@biohackwithjenofficial: #pressonnails #halloweennails #spookyseason #halloween #viralfinds

Biohack with Jen
Biohack with Jen
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 15 September 2026 18:01:36 GMT
472
39
2
0

Music

Download

Comments

jayplorio
Jaypee :
😎😎😎
2026-09-16 17:37:17
0
colvin.heeren
Colvin Heeren :
😍😍😍
2026-09-18 02:40:57
0
To see more videos from user @biohackwithjenofficial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

📼 DEWA 19 — PANDAWA LIMA (1997) Kalau ditanya album Dewa 19 yang paling saya cintai, jawabannya mungkin tidak sulit: Pandawa Lima. Bukan cuma karena lagu-lagunya bagus. Ada sesuatu yang berbeda dari album ini. Musiknya terasa lebih berani, lebih kaya warna, dan menurut saya punya atmosfer yang sangat khas. Album keempat Dewa 19 ini dirilis pada 1997, dengan formasi Ari Lasso, Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, Erwin Prasetya, dan Wong Aksan. Menariknya, Pandawa Lima menjadi satu-satunya album Dewa 19 bersama Wong Aksan, sekaligus album terakhir mereka bersama Ari Lasso. (Dewa 19⁠) Ada 11 lagu di dalamnya: Kirana, Aku Disini Untukmu, Bunga, Suara Alam, Sebelum Kau Terlelap, Satu Sisi, Aspirasi Putih, Cindi, Petuah Bijak, Selatan Jakarta, dan Kamulah Satu-Satunya. (Spotify⁠) Tapi bagi saya, “Kirana” adalah jantung album ini. Ada sesuatu yang magis dari lagu itu. Mulai dari vokal Ari, permainan drum Wong Aksan yang tidak biasa, sampai aransemen yang membuat lagu ini seperti punya ruang dan udara sendiri. Menariknya, “Kirana” bukan lagu yang lahir begitu saja menjelang album ini. Lagu tersebut sudah diciptakan Erwin Prasetya sejak 1993, tetapi baru menemukan bentuk aransemen yang tepat beberapa tahun kemudian. (PopNews⁠) Dan hasil akhirnya luar biasa. Pandawa Lima kemudian terjual lebih dari 800 ribu kopi dan mendapatkan 5× Platinum. (Dewa 19⁠) Buat saya, inilah Dewa 19 dalam salah satu bentuk terbaiknya: Ari yang magis. Dhani yang liar dalam ide. Andra yang elegan. Erwin yang dalam. Dan Aksan yang membuat semuanya terasa berbeda. Sebuah album yang sampai hari ini kalau diputar dari awal sampai akhir, “Kirana” tetap punya kemampuan untuk menghentikan saya sejenak. 📼❤️ #dew#dewa19n#pandawalimal#baladewas#kasetpitam#ahmaddhani
📼 DEWA 19 — PANDAWA LIMA (1997) Kalau ditanya album Dewa 19 yang paling saya cintai, jawabannya mungkin tidak sulit: Pandawa Lima. Bukan cuma karena lagu-lagunya bagus. Ada sesuatu yang berbeda dari album ini. Musiknya terasa lebih berani, lebih kaya warna, dan menurut saya punya atmosfer yang sangat khas. Album keempat Dewa 19 ini dirilis pada 1997, dengan formasi Ari Lasso, Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, Erwin Prasetya, dan Wong Aksan. Menariknya, Pandawa Lima menjadi satu-satunya album Dewa 19 bersama Wong Aksan, sekaligus album terakhir mereka bersama Ari Lasso. (Dewa 19⁠) Ada 11 lagu di dalamnya: Kirana, Aku Disini Untukmu, Bunga, Suara Alam, Sebelum Kau Terlelap, Satu Sisi, Aspirasi Putih, Cindi, Petuah Bijak, Selatan Jakarta, dan Kamulah Satu-Satunya. (Spotify⁠) Tapi bagi saya, “Kirana” adalah jantung album ini. Ada sesuatu yang magis dari lagu itu. Mulai dari vokal Ari, permainan drum Wong Aksan yang tidak biasa, sampai aransemen yang membuat lagu ini seperti punya ruang dan udara sendiri. Menariknya, “Kirana” bukan lagu yang lahir begitu saja menjelang album ini. Lagu tersebut sudah diciptakan Erwin Prasetya sejak 1993, tetapi baru menemukan bentuk aransemen yang tepat beberapa tahun kemudian. (PopNews⁠) Dan hasil akhirnya luar biasa. Pandawa Lima kemudian terjual lebih dari 800 ribu kopi dan mendapatkan 5× Platinum. (Dewa 19⁠) Buat saya, inilah Dewa 19 dalam salah satu bentuk terbaiknya: Ari yang magis. Dhani yang liar dalam ide. Andra yang elegan. Erwin yang dalam. Dan Aksan yang membuat semuanya terasa berbeda. Sebuah album yang sampai hari ini kalau diputar dari awal sampai akhir, “Kirana” tetap punya kemampuan untuk menghentikan saya sejenak. 📼❤️ #dew#dewa19n#pandawalimal#baladewas#kasetpitam#ahmaddhani

About