@lingkartv: JAKARTA, LINGKAR – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan terhadap 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label. Dugaan pelanggaran tersebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun. Pemerintah pun mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penarikan produk dari peredaran, mencabut izin, serta memproses pihak-pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum. “Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses. Itu diduga total kerugian Rp89 triliun,” kata Amran dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa. Amran mengatakan, 25 merek tersebut diduga tidak memenuhi kandungan dan mutu sesuai SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi. Adapun 25 merek yang diduga melakukan pelanggaran yakni WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS. Menurut Amran, temuan tersebut berawal dari pemeriksaan terhadap produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi. Pengujian dilakukan di sejumlah laboratorium bersertifikat, yakni Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), dan Eurofins Angler Biochemlab. Hasil pengujian menunjukkan adanya produk yang diduga tidak memenuhi kandungan fortifikasi sebagaimana yang tercantum pada label. “Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak,” ujar Amran. Menyangkut Kelompok Rentan Amran menegaskan persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena beras merupakan pangan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Tonton Berita Selengkapnya di Televisi Digital Lingkar TV Sumber: YT Kementerian Pertanian Sosial Media: Ghani Ramadhan #beritaviral #beras #pertanian #petani #lingkartv
lingkartv
Region: ID
Tuesday 15 September 2026 09:48:50 GMT
Music
Download
Comments
Sulman Afanafan :
tolong harga padi d sidak PK soalnya harga beras sma padi mahal padinya
2026-09-16 07:37:11
1
Sunaryo @gurame :
aneh pejabat sekarang ....pingin yg murah ya beras pemerintah yg subsidi sphp
2026-09-16 01:36:43
1
anton.an :
tunggu giliran aja habis ni di pecat ma wowo
2026-09-15 13:20:57
1
budi ono :
intinya harga gabah sudah 8000 dari petani+biya produksi 8500 kalo di suruh jual di bawah het pengilangan pasti bangkrut.
2026-09-16 11:29:38
1
toyip Eltasio :
yang penting beras
2026-09-16 09:57:08
0
Mas is :
Dr pd mikir rendeman gabah lebih enak menyidak produk org,sambil mecat org dan menerima laporan dr bawahan
2026-09-16 09:44:17
0
mas putra :
josss pak amran[Menghangatkan hati][Menghangatkan hati][Menghangatkan hati][Menghangatkan hati][Menghangatkan hati]
2026-09-16 09:55:08
0
pasuruan86 :
Malah rakyat kecil lgi yg kena
2026-09-15 16:54:04
1
Lek no :
repot pak beras mundak gk onk info.
2026-09-16 00:57:44
0
JP LAW SHIELD :
makin pusing rakyat nih bos...tlg juga di posting beras yg layak dimakan dampaknya ke Masyarakat luas boss
2026-09-15 13:00:43
0
putra dian(BAKOL EMAS PATI) :
di konoha bisanya ambil pajak doang. kalau kon ngurus kayak gt gak bisa
2026-09-15 22:24:57
0
To see more videos from user @lingkartv, please go to the Tikwm
homepage.