@radyopilipinasiligan: “INAASAHAN NATING MAGKAROON NG MAPAYAPANG PAMUMUHAY SA BARMM” PANOORIN: Bahagi ito ng pahayag ng isang senior citizen at retired principal na Isma Siaman, na bumoto sa kauna-unahang Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM) Parliamentary Elections sa Tapayan Central Elementary School sa Sultan Mastura, Maguindanao del Norte nitong Lunes, Sept. 14. Umaasa siyang mahalal ang mga lider na makatutulong sa pagkakaroon ng mapayapang pamumuhay sa BARMM. Samantala, ibinahagi rin ni Siaman na masaya siya sa maayos na proseso ng pagboto para sa mga kagaya niyang senior citizen, kung saan maaga siyang nagtungo sa presinto upang makaiwas sa mahabang pila. | via Sharif Timhar, RP Iligan #RadyoPilipinas #RadyoPubliko #IntegratedStateMedia #ISM #BARMM2026

Radyo Pilipinas Iligan
Radyo Pilipinas Iligan
Open In TikTok:
Region: PH
Tuesday 15 September 2026 11:23:54 GMT
262
9
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @radyopilipinasiligan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lagi, kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) terjadi. Kali ini menimpa beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Badas. Puluhan siswa mengeluhkan ciri-ciri seperti terkena diare. Mereka merasakan mual, mulas, hingga muntah. Namun, pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) penyuplai membantah hal itu akibat keracunan makanan yang mereka sajikan. Alasannya, karena kejadian baru dilaporkan setelah 24 jam berselang dari waktu santap makanan. Apapun, dugaan keracunan tersebut termasuk massif. Terjadi di beberapa sekolah. Dan, sekolah-sekolah itu mendapat kiriman menu MBG dari satu SPPG, yaitu SPPG Blaru. Di sekolah ini ada lima siswa yang dilaporkan keracunan.  Empat di antaranya mengeluh perut. Satu lagi merasa mual hingga muntah. Selain di sekolah tersebut, dugaan keracunan juga terjadi di salah satu taman kanak-kanak (TK) penerima kiriman MBG dari SPPG yang sama. Di tempat ini ada empat yang merasakan keluhan setelah menyantap makanan kiriman. Satu siswa yang berulang kali muntah. Kemudian ada tiga orang dewasa yang diare. Juga di sekolah dasar penerima manfaat serupa. Beberapa siswa mengeluh serupa usai mengonsumsi menu MBG. Dari penelusuran Jawa Pos Radar Kediri, kejadian bermula ketika para korban menyantap menu masakan ayam yang dibagikan Rabu (2/9). Beberapa guru dan wali murid menyebut ayam bumbu kuning yang diterima seperti berlendir dan terasa kecut (asam). Beberapa siswa memilih tak menghabiskan makanannya karena mencium bau yang tak wajar. Menurut ujar An, 25, guru di salah satu sekolah yang terdampak, keluhan mulai muncul beberapa waktu setelah siswa pulang sekolah. Hanya saja, mereka kembali beraktivitas dan masuk sekolah pada keesokan harinya. Tidak ada laporan siswa yang menjalani rawat inap di rumah sakit. #radarkediri #kediri #jawapos #tiktokberita #viral #fyp #kediri24jam
Lagi, kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) terjadi. Kali ini menimpa beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Badas. Puluhan siswa mengeluhkan ciri-ciri seperti terkena diare. Mereka merasakan mual, mulas, hingga muntah. Namun, pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) penyuplai membantah hal itu akibat keracunan makanan yang mereka sajikan. Alasannya, karena kejadian baru dilaporkan setelah 24 jam berselang dari waktu santap makanan. Apapun, dugaan keracunan tersebut termasuk massif. Terjadi di beberapa sekolah. Dan, sekolah-sekolah itu mendapat kiriman menu MBG dari satu SPPG, yaitu SPPG Blaru. Di sekolah ini ada lima siswa yang dilaporkan keracunan. Empat di antaranya mengeluh perut. Satu lagi merasa mual hingga muntah. Selain di sekolah tersebut, dugaan keracunan juga terjadi di salah satu taman kanak-kanak (TK) penerima kiriman MBG dari SPPG yang sama. Di tempat ini ada empat yang merasakan keluhan setelah menyantap makanan kiriman. Satu siswa yang berulang kali muntah. Kemudian ada tiga orang dewasa yang diare. Juga di sekolah dasar penerima manfaat serupa. Beberapa siswa mengeluh serupa usai mengonsumsi menu MBG. Dari penelusuran Jawa Pos Radar Kediri, kejadian bermula ketika para korban menyantap menu masakan ayam yang dibagikan Rabu (2/9). Beberapa guru dan wali murid menyebut ayam bumbu kuning yang diterima seperti berlendir dan terasa kecut (asam). Beberapa siswa memilih tak menghabiskan makanannya karena mencium bau yang tak wajar. Menurut ujar An, 25, guru di salah satu sekolah yang terdampak, keluhan mulai muncul beberapa waktu setelah siswa pulang sekolah. Hanya saja, mereka kembali beraktivitas dan masuk sekolah pada keesokan harinya. Tidak ada laporan siswa yang menjalani rawat inap di rumah sakit. #radarkediri #kediri #jawapos #tiktokberita #viral #fyp #kediri24jam

About