@lashesbynicol3: 💕love this product

Nicole
Nicole
Open In TikTok:
Region: US
Monday 14 September 2026 19:32:36 GMT
633
9
2
0

Music

Download

Comments

jezebellxd
jezzz :
lemme get one gg
2026-09-15 02:16:55
1
To see more videos from user @lashesbynicol3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, hingga akhir Agustus 2026. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Pinrang mencatat secara keseluruhan sekitar 299 hektare lahan terbakar sejak Juli hingga akhir Agustus 2026. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Pinrang, Ibrahim, mengatakan sekitar 141 hektare di antaranya merupakan kawasan hutan yang terdampak kebakaran. Kebakaran hutan tersebut terjadi di tiga kecamatan, yakni Mattiro Sompe dengan luas 4,6 hektare, Lembang 55,5 hektare, dan Duampanua 81,2 hektare. Selain kawasan hutan, kebakaran juga melanda lahan perkebunan milik warga di tujuh kecamatan, yakni Patampanua, Suppa, Mattiro Bulu, Lembang, Lanrisang, Watang Sawito, dan Duampanua. Dampak kebakaran lahan perkebunan terbesar tercatat di Kecamatan Patampanua dengan luas 158,8 hektare, sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Duampanua dengan luas satu hektare. Ibrahim menjelaskan, pendataan kebakaran lahan dilakukan untuk periode 25 Juli hingga 27 Agustus 2026, sementara data kebakaran hutan mencakup kejadian pada 8 Juli hingga 11 Agustus 2026. Kecamatan Duampanua menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena memiliki luasan area hutan yang terbakar cukup besar. Selain itu, kebakaran hebat terjadi di Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, pada Kamis (27/8/2026). Kebakaran tersebut melanda sekitar 150 hektare lahan yang merupakan area milik TNI AU dan warga. Proses pemadaman di Malimpung melibatkan Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, Komandan Kodim 1404 Pinrang Letkol Czi Imam Subekti, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, hingga akhir Agustus 2026. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Pinrang mencatat secara keseluruhan sekitar 299 hektare lahan terbakar sejak Juli hingga akhir Agustus 2026. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Pinrang, Ibrahim, mengatakan sekitar 141 hektare di antaranya merupakan kawasan hutan yang terdampak kebakaran. Kebakaran hutan tersebut terjadi di tiga kecamatan, yakni Mattiro Sompe dengan luas 4,6 hektare, Lembang 55,5 hektare, dan Duampanua 81,2 hektare. Selain kawasan hutan, kebakaran juga melanda lahan perkebunan milik warga di tujuh kecamatan, yakni Patampanua, Suppa, Mattiro Bulu, Lembang, Lanrisang, Watang Sawito, dan Duampanua. Dampak kebakaran lahan perkebunan terbesar tercatat di Kecamatan Patampanua dengan luas 158,8 hektare, sedangkan yang terendah berada di Kecamatan Duampanua dengan luas satu hektare. Ibrahim menjelaskan, pendataan kebakaran lahan dilakukan untuk periode 25 Juli hingga 27 Agustus 2026, sementara data kebakaran hutan mencakup kejadian pada 8 Juli hingga 11 Agustus 2026. Kecamatan Duampanua menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena memiliki luasan area hutan yang terbakar cukup besar. Selain itu, kebakaran hebat terjadi di Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, pada Kamis (27/8/2026). Kebakaran tersebut melanda sekitar 150 hektare lahan yang merupakan area milik TNI AU dan warga. Proses pemadaman di Malimpung melibatkan Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, Komandan Kodim 1404 Pinrang Letkol Czi Imam Subekti, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. "Hadir pula Pak Kalak Dr. Rhommy selaku Kepala Badan Bencana Kabupaten Pinrang ikut memadamkan dan mengedukasi warga," ujar Ibrahim. Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui BPBD terus mengimbau masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan. Imbauan disampaikan melalui pengumuman di masjid serta koordinasi dengan pimpinan wilayah, mulai dari tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan. Masyarakat juga diminta tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran meluas. "Membakar sampah atau membuang puntung rokok di sembarang tempat sudah kami imbaukan agar tidak dilakukan," kata Ibrahim. Ibrahim juga membenarkan adanya korban terdampak dalam insiden kebakaran lahan dan memastikan kondisi korban telah tertangani. "Mudah-mudahan itulah yang pertama dan terakhir ada korban di wilayah Kabupaten Pinrang ini," tuturnya. Dalam penanganan di lapangan, BPBD Pinrang terus berkoordinasi dengan dinas pemadam kebakaran. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD diterjunkan bersama armada Damkar setiap kali menerima laporan kebakaran. Petugas juga menerapkan teknik fire breaking untuk memutus penyebaran api di medan yang sulit dengan cara memukul api dan memisahkan vegetasi agar kobaran tidak semakin meluas.

About