@bioz_tv: Pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Trenggalek masih berjalan lambat. Hingga evaluasi Agustus 2026, Dinas Sosial PPPA Trenggalek mencatat baru 48 dari 157 desa dan kelurahan yang aktif memperbarui data kemiskinan warga. Angka itu memang naik dari evaluasi awal yang hanya mencatat 40 desa. Namun, tambahan delapan desa tersebut sekaligus menunjukkan masih rendahnya partisipasi pemerintah desa dalam mengawal akurasi data warga miskin. Dinsos PPPA Trenggalek menemukan satu persoalan utama di balik rendahnya partisipasi tersebut. Banyak pemerintah desa masih khawatir melakukan kesalahan hukum maupun prosedur saat memperbarui status data warga. Ratusan Desa Masih Pasif, Dinsos Buka Suara Kepala Dinas Sosial PPPA Trenggalek, Habib Solehudin, menjelaskan bahwa pemerintah pusat menggunakan data desil sebagai salah satu acuan untuk menyalurkan berbagai program jaminan sosial. Namun, ketika data tersebut tidak lagi sesuai dengan kondisi warga di lapangan, pemerintah desa memiliki ruang untuk mengajukan perbaikan. "Pemerintah pusat memang menurunkan data desil itu, tetapi ketika perangkat desa menemukan ketidaksesuaian di lapangan, mereka memiliki ruang untuk memutakhirkannya," terang Habib. Perangkat desa dapat memanfaatkan sejumlah saluran resmi. Di antaranya fitur Cek Bansos mandiri, aplikasi SIKS-NG tingkat desa, serta layanan pengaduan langsung ke Dinas Sosial. Dinsos PPPA juga sudah memberikan pembekalan awal untuk mendorong pemerintah desa memperbarui data. Namun, evaluasi gelombang pertama baru mencatat 40 desa yang bergerak. Jumlah itu kemudian naik menjadi 48 desa pada evaluasi Agustus 2026. Artinya, lebih dari 100 desa dan kelurahan di Trenggalek masih belum aktif memperbarui data kesejahteraan warganya. Desa Takut Salah Ambil Kebijakan Dinsos PPPA Trenggalek kemudian menelusuri penyebab rendahnya partisipasi tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa persoalan utama bukan semata-mata karena pemerintah desa enggan bekerja. Banyak kepala desa dan perangkat desa justru mengaku bingung menentukan indikator kemiskinan secara tepat. Mereka juga khawatir keputusan yang mereka ambil memicu konflik sosial atau kesalahan dalam proses administrasi. "Saat kami bertanya mengapa desa-desa lain tidak kunjung aktif, mereka mengaku takut salah ketika mengambil keputusan pemutakhiran. Dari sinilah kami sadar mereka membutuhkan pembekalan teknis yang jauh lebih mendalam," beber Habib. Dinsos PPPA kemudian menyiapkan pelatihan lanjutan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah desa. Dinsos juga menggandeng Badan Pusat Statistik atau BPS Trenggalek untuk menjelaskan indikator dan variabel yang menjadi dasar pengukuran kemiskinan. "Kami memanggil BPS untuk membekali perangkat desa secara mendalam mengenai variabel dan ukuran standar kemiskinan yang baku," tambah Habib. Pembekalan tersebut diharapkan membuat pemerintah desa memiliki dasar yang lebih kuat ketika mengusulkan perubahan data kesejahteraan warga. Musdes Kemiskinan Bakal Digelar Serentak Setelah pembekalan bersama BPS, Dinsos PPPA Trenggalek menyiapkan Musyawarah Desa atau Musdes Kemiskinan secara serentak di seluruh wilayah kabupaten. Forum ini akan mempertemukan tokoh masyarakat, BPD, dan perangkat desa untuk membahas kembali data warga yang masuk dalam pemeringkatan desil melalui sistem SIKS-NG. "Adanya Musdes kemiskinan serentak ini memaksa seluruh desa untuk menggelar forum verifikasi dan validasi secara transparan," tegasnya. Melalui forum tersebut, pemerintah desa tidak hanya menerima data dari pemerintah pusat. Desa juga dapat memeriksa kembali kondisi warga dan mengusulkan perbaikan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Perubahan Desil Tidak Bisa Langsung Habib mengingatkan pemerintah desa bahwa perangkat desa dapat memasukkan usulan pemutakhiran melalui aplikasi SIKS-NG kapan saja. Namun, penginputan data tidak otomatis mengubah status desil warga. #PemutakhiranDataDesil #DinsosTrenggalek #MusdesKemiskinan #BeritaTrenggalek #BiozTV

Bioz TV
Bioz TV
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 16 September 2026 03:15:03 GMT
25187
183
55
20

Music

Download

Comments

pakrt56178988108775
ilham muhsim :
seharusnya yg data atau nyensus itu RT biar tahu orang kya dan miskin
2026-09-16 10:41:41
7
purwanti39809
Purwanti39809 :
banyak rakyat miskin yang tidak dapat bantuan , sedangkan yang rumah bagus dapat banyak sampai dobel"
2026-09-16 03:19:16
8
pler095
pler095 :
gampang pak,, di lihat dari pajaknya tanah,kendaraan,kalau habis banyak baru di nyatakan orang mampu,, kalau rumah bagus bukan jaminan orang tu kaya🙏🙏
2026-09-16 06:16:21
7
griffin22_
Bu Mimin :
sensus ini tidak tepat blas😂😂😂
2026-09-16 05:52:09
3
nisarnisarmbening
Nisarnisar mbening Mbening :
betul sekali,itu klu rumah bukan ukuran orang kaya,melainkan di lihat dari pajak tanah,soalnya punya rumah,karena nekat kerjo Ng srby proyek,oleh thithik2 di tukokne matrial,intine ORA jaminan omah kui wong SG mampu,melainkan wong nekat
2026-09-16 11:21:23
1
yantity95
Nay tity :
Musdes ping 50 jaran yo seng oleh panggah ae malah seng lansia dak ke jamah blas
2026-09-17 01:39:18
1
pak.haryono32
Pak Haryono :
ayo Gumregah bantu si miskin Ben ISO maem
2026-09-16 04:55:11
1
bs_1975
Asmara045 :
Ra Guno blas...salah pilih
2026-09-16 13:48:05
0
sendylatte
ㅤ :
asli, ndak akurat desil ng nggalek
2026-09-16 12:18:40
2
sutrisno.sutrisno159
Sutrisno Sutrisno :
Berita medsos tiktok tokek hoeekkk ini berita kamuflase buat rakyat kecil
2026-09-17 01:43:18
0
wijimakmur685
Wiji Makmur685 :
Kanan kiri depan belakang kaya dapat.Saya yg janda nekad menguliahkan anak bukanya di bantu malah di persulit karna dapat desil 6. Padahal persyaratan beasiswa harus desil 5 kebawah.Ini gimana pak ...Des.Panggul
2026-09-16 07:38:32
1
user8840569004810
asiyah :
bpak saya ibuk sya udah tuwa PK g ada penghasilan teros sdh tuwa g Kuwat krja TPI g pernah dapet pk bangun rumh kalok g utang y g bisa PK
2026-09-16 09:49:01
1
ardika.karya.tekn
ARDIKA KARYA :
pilih yang bisa
2026-09-16 14:28:53
0
anytha395
anytha :
lihat pak di kecamatan ndogko
2026-09-16 19:46:50
0
tantihernawati6
Bunda Akmal :
Utamakan lansia dan disabilitas terutama yg kurang/tdk mampu pak.Turunkan desilnya yg msk desil tinggi plng tdk dapak KIS pbi.
2026-09-16 19:24:00
0
masblung23
Masblung23🇯🇵🇯🇵 :
bgun jln sm pabrik pekerjakan orang" tiap" desa seluruh kecamatan jgn cm rapat aja
2026-09-16 14:28:50
0
bungaindah0885
bungaindah0885 :
TI DATA PING 100 JARAN YO PODO WAE...WIS EMBUH SAIKI APE KIAMAT MUNGKIN🤣🤣🤣🤣
2026-09-16 14:13:33
0
guntorosaid
Mbah GUNTUR SAID :
Benturkan Perangkat Desa dengan rakyatnya.
2026-09-16 05:18:51
0
kawulanegusti771
kawulane gusti :
Ndak jelas sensusnya
2026-09-17 02:30:13
0
pantangrnyerah
pejuang mandiri :
ada yg di perbaharui ada yg ndak.. contoh nya sy janda di tinggal mati.. ndak dapet apa".. padahal sy masih ada anak kecil &2 lansia..
2026-09-17 04:16:54
0
blinkeueri
Eri go😎 :
loh agek ngerti ne abah baha' nderek politik..
2026-09-16 14:01:39
0
hanik.sajaa
mbak nel :
yg di dta yg di sukai... dn saudaranya..... [Polos]
2026-09-16 13:33:27
0
www.al.husna
Alhusna :
tolong di evaluasi, di ceq ulang pak.. di semua desa diadakan pembaharuan massal
2026-09-16 13:30:02
0
momiwa88
Momiwa :
yg kaya2 punya PBI juga banyak...
2026-09-16 12:56:27
0
niniksuliyati
Ninik Suliyati :
didesaq yg miskin semua didesil 6_ 10 desaq kerjo kec karangan yg dpt malah orang2 mampu kl gk percaya terjun kelokasi
2026-09-16 05:57:58
0
To see more videos from user @bioz_tv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About