@terzeki: twitch: VladRagovsky #парадеевич#кореш#данилагорила#хазяева#владраговский

terzeki
terzeki
Open In TikTok:
Region: FR
Tuesday 15 September 2026 12:20:02 GMT
5674
1992
6
133

Music

Download

Comments

milalwwww
mills🪽 :
Ну вот это интересно
2026-09-15 12:25:55
40
dilnazimkaa
diii🦦 :
Разговор о важном
2026-09-15 12:24:09
75
toleukhanm
moldir :
я оруууәәәә
2026-09-15 12:28:47
2
leqqwed
leqqwed :
О ДРАКА
2026-09-15 13:13:05
0
To see more videos from user @terzeki, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat dan spekulasi mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Pertamina membantah adanya keterbatasan pasokan dan menyebut antrean dipengaruhi peningkatan permintaan serta kepanikan masyarakat akibat informasi mengenai kelangkaan BBM yang beredar di media sosial. Dilansir dari detik.com, Pjs Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan stok BBM di Makassar masih aman dan mencukupi. Pertamina telah memaksimalkan distribusi dan mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam untuk mengurai antrean. Menurut Okky, kepanikan masyarakat dapat meningkatkan permintaan sehingga stok di SPBU terlihat cepat habis. DPRD Sulsel juga menyatakan stok BBM masih aman setelah melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPBU Makassar pada Rabu (9/9/2026). Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menilai antrean turut dipengaruhi kendaraan besar dari luar daerah yang masuk Makassar untuk mengisi BBM, khususnya solar. Namun, sejumlah pengendara membantah antrean tersebut semata-mata disebabkan panic buying. Mereka mengaku mengantre karena BBM kendaraan memang sudah menipis dan dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Kondisi serupa juga terjadi di Kepulauan Selayar. la menyebut harga BBM eceran di daerah tersebut bahkan mencapai Rp30 ribu per liter. Sementara itu, Rifqi menilai antrean merupakan akumulasi dari pembatasan BBM dalam beberapa hari sebelumnya sehingga masyarakat harus menunggu hingga mendapatkan bahan bakar. Panjangnya antrean di SPBU membuat sebagian masyarakat beralih membeli BBM melalui pengecer atau pertamini meski dengan harga lebih tinggi. Pertamax eceran seharga Rp20 ribu per liter karena tidak ingin kendaraannya kehabisan bahan bakar setelah berkeliling mencari SPBU. Kesulitan mendapatkan BBM mulai mengganggu mobilitas dan aktivitas pekerjaan masyarakat. #fyp
Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat dan spekulasi mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Pertamina membantah adanya keterbatasan pasokan dan menyebut antrean dipengaruhi peningkatan permintaan serta kepanikan masyarakat akibat informasi mengenai kelangkaan BBM yang beredar di media sosial. Dilansir dari detik.com, Pjs Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan stok BBM di Makassar masih aman dan mencukupi. Pertamina telah memaksimalkan distribusi dan mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam untuk mengurai antrean. Menurut Okky, kepanikan masyarakat dapat meningkatkan permintaan sehingga stok di SPBU terlihat cepat habis. DPRD Sulsel juga menyatakan stok BBM masih aman setelah melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPBU Makassar pada Rabu (9/9/2026). Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menilai antrean turut dipengaruhi kendaraan besar dari luar daerah yang masuk Makassar untuk mengisi BBM, khususnya solar. Namun, sejumlah pengendara membantah antrean tersebut semata-mata disebabkan panic buying. Mereka mengaku mengantre karena BBM kendaraan memang sudah menipis dan dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Kondisi serupa juga terjadi di Kepulauan Selayar. la menyebut harga BBM eceran di daerah tersebut bahkan mencapai Rp30 ribu per liter. Sementara itu, Rifqi menilai antrean merupakan akumulasi dari pembatasan BBM dalam beberapa hari sebelumnya sehingga masyarakat harus menunggu hingga mendapatkan bahan bakar. Panjangnya antrean di SPBU membuat sebagian masyarakat beralih membeli BBM melalui pengecer atau pertamini meski dengan harga lebih tinggi. Pertamax eceran seharga Rp20 ribu per liter karena tidak ingin kendaraannya kehabisan bahan bakar setelah berkeliling mencari SPBU. Kesulitan mendapatkan BBM mulai mengganggu mobilitas dan aktivitas pekerjaan masyarakat. #fyp

About