi tersebut secara tidak langsung membuat emas menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga, terutama menjelang pernikahan. Sebagian keluarga memilih membeli emas secara bertahap agar kebutuhan mahar dapat dipenuhi sekaligus menjadi bentuk simpanan. Dengan demikian, emas tidak hanya berpindah tangan saat prosesi pernikahan, tetapi juga telah dipersiapkan sebagai aset keluarga sejak sebelumnya. Mahar Menjadi Aset bagi Perempuan Emas yang diberikan sebagai mahar juga memiliki nilai ekonomi bagi perempuan. Setelah pernikahan, mahar tersebut menjadi hak milik istri. Kondisi ini membuat emas memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekadar simbol dalam perkawinan. Selengkapnya di Nukilan.id
BANDA ACEH – Emas menjadi salah satu bentuk simpanan yang lekat dengan kehidupan masyarakat Aceh. Selain digunakan sebagai perhiasan dan mahar pernikahan, emas juga banyak dipilih sebagai aset untuk menyimpan kekayaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menunjukkan tingginya kepemilikan emas di Aceh. Kabupaten Nagan Raya tercatat sebagai daerah dengan persentase rumah tangga yang memiliki aset emas atau perhiasan minimal 10 gram tertinggi kedua di Indonesia, yakni mencapai 51,31 persen. Posisi Nagan Raya hanya berada di bawah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang mencatat persentase sebesar 53,23 persen. Tingginya kepemilikan emas di Nagan Raya tidak berdiri sendiri. Kebiasaan tersebut berkaitan dengan sejumlah faktor sosial dan ekonomi yang telah lama berkembang di tengah masyarakat, mulai dari tradisi pernikahan hingga cara keluarga menyimpan kekayaan. Mahar Pernikahan Mendorong Kepemilikan Emas Salah satu faktor yang tidak dapat dilepaskan dari tingginya kepemilikan emas di Aceh adalah tradisi mahar atau jeulame dalam pernikahan. Mahar dalam masyarakat Aceh umumnya diberikan dalam bentuk emas dan menggunakan satuan mayam. Satu mayam setara dengan sekitar 3,33 gram emas. Jumlahnya dapat mencapai belasan hingga puluhan mayam, bergantung pada kesepakatan dan kemampuan masing-masing keluarga. Tradisi tersebut secara tidak langsung membuat emas menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga, terutama menjelang pernikahan. Sebagian keluarga memilih membeli emas secara bertahap agar kebutuhan mahar dapat dipenuhi sekaligus menjadi bentuk simpanan. Dengan demikian, emas tidak hanya berpindah tangan saat prosesi pernikahan, tetapi juga telah dipersiapkan sebagai aset keluarga sejak sebelumnya. Mahar Menjadi Aset bagi Perempuan Emas yang diberikan sebagai mahar juga memiliki nilai ekonomi bagi perempuan. Setelah pernikahan, mahar tersebut menjadi hak milik istri. Kondisi ini membuat emas memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekadar simbol dalam perkawinan. Selengkapnya di Nukilan.id

About