@angel.aileduo: Opening d Re:Zero Temporada 4 en la radio, EXA FM Tehuacán, Recollect Konomi Suzuki en la radio, Exa 102.9 FM, #recollect #larolatiktokera #exatehuacan #entodaspartesponteexa #exatehuacan

Angel Muñoz Locutor
Angel Muñoz Locutor
Open In TikTok:
Region: MX
Monday 14 September 2026 13:24:59 GMT
12493
1734
67
237

Music

Download

Comments

subarito08
𝐍𝐓-𝐒𝐔𝐁𝐀𝐑𝐔 :
Oye nomas ese rolon
2026-10-16 21:08:42
43
adx_0o0
Adx :
se debería llamar "radio peak" la estación donde empezamos de Zero
2026-11-03 00:17:49
10
just_be_an_amazing_guy
Ore no namae wa Natsuki Subaru :
Cada día más agradecido de tener internet 🥹🙏
2026-09-14 13:59:14
225
caslover76
Subaru natsuki :
oí nomás esa belleza
2026-09-14 13:30:29
80
daihyun10
DaiHyun10 :
2026-09-15 07:38:39
44
laerming
learming :
rezero peak
2026-09-16 15:32:36
7
l.82727
l=]={ :
2026-10-11 06:44:13
18
lepreyes99
Lepreyes99 :
queee epicoooo [Cara muy sonriente][Aplauso]
2026-09-15 16:23:54
10
eldrogasxd2009
eldrogasxd :
2026-10-05 23:31:45
6
antimk_12
Antk12 :
2026-09-14 21:56:31
25
re_.zeroal
⊹ ࣪ ˖𑣲Ɲorth H.𐊥^᪲⊹ ࣪ ִֶָ :
2026-10-03 09:30:11
7
g.a.e.l1000.c.a.m.x
G.A.E.L :
🔥🔥🔥
2026-09-18 16:44:49
10
lucymelina0
tochi1234 :
2026-10-22 03:19:44
6
sebitaa_205
Sebas_Vera :
2026-09-15 19:55:40
4
foca_watona777
Chinji :
2026-09-19 04:40:13
3
izuku.midoriya2639
izuku midoriya :
2026-09-17 18:19:52
4
scratfinn_re
Scrat Return :
2026-09-24 01:27:06
2
luisvc_s3
Lucho :
2026-09-15 17:12:49
3
furina_simp1
oohashi rei :
2026-09-25 02:46:05
4
sae.m22
Sae :
2026-10-12 00:14:31
3
eltioabogado456
eltiomauriciogab456 :
Peak
2026-09-16 15:42:08
6
vegetto620
Nuggets007 :
2026-10-12 01:03:38
3
angelito_0617
angel :
2026-09-14 22:02:58
2
hades.o1
♣︎HADES♣︎ :
2026-10-13 03:20:54
2
To see more videos from user @angel.aileduo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan,  dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang sudah tidak bisa melayani suamiku lagi karena kepalaku terus-terusan pusing berat akibat hipertensi yang menggerogoti tubuhku, dan sebagai puncaknya yang paling menyayat hati, suamiku malah melayangkan gugatan cerai padaku di saat aku sedang berjuang menahan sakit dan tidak berdaya! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti,  menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang sudah tidak bisa melayani suamiku lagi karena kepalaku terus-terusan pusing berat akibat hipertensi yang menggerogoti tubuhku, dan sebagai puncaknya yang paling menyayat hati, suamiku malah melayangkan gugatan cerai padaku di saat aku sedang berjuang menahan sakit dan tidak berdaya! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tak berdaya, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang paling kuandalkan justru tega meninggalkanku dan melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa. #fyp #viral #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About