@mubadalah.id: #SahabatSalingers, pernah diragukan bukan karena tak mampu, tetapi karena perempuan? Hakim Ainal Mardhiah pernah mengalaminya. Cita-citanya menjadi dosen kandas karena ia perempuan. Namun, ia terus melangkah, dari penjaga perpustakaan hingga akhirnya dilantik sebagai Hakim Agung pada 5 Januari 2024. Kisah Ainal mengingatkan kita bahwa kemampuan dan kesempatan seharusnya tidak ditentukan oleh jenis kelamin. Jika laki-laki dan perempuan sama-sama mengemban amanah sebagai khalifah fil ardh, mengapa kesempatan untuk memimpin masih sering dibatasi bias gender?