@olymendez: un #bonito #ramo de #rosas #eternas y osito #dormilon 💕❤️💐🎊🎉🥳🌹🌹🌺

🌸🌻🦋😘olys mendez💐😘🦋🌻🍬
🌸🌻🦋😘olys mendez💐😘🦋🌻🍬
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 15 September 2026 17:07:11 GMT
307
39
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @olymendez, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Langit Madinah saat itu begitu cerah. Kaum muslimin sedang bersiap melakukan perjalanan terbesar dalam hidup mereka. Hati mereka dipenuhi kerinduan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Mereka akan berhaji bersama manusia paling mulia, Nabi Muhammad ﷺ. Di antara rombongan itu ada seorang perempuan yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ, yaitu Aisyah binti Abu Bakar. Perjalanan panjang menuju Makkah terasa begitu membahagiakan baginya. Hari demi hari dilalui dengan penuh semangat. Sebentar lagi ia akan melihat Ka'bah. Sebentar lagi ia akan melakukan ibadah yang telah lama dirindukan. Sebentar lagi ia akan merasakan momen yang menjadi impian setiap muslim. Namun ketika rombongan tiba di sebuah tempat bernama Sarif, sesuatu yang tidak pernah ia harapkan terjadi. Aisyah mendapati dirinya mengalami haid. Seketika dunia terasa berubah. Hatinya yang sebelumnya dipenuhi kegembiraan mendadak diliputi kesedihan. Air mata mulai mengalir. Ia menangis. Bukan karena sakit. Bukan karena mengeluh terhadap takdir Allah. Tetapi karena begitu besar keinginannya untuk menyempurnakan ibadah haji bersama Rasulullah ﷺ. Dalam pikirannya mungkin terlintas berbagai pertanyaan.
Langit Madinah saat itu begitu cerah. Kaum muslimin sedang bersiap melakukan perjalanan terbesar dalam hidup mereka. Hati mereka dipenuhi kerinduan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Mereka akan berhaji bersama manusia paling mulia, Nabi Muhammad ﷺ. Di antara rombongan itu ada seorang perempuan yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ, yaitu Aisyah binti Abu Bakar. Perjalanan panjang menuju Makkah terasa begitu membahagiakan baginya. Hari demi hari dilalui dengan penuh semangat. Sebentar lagi ia akan melihat Ka'bah. Sebentar lagi ia akan melakukan ibadah yang telah lama dirindukan. Sebentar lagi ia akan merasakan momen yang menjadi impian setiap muslim. Namun ketika rombongan tiba di sebuah tempat bernama Sarif, sesuatu yang tidak pernah ia harapkan terjadi. Aisyah mendapati dirinya mengalami haid. Seketika dunia terasa berubah. Hatinya yang sebelumnya dipenuhi kegembiraan mendadak diliputi kesedihan. Air mata mulai mengalir. Ia menangis. Bukan karena sakit. Bukan karena mengeluh terhadap takdir Allah. Tetapi karena begitu besar keinginannya untuk menyempurnakan ibadah haji bersama Rasulullah ﷺ. Dalam pikirannya mungkin terlintas berbagai pertanyaan. "Apakah aku masih bisa berhaji?" "Apakah aku akan tertinggal?" "Apakah semua orang akan beribadah sementara aku hanya melihat dari jauh?" Tangisnya semakin deras. Di tengah kesedihan itu, Rasulullah ﷺ masuk menemui istrinya. Beliau melihat Aisyah menangis. Beliau tidak mengabaikannya. Beliau tidak berkata, "Jangan cengeng." Beliau juga tidak meremehkan perasaannya. Sebaliknya, beliau mendekat dengan penuh kasih sayang. Dengan suara lembut yang menenangkan hati, beliau bertanya: "Ada apa denganmu? Apakah engkau sedang haid?" Aisyah menjawab dengan suara yang mungkin masih bergetar oleh tangisan: "Ya." Dan saat itulah keluar kalimat yang terus menghibur perempuan muslimah selama lebih dari seribu empat ratus tahun. Rasulullah ﷺ bersabda: "Itu adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan atas anak-anak perempuan Adam." Betapa indah kalimat itu. Rasulullah ﷺ tidak menyebut haid sebagai aib. Tidak menyebutnya sebagai hukuman. Tidak menyebutnya sebagai tanda rendahnya seorang perempuan. Beliau menyebutnya sebagai ketetapan Allah. Sesuatu yang Allah ciptakan. Sesuatu yang Allah tentukan. Sesuatu yang merupakan bagian dari fitrah perempuan. Kalimat itu seakan menghapus seluruh beban yang sedang dirasakan Aisyah. Lalu Rasulullah ﷺ melanjutkan: "Lakukanlah apa yang dilakukan oleh para jamaah haji, hanya saja jangan melakukan thawaf di Ka'bah." Mendengar itu, harapan yang sempat runtuh kembali hidup. Ternyata haid tidak menghalanginya untuk mendapatkan pahala haji. Ternyata ia masih bisa berzikir. Masih bisa berdoa. Masih bisa wukuf. Masih bisa mengikuti seluruh rangkaian ibadah yang diperbolehkan. Hanya satu amalan yang ditunda sementara, yaitu thawaf. Betapa lembutnya bimbingan Rasulullah ﷺ. Beliau tidak hanya menjelaskan hukum. Beliau juga mengobati hati. Beliau tidak hanya memberi jawaban. Beliau juga menghapus kesedihan. Hari itu, Aisyah belajar bahwa tidak semua rencana manusia berjalan sesuai keinginan. Namun ketika Allah mengubah rencana kita, bukan berarti Allah mengurangi pahala kita. Terkadang Allah hanya sedang mengajarkan bahwa ibadah bukan sekadar gerakan tubuh. Ibadah juga tentang menerima takdir-Nya dengan lapang dada. Dan sejak hari itu, jutaan muslimah yang mengalami hal serupa menemukan penghiburan dalam hadis ini. Saat mereka tidak bisa shalat. Saat mereka tidak bisa puasa. Saat mereka tidak bisa melakukan sebagian ibadah karena haid. Mereka mengingat kalimat Rasulullah ﷺ: "Itu adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan atas anak-anak perempuan Adam." Dan betapa beruntungnya umat ini memiliki Rasul yang memahami perasaan seorang perempuan yang sedang menangis karena takut kehilangan kesempatan beribadah. Jika kisah ini membuat hatimu semakin mencintai Rasulullah ﷺ yang begitu lembut kepada umatnya, mari bershalawat bersama. Tulis di kolom komentar ya. Allahumma Shalli 'ala Muhammad✨🌙 📚Sumber Hadis: HR. Sunan an-Nasa'i No. 348

About