@mmenanakasse75850840: #VoiceEffects #creatorsearchinsights #bonprix #viralvideotiktok #fermeture

Mme Nanakassé 75850840
Mme Nanakassé 75850840
Open In TikTok:
Region: ML
Monday 14 September 2026 17:47:39 GMT
3162
178
4
15

Music

Download

Comments

mahdjabi1
Mahdjabi :
pré
2026-09-14 23:51:45
0
kama.tigana
Kama Tigana🇲🇱🇲🇱🇨🇩🇨🇩 :
🥰🥰🥰
2026-09-14 19:19:25
0
mgmdpetele2
Sora :
🙏
2026-09-14 21:06:06
0
To see more videos from user @mmenanakasse75850840, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

benarkah ateis itu tidak bermoral? Tidak Benar, Orang yg menganut ateisme bukan berarti tidak bermoral. ​pernyataan bahwa ateis tidak memiliki moral karena tidak percaya agama adalah mitos yg tidak terbukti.  anggapan bahwa moralitas hanya bersumber dari agama adalah pernyataan keliru. Namun, studi sosiologi, filsafat, dan psikologi menunjukkan hal yang berbeda Moral berasal dari mana? -​Empati dan Kompasia: Kemampuan dasar manusia untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Seseorang tidak perlu percaya Tuhan untuk tahu bahwa menyakiti orang lain itu salah. -​Akal dan Logika (Humanisme): Prinsip dasar bahwa setiap manusia memiliki harkat dan nilai yang sama. Keputusan moral diambil berdasarkan dampak tindakan tersebut terhadap kesejahteraan sesama. -​Aturan Emas (The Golden Rule): Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Prinsip ini bersifat universal  -​Evolusi dan Sosial: Secara biologis, manusia adalah makhluk sosial. Kerjasama, kejujuran, dan rasa keadilan berkembang sebagai strategi bertahan hidup kelompok Seseorang bisa menjadi sangat bermoral tanpa butuh agama,  ​Kebaikan seseorang bergantung pada nilai-nilai pribadi, pendidikan, kesadaran sosial, dan empati mereka—bukan pada agama yg dianut. Ateis yang baik melakukan kebaikan karena mereka peduli pada sesama dan dunia saat ini, bukan karena mengharapkan pahala, iming-iming hadiah atau takut akan hukuman di akhirat. Kenapa negara mayoritas ateis lebih damai dan bermoral? Berdasarkan berbagai data indikator global—seperti Global Peace Index atau Human Development Index—banyak negara dengan tingkat religiusitas yang rendah (seperti Denmark, Swedia, Norwegia, Jepang, dan Selandia Baru) memang menunjukkan tingkat kejahatan yang rendah, stabilitas politik yang tinggi, dan kesejahteraan sosial yang baik. Sumber Moralitas Sekuler ​Moralitas tidak bersumber dari ajaran agama, tetapi dari prinsip-prinsip etika filosofis, seperti: -​Humanisme Sekuler: Pandangan bahwa moralitas didasarkan pada empati, hak asasi manusia, serta dampak tindakan kita terhadap orang lain dan lingkungan. -​Kontrak Sosial: Kesadaran bersama bahwa hidup aman dan saling menghormati adalah keputusan yang paling rasional demi kebaikan seluruh anggota masyarakat. Perspektif Pembanding -Agama Tidak Otomatis membuat Perdamaian: Sejarah mencatat rezim-rezim otoriter berideologi Agama ekstrem (seperti afganistan, pakistan, irak, suriah, iran, papua new guenie, filipina, columbia, mexico) yang justru melakukan pelanggaran HAM berat dan penindasan terhadap minoritas. -​Negara Ateis yang Damai: Banyak negara atau komunitas dengan tingkat religiusitas rendah yang juga sangat damai, toleran, dan memiliki tingkat kejahatan rendah. tidak ada bukti penelitian agama membuat masyarakat di suatu negara menjadi bermoral banyak orang melakukan tindakan tidak bermoral atas nama agama banyak orang beragama yg bejat, kasar, suka mencuri, suka mengambil hak milik orang lain disisi lain ada banyak orang ateis yg suka menolong sesama, santun, baik hati, tidak mau menyakiti sesama #islam #kristen #hindu #atheis #fyp
benarkah ateis itu tidak bermoral? Tidak Benar, Orang yg menganut ateisme bukan berarti tidak bermoral. ​pernyataan bahwa ateis tidak memiliki moral karena tidak percaya agama adalah mitos yg tidak terbukti. anggapan bahwa moralitas hanya bersumber dari agama adalah pernyataan keliru. Namun, studi sosiologi, filsafat, dan psikologi menunjukkan hal yang berbeda Moral berasal dari mana? -​Empati dan Kompasia: Kemampuan dasar manusia untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Seseorang tidak perlu percaya Tuhan untuk tahu bahwa menyakiti orang lain itu salah. -​Akal dan Logika (Humanisme): Prinsip dasar bahwa setiap manusia memiliki harkat dan nilai yang sama. Keputusan moral diambil berdasarkan dampak tindakan tersebut terhadap kesejahteraan sesama. -​Aturan Emas (The Golden Rule): Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Prinsip ini bersifat universal -​Evolusi dan Sosial: Secara biologis, manusia adalah makhluk sosial. Kerjasama, kejujuran, dan rasa keadilan berkembang sebagai strategi bertahan hidup kelompok Seseorang bisa menjadi sangat bermoral tanpa butuh agama, ​Kebaikan seseorang bergantung pada nilai-nilai pribadi, pendidikan, kesadaran sosial, dan empati mereka—bukan pada agama yg dianut. Ateis yang baik melakukan kebaikan karena mereka peduli pada sesama dan dunia saat ini, bukan karena mengharapkan pahala, iming-iming hadiah atau takut akan hukuman di akhirat. Kenapa negara mayoritas ateis lebih damai dan bermoral? Berdasarkan berbagai data indikator global—seperti Global Peace Index atau Human Development Index—banyak negara dengan tingkat religiusitas yang rendah (seperti Denmark, Swedia, Norwegia, Jepang, dan Selandia Baru) memang menunjukkan tingkat kejahatan yang rendah, stabilitas politik yang tinggi, dan kesejahteraan sosial yang baik. Sumber Moralitas Sekuler ​Moralitas tidak bersumber dari ajaran agama, tetapi dari prinsip-prinsip etika filosofis, seperti: -​Humanisme Sekuler: Pandangan bahwa moralitas didasarkan pada empati, hak asasi manusia, serta dampak tindakan kita terhadap orang lain dan lingkungan. -​Kontrak Sosial: Kesadaran bersama bahwa hidup aman dan saling menghormati adalah keputusan yang paling rasional demi kebaikan seluruh anggota masyarakat. Perspektif Pembanding -Agama Tidak Otomatis membuat Perdamaian: Sejarah mencatat rezim-rezim otoriter berideologi Agama ekstrem (seperti afganistan, pakistan, irak, suriah, iran, papua new guenie, filipina, columbia, mexico) yang justru melakukan pelanggaran HAM berat dan penindasan terhadap minoritas. -​Negara Ateis yang Damai: Banyak negara atau komunitas dengan tingkat religiusitas rendah yang juga sangat damai, toleran, dan memiliki tingkat kejahatan rendah. tidak ada bukti penelitian agama membuat masyarakat di suatu negara menjadi bermoral banyak orang melakukan tindakan tidak bermoral atas nama agama banyak orang beragama yg bejat, kasar, suka mencuri, suka mengambil hak milik orang lain disisi lain ada banyak orang ateis yg suka menolong sesama, santun, baik hati, tidak mau menyakiti sesama #islam #kristen #hindu #atheis #fyp

About