@dessertfreenbecky: freen: jangan cubit aku, aku bakal lupa dialogku... bantu aku ingat dialogku, ya? : dia pura-pura, freen? freen: dia cuma pura-pura. aku polisi kid: tapi ayahku polisi freen: oh ayahku juga polisi kid: tapi ayahku guru freen: oh kenapa ayahmu bisa jadi banyak hal? kid: cuma dua hal freen: beneran? di keluargaku empat hal kid: oh kenapa sebanyak itu? freen: aku juga banyak hal. kita harus belajar keras supaya bisa jadi banyak hal : melakukan banyak hal itu melelahkan loh kid: ayahku bisa bicara 6 bahasa freen: beneran? aku juga bisa bicara banyak bahasa. kamu bisa bicara bahasa "ru"? : jadi kita nggak akan menyerah pada apa pun, ayo lakuin ini freen: kamu bisa bicaranya? aku bisa bicaranya : oke cut, lucu banget oke : selamat freen: terima kasih : di pernikahanmu, tamu-tamu pada ke mana? freen: kita cuma nikah, cuma berdua. kenapa orang-orang masih undang tamu sekarang? sia-sia banget becky: upacara kecil freen: upacara kecil, kecil banget. nggak ada yang di sini sama kita #freensarocha #srchafreen #beckyarmstrong #beckysangels #freenbecky

callmee°babe
callmee°babe
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 15 September 2026 14:05:42 GMT
26856
3673
29
32

Music

Download

Comments

sarahbee5452
Sarah Bee 🐝 :
This is so cute
2026-09-15 20:10:39
0
kadekleonnaa
KadekLeonnaa :
ama bocil aja lo tetep omong banyak Freen 😂
2026-09-15 14:55:40
17
whilmar193
wiliam🙈🐵 :
pov: FB punya anak daddynya ga mau kalah ga mau ngalah😭
2026-09-15 16:31:10
35
slayyyguys1
slayyy :
Kayaknya nikah sm freen gak akan bosen ya dia suka ngbrol😁🥰
2026-09-15 23:07:25
18
userrina81
Rihana Channel :
Freen suka berkomunikasi jelaslah the best study corporate communication ♥️
2026-09-16 03:20:38
3
onde.onde387
RAJA IT :
becky bgt dah cantik nya
2026-09-15 17:17:08
6
liaratumanggali3
Lii :
Kayanya mereka klw punya maskot atau anak nya ,bakalan berantem tiap ketemu dan Becky pasti cuman Diam di tengah liat Kiri kanan🤣
2026-09-16 04:55:13
2
yrf16
YRF :
Becky : anak orang diajak debat, bisa2 anak sendiri rebutan nen[Tertawa sampai menangis]
2026-09-16 10:51:30
0
dubai3742
angle :
fareen is arguing with kid 😂😂
2026-09-16 11:02:11
0
g.cherry.oo
Ñâñg Cherry Oo🌷 :
[စိတ်ကြည်နူးမိ][စိတ်ကြည်နူးမိ][စိတ်ကြည်နူးမိ][စိတ်ကြည်နူးမိ][စိတ်ကြည်နူးမိ]
2026-09-15 14:19:44
1
girlzfreen87
Donut Girl :
😂😂😂
2026-09-16 03:13:15
0
luz.amanda.samayo
Luz Amanda Samayoa Núñez :
🥰🥰🥰
2026-09-15 17:09:11
0
selennegarzonflor
selennegarzonflor :
🥰🥰🥰
2026-09-15 20:45:53
0
user5514810293677
Ignatova Inna :
💗💗♥️♥️🥰🥰💖💖💖🤗🤗🤗🤗
2026-09-16 00:12:17
0
laura.erika.alvar
Laura :
🥰🥰🥰
2026-09-15 18:33:49
0
liapangab
Lia :
😂😂😂
2026-09-16 07:49:17
0
merlynjailani
merlynkaluang :
[Heart eyes][Heart eyes][Heart eyes]
2026-09-16 13:13:34
0
To see more videos from user @dessertfreenbecky, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Konflik sektarian Kepulauan Maluku adalah konflik etnis-politik yang melibatkan kelompok agama di Kepulauan Maluku, Indonesia, khususnya Pulau Ambon dan Pulau Halmahera. Konflik ini bermula pada era Reformasi awal 1999 hingga penandatanganan Piagam Malino II tanggal 13 Febuari 2002. Penyebab utama konflik ini adalah ketidakstabilan politik dan ekonomi secara umum di Indonesia setelah Soeharto tumbang dan rupiah mengalami devaluasi selama dan seusai krisis ekonomi di Asia Tenggara.[2] Rencana pemekaran provinsi Maluku menjadi Maluku dan Maluku Utara semakin memperuncing masalah politik daerah yang sudah ada.[3][4] Karena masalah politik tersebut menyangkut agama, perseteruan terjadi antara umat Kristen dan Islam pada Januari 1999. Perseteruan ini dengan cepat berubah menjadi pertempuran dan tindak kekerasan terhadap warga sipil oleh kedua belah pihak.[5] Dua pihak utama yang terlibat konflik ini adalah kelompok milisi agama dari kedua pihak,[6] termasuk kelompok Islamis bernama Laskar Jihad,[7] kelompok Kristen dari Manado bernama Brigade Manguni dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dari pihak Pemerintah.[8] The Maluku sectarian conflict (Indonesian: Konflik Sektarian Kepulauan Maluku), also known as the Maluku riots (Indonesian: Kerusuhan Maluku) was a period of ethno-political conflict along religious lines that occurred in the Maluku Islands in Indonesia, with particularly serious disturbances on the islands of Ambon and Halmahera. The duration of the conflict is generally dated from the start of the Reformasi era in early 1999 to the signing of the Malino II Accord on 13 February 2002. The principal causes of the conflict are attributed to general political and economic instability in Indonesia following the fall of Suharto and the devaluation of the rupiah during and after a wider economic crisis in Southeast Asia.[3] The forthcoming division of the existing province of Maluku into the new provinces of Maluku and North Maluku exacerbated existing district political disputes further[4][5] and, as the political dispute had been characterized along religious lines, inter-communal fighting broke out between Christian and Muslim communities in January 1999, cascading into what could be described as all-out warfare and atrocities against the civilian population committed by both sides.[6] The main belligerents were therefore religious militia from both faiths,[7] including the well-organised Islamist Laskar Jihad,[8] and Indonesian government military forces.[9] @00vRd3✝️ @LaskarKristus @Фабиан Тибо @🇺🇦☦️ x8x8l @CISmess @🇬🇷 Κώστας Γεωργίου ☦️ @Macron Based #indonesia #halmahera #maluku #tobelo #tcccommunity #indonesiatiktok #muslim #2000 #walisongo #poso
Konflik sektarian Kepulauan Maluku adalah konflik etnis-politik yang melibatkan kelompok agama di Kepulauan Maluku, Indonesia, khususnya Pulau Ambon dan Pulau Halmahera. Konflik ini bermula pada era Reformasi awal 1999 hingga penandatanganan Piagam Malino II tanggal 13 Febuari 2002. Penyebab utama konflik ini adalah ketidakstabilan politik dan ekonomi secara umum di Indonesia setelah Soeharto tumbang dan rupiah mengalami devaluasi selama dan seusai krisis ekonomi di Asia Tenggara.[2] Rencana pemekaran provinsi Maluku menjadi Maluku dan Maluku Utara semakin memperuncing masalah politik daerah yang sudah ada.[3][4] Karena masalah politik tersebut menyangkut agama, perseteruan terjadi antara umat Kristen dan Islam pada Januari 1999. Perseteruan ini dengan cepat berubah menjadi pertempuran dan tindak kekerasan terhadap warga sipil oleh kedua belah pihak.[5] Dua pihak utama yang terlibat konflik ini adalah kelompok milisi agama dari kedua pihak,[6] termasuk kelompok Islamis bernama Laskar Jihad,[7] kelompok Kristen dari Manado bernama Brigade Manguni dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dari pihak Pemerintah.[8] The Maluku sectarian conflict (Indonesian: Konflik Sektarian Kepulauan Maluku), also known as the Maluku riots (Indonesian: Kerusuhan Maluku) was a period of ethno-political conflict along religious lines that occurred in the Maluku Islands in Indonesia, with particularly serious disturbances on the islands of Ambon and Halmahera. The duration of the conflict is generally dated from the start of the Reformasi era in early 1999 to the signing of the Malino II Accord on 13 February 2002. The principal causes of the conflict are attributed to general political and economic instability in Indonesia following the fall of Suharto and the devaluation of the rupiah during and after a wider economic crisis in Southeast Asia.[3] The forthcoming division of the existing province of Maluku into the new provinces of Maluku and North Maluku exacerbated existing district political disputes further[4][5] and, as the political dispute had been characterized along religious lines, inter-communal fighting broke out between Christian and Muslim communities in January 1999, cascading into what could be described as all-out warfare and atrocities against the civilian population committed by both sides.[6] The main belligerents were therefore religious militia from both faiths,[7] including the well-organised Islamist Laskar Jihad,[8] and Indonesian government military forces.[9] @00vRd3✝️ @LaskarKristus @Фабиан Тибо @🇺🇦☦️ x8x8l @CISmess @🇬🇷 Κώστας Γεωργίου ☦️ @Macron Based #indonesia #halmahera #maluku #tobelo #tcccommunity #indonesiatiktok #muslim #2000 #walisongo #poso

About