@kumparan: Polda Banten menunggu hasil pencocokan DNA keluarga korban hilangnya kapal Arupadhatu 1 dengan sesosok mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Mayat tersebut ditemukan di kawasan pesisir Desa Khayapu, Pulau Enggano, dan dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu pada Sabtu (12/9) sore. Polisi mengatakan autopsi terhadap mayat tersebut telah dilakukan. Kini polisi menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel dari keluarga korban yang hilang. Berdasarkan informasi dari Polda Bengkulu, mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi sekitar 165 sentimeter. Kondisi wajahnya sedikit rusak sehingga kulit dikenali. Umurnya diperkirakan di atas 50 tahun. Sementara itu, hingga hari ketujuh atau Senin (14/9), pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih belum membuahkan hasil. Operasi pencarian kemudian diperpanjang selama tiga hari ke depan. 📸: Dok. Antara/Ilustrasi. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E018 #bicarafaktalewatberita #kumparan