@ujangsigarantang_: Kata Ibn ‘Atha’illah, ada sesuatu yang lebih melelahkan daripada gagal: terus memaksa sesuatu yang memang bukan bagianmu. Gagal sebenarnya tidak selalu menghancurkan seseorang. Yang sering membuat kita benar-benar lelah adalah terus mencoba memaksa pintu yang berkali-kali tertutup, lalu bertanya mengapa Allah tidak membukakannya. Kita memaksa sebuah hubungan bertahan, meskipun berkali-kali membuat kita kehilangan diri sendiri. Memaksa seseorang memahami kita, meskipun ia tidak pernah benar-benar ingin mengerti. Memaksa sebuah pekerjaan, kesempatan, atau rencana agar berjalan persis seperti yang kita inginkan. Lalu ketika semuanya tidak berhasil, kita mengira Allah sedang menghalangi kebahagiaan kita. Dalam Al-Hikam, Ibn ‘Atha’illah al-Sakandari berulang kali mengingatkan tentang bahaya menggantungkan ketenangan kepada pengaturan diri sendiri. Salah satu hikmah yang sangat terkenal berbicara tentang bagaimana keinginan yang terlalu kuat terhadap sesuatu dapat menjadi tanda bahwa kita belum sepenuhnya berserah kepada pengaturan Allah. Bukan berarti kita tidak boleh berusaha. Tasawuf tidak mengajarkan manusia untuk duduk diam lalu menyebut semua kegagalan sebagai takdir. Kita tetap diperintahkan untuk berikhtiar. Tetapi ada titik ketika ikhtiar berubah menjadi keterikatan, dan keterikatan berubah menjadi pemaksaan. Kita tidak lagi sekadar berusaha mendapatkan sesuatu. Kita merasa harus mendapatkannya. Di situlah hati mulai kelelahan. Sebab kita bukan hanya melawan keadaan. Kita sedang melawan kenyataan bahwa tidak semua yang kita inginkan memang baik untuk kita. Ada kalanya Allah menutup sebuah pintu bukan karena kita tidak layak masuk, tetapi karena jalan itu memang bukan tempat kita bertumbuh. Ada orang yang harus pergi. Ada kesempatan yang harus gagal. Ada rencana yang harus berantakan. Ada sesuatu yang sudah kita perjuangkan bertahun-tahun tetapi tetap tidak menjadi milik kita. Dan kita tidak selalu diberi penjelasan mengapa. Yang sering diminta dari kita bukan memahami seluruh rahasia takdir, melainkan tetap percaya kepada Allah ketika kita belum memahami apa-apa. Ibn ‘Atha’illah dalam Al-Hikam juga mengingatkan bahwa janganlah keterlambatan datangnya sesuatu yang dijanjikan membuatmu berputus asa. Sebab Allah telah menjamin apa yang menjadi bagianmu pada waktu yang Dia tentukan, bukan pada waktu yang ditentukan oleh kegelisahanmu. Maka mungkin pertanyaan yang perlu kita ajukan bukan lagi: “Bagaimana caranya agar aku mendapatkan ini?” Tetapi: “Apakah aku masih diminta memperjuangkannya, atau sebenarnya aku sedang diminta belajar melepaskannya?” Ada perbedaan besar antara menyerah karena lelah dan melepaskan karena percaya. Yang pertama lahir dari keputusasaan. Yang kedua lahir dari tawakkal. Kamu boleh mengetuk pintu. Boleh mencoba berkali-kali. Boleh memperjuangkan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Tetapi ketika pintu itu terus tertutup, jangan sampai seluruh hidupmu habis hanya untuk memaksa pintu yang sama. Tidak semua yang gagal menjadi milikmu adalah kehilangan. Bisa jadi itu cara Allah menyelamatkanmu dari sesuatu yang belum mampu kamu lihat keburukannya. Dan mungkin kedewasaan spiritual dimulai ketika kita mampu berkata: “Aku sudah berusaha. Jika ini memang bagianku, mudahkanlah. Jika bukan, lapangkanlah hatiku untuk melepaskannya.” Karena terkadang yang perlu kita perjuangkan bukan lagi agar sesuatu menjadi milik kita. Tetapi agar hati kita mampu menerima ketika ternyata sesuatu itu memang bukan milik kita. #motivation #muslimquotes #fyp #viral #trending

Ujang Sigarantang
Ujang Sigarantang
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 25 September 2026 13:08:50 GMT
15811
966
12
153

Music

Download

Comments

adam_sultan6
Adam_Sultan :
Masya Allah,,. Hikmah yg kita ambil dlm perjalanan Tasawuf kali ini adalah ,,bukan sekedar ikhlas ,rela tp benar benar susuatu yg sulit untuk diikhlaskan,,. dgn Pemahaman batin dlm yg Fuad ,. 🥰
2026-10-04 22:46:51
2
ati.sumiyati19
Ati Sumiyati :
Assalamualaikum wr wb penyebab lelahnya mental so pasti dari kebanyakan mikir kurang dzikir dlm arti dalam menjalani proses kehidupan ga bersandar sepenuhnya kepada-Nya yg jelas masih ketergantungan dg sesama belum mandiri mknya capek dalam menghadapi ujian hidup 😁😁😁
2026-09-26 02:09:38
2
ezany.mohammed
Ezany Mohammed :
MAASYAALLAH TABARAKALLAH,, HASBUNALLAHIWANIKMAL WAKEEL,,, LAHAWLAWALA QUWWATAILLABILLAHIL'ALIYYIL ADZIMM.. اللهم صلي على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لما سبق ناصر الحق بالحق والهادي الى صراطك المستقيم وعلى آله حق قدره ومقدره العظيم. 💚💞💚💞💚💞💚💞💚💞💚💞💚
2026-10-10 09:01:53
0
wanmar778
wanmarwan :
Shollu alannabi 🙏❤
2026-10-05 13:25:23
1
muhammadriduwanadnan
muhammad riduwan847 :
Gagal dan berhasil itu nada hidup di dunia yang sementara ini tapi yang pasti kita ikhlas menerima baik itu gagal atau menyadari bukan bagian kita karena kita tidak bisa tidak bersikap ikhlas sebab apapun yang terjadi pada diri kita adalah kehendaknya bukan kita bahkan ikhtiar kita adalah rangkaian yang nggak terputus dari kehendak Allah. Bisakah kita tidak ikhlas? Apa kemampuan kita apa daya upaya kita kecuali hanya Allah saja.
2026-09-29 15:15:43
1
junedefendi
bang jun.galang :
massa allah .hikmah nya luar bisa iklas .sudah berusaha .tapi untuk kita.renungkan diperjalanan berikutnya
2026-10-09 09:22:56
2
santi.utami62
Santi Utami :
2026-09-28 14:32:53
1
hambaallah4750
istiqomah :
Belajar sopanlah menyebut nama soerang ulama besar sematkan julukan kshalehan beliau bukan asal nulis namanya saja tp mengutip kalam2nya.. tau adab..?
2026-09-29 00:17:18
2
joran_kumpau
Joran Kumpau 🦢 :
🌹
2026-09-27 06:55:46
1
pakawang1964
Pak Awang348 :
[Suka]
2026-10-01 06:18:04
1
kj_gowang
kj :
[Menghangatkan hati][Menghangatkan hati][Menghangatkan hati]
2026-09-30 12:30:51
1
alongmawi8
alongmawi8 :
[HAHAHA besar][Suka][Suka][Suka][Suka]
2026-10-03 14:45:37
1
To see more videos from user @ujangsigarantang_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About