@amyy.burtonn: #mrcleanpartner Officially ready for Fall thanks to the new limited edition @Mr. Clean Multi Surface Liquid 🍂🧼 Grab yours today and get your home Fall-ready! 🛒✨ #MrCleanMultiSurfaceLiquids #MrCleanSpicedHarvest #mrclean

Amy | Lifestyle & Sports
Amy | Lifestyle & Sports
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 15 September 2026 23:14:13 GMT
169
10
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @amyy.burtonn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Some photographs look impossible, but sometimes all it takes is perfect timing and the right perspective. A person steps into exactly the right position. The Moon lines up with a landmark. Or an everyday object suddenly becomes part of something completely unexpected. In Lima, Peru, photographer Ricardo Cuba Zavala captured one of these moments in 2016. Behind an emergency scene were a pair of enormous golden wings. He waited until a firefighter stepped into exactly the right spot, making it look as though the wings belonged to him. In Rio de Janeiro, photographer Leonardo Sens took things even further. After three years of planning and waiting, he finally captured the full Moon perfectly positioned above the outstretched arms of Christ the Redeemer in June 2023. From around 11 kilometres away, the perspective made it look as though the statue was holding the Moon. And in Konan, Japan, another perfectly timed illusion can be found. The 18-metre Great Buddha of Hotei stands behind a railway crossing. From one precise viewpoint, two red signal lights line up with the statue's eyes, creating the hilarious illusion that the Buddha is wearing glowing sunglasses. None of these photographs were created through complicated editing. They're the result of patience, positioning, perspective, and an incredibly precise moment in time. The photographer simply has to be standing in the right place when the world briefly lines itself up perfectly. And sometimes, that can turn an ordinary scene into a photograph that looks completely impossible. #photos #photography #photomagic #perfectlytimed #perfect
Some photographs look impossible, but sometimes all it takes is perfect timing and the right perspective. A person steps into exactly the right position. The Moon lines up with a landmark. Or an everyday object suddenly becomes part of something completely unexpected. In Lima, Peru, photographer Ricardo Cuba Zavala captured one of these moments in 2016. Behind an emergency scene were a pair of enormous golden wings. He waited until a firefighter stepped into exactly the right spot, making it look as though the wings belonged to him. In Rio de Janeiro, photographer Leonardo Sens took things even further. After three years of planning and waiting, he finally captured the full Moon perfectly positioned above the outstretched arms of Christ the Redeemer in June 2023. From around 11 kilometres away, the perspective made it look as though the statue was holding the Moon. And in Konan, Japan, another perfectly timed illusion can be found. The 18-metre Great Buddha of Hotei stands behind a railway crossing. From one precise viewpoint, two red signal lights line up with the statue's eyes, creating the hilarious illusion that the Buddha is wearing glowing sunglasses. None of these photographs were created through complicated editing. They're the result of patience, positioning, perspective, and an incredibly precise moment in time. The photographer simply has to be standing in the right place when the world briefly lines itself up perfectly. And sometimes, that can turn an ordinary scene into a photograph that looks completely impossible. #photos #photography #photomagic #perfectlytimed #perfect
Patah hati itu bukan cuma urusan perasaan. Jantung lo juga bisa ikut “kaget”. Ketika patah hati, tubuh sebenarnya bisa ikut bereaksi. Bukan karena jantung benar-benar “hancur”, tetapi karena otak menganggap kehilangan atau penolakan sebagai stres yang serius. Otak kemudian mengaktifkan sistem saraf simpatis, yaitu sistem yang membuat tubuh masuk ke kondisi siaga. Akibatnya, hormon stres seperti adrenalin dan kortisol meningkat. Jantung bisa berdetak lebih cepat, tekanan darah dapat naik, napas menjadi lebih pendek, dan tubuh terasa tegang. Inilah alasan kenapa saat sedang sedih banget, seseorang bisa merasakan dada berdebar, sesak, atau seperti ada tekanan di dada. Ada kondisi medis nyata bernama takotsubo cardiomyopathy atau broken heart syndrome. Kondisi ini dapat terjadi setelah stres emosional yang berat. Lonjakan hormon stres sementara dapat membuat sebagian otot jantung melemah sehingga kemampuan jantung memompa darah menurun. Gejalanya bahkan bisa menyerupai serangan jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas. Namun, jangan langsung menganggap setiap dada sakit karena patah hati berarti broken heart syndrome. Kebanyakan orang yang mengalami patah hati tidak mengalami kerusakan jantung permanen. Tubuh biasanya perlahan kembali tenang ketika respons stres menurun. Patah hati juga dapat memengaruhi otak. Beberapa bagian otak yang berkaitan dengan rasa sakit fisik dan tekanan emosional dapat aktif ketika seseorang mengalami penolakan atau kehilangan hubungan. Itu sebabnya rasa sedih bisa terasa benar-benar “sakit” secara fisik. Selain jantung berdebar, stres emosional juga dapat membuat tidur terganggu, nafsu makan berubah, tubuh terasa lemas, dan konsentrasi menurun. Biasanya kondisi tersebut membaik seiring waktu, terutama jika seseorang mendapat dukungan dari orang terdekat, tidur cukup, makan teratur, dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Tetapi kalau nyeri dada terasa berat atau mendadak, disertai sesak berat, pingsan, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, maupun punggung, jangan menganggapnya cuma patah hati. Kondisi seperti itu perlu segera diperiksa tenaga medis. Jadi, patah hati memang bisa memengaruhi jantung. Bukan karena hati lo benar-benar pecah, melainkan karena otak, hormon, sistem saraf, dan jantung saling terhubung ketika tubuh menghadapi stres emosional. #PatahHati #Jantung #Psikologi #biologi
Patah hati itu bukan cuma urusan perasaan. Jantung lo juga bisa ikut “kaget”. Ketika patah hati, tubuh sebenarnya bisa ikut bereaksi. Bukan karena jantung benar-benar “hancur”, tetapi karena otak menganggap kehilangan atau penolakan sebagai stres yang serius. Otak kemudian mengaktifkan sistem saraf simpatis, yaitu sistem yang membuat tubuh masuk ke kondisi siaga. Akibatnya, hormon stres seperti adrenalin dan kortisol meningkat. Jantung bisa berdetak lebih cepat, tekanan darah dapat naik, napas menjadi lebih pendek, dan tubuh terasa tegang. Inilah alasan kenapa saat sedang sedih banget, seseorang bisa merasakan dada berdebar, sesak, atau seperti ada tekanan di dada. Ada kondisi medis nyata bernama takotsubo cardiomyopathy atau broken heart syndrome. Kondisi ini dapat terjadi setelah stres emosional yang berat. Lonjakan hormon stres sementara dapat membuat sebagian otot jantung melemah sehingga kemampuan jantung memompa darah menurun. Gejalanya bahkan bisa menyerupai serangan jantung, seperti nyeri dada dan sesak napas. Namun, jangan langsung menganggap setiap dada sakit karena patah hati berarti broken heart syndrome. Kebanyakan orang yang mengalami patah hati tidak mengalami kerusakan jantung permanen. Tubuh biasanya perlahan kembali tenang ketika respons stres menurun. Patah hati juga dapat memengaruhi otak. Beberapa bagian otak yang berkaitan dengan rasa sakit fisik dan tekanan emosional dapat aktif ketika seseorang mengalami penolakan atau kehilangan hubungan. Itu sebabnya rasa sedih bisa terasa benar-benar “sakit” secara fisik. Selain jantung berdebar, stres emosional juga dapat membuat tidur terganggu, nafsu makan berubah, tubuh terasa lemas, dan konsentrasi menurun. Biasanya kondisi tersebut membaik seiring waktu, terutama jika seseorang mendapat dukungan dari orang terdekat, tidur cukup, makan teratur, dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Tetapi kalau nyeri dada terasa berat atau mendadak, disertai sesak berat, pingsan, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, maupun punggung, jangan menganggapnya cuma patah hati. Kondisi seperti itu perlu segera diperiksa tenaga medis. Jadi, patah hati memang bisa memengaruhi jantung. Bukan karena hati lo benar-benar pecah, melainkan karena otak, hormon, sistem saraf, dan jantung saling terhubung ketika tubuh menghadapi stres emosional. #PatahHati #Jantung #Psikologi #biologi

About