@ty_kodes:

TPeezy
TPeezy
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 16 September 2026 04:01:52 GMT
1466
10
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ty_kodes, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi abu vulkanik? Saat terjadi erupsi gunung berapi, abu vulkanik dapat tersebar jauh dan terhirup tanpa kita sadari. Partikel halus serta gas yang ikut terbawa dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. 𝟏. 𝐊𝐞𝐥𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐮𝐧𝐜𝐮𝐥 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐩𝐚𝐩𝐚𝐫 𝐚𝐛𝐮 𝐯𝐮𝐥𝐤𝐚𝐧𝐢𝐤 Mata: iritasi, kemerahan, dan berair. Hidung & saluran napas: hidung terasa perih, bersin, dan produksi lendir meningkat. Kepala: pusing, keliyengan, hingga nyeri kepala. Saluran pencernaan: mual, muntah, dan nyeri perut. Paru-paru: napas menjadi lebih cepat hingga terasa sesak. 𝟐. 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐬𝐢𝐤𝐨? Paparan abu vulkanik perlu lebih diwaspadai pada: -Bayi dan anak-anak. -Orang dengan asma atau penyakit paru lainnya. -Orang dengan penyakit jantung. Kelompok tersebut dapat lebih mudah mengalami perburukan keluhan ketika kualitas udara memburuk. 𝟑. 𝐀𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐚𝐛𝐮 𝐯𝐮𝐥𝐤𝐚𝐧𝐢𝐤? Selain partikel abu, aktivitas vulkanik juga dapat menghasilkan berbagai gas dan senyawa, antara lain: -Karbon dioksida (CO₂) -Sulfur dioksida (SO₂) -Hidrogen klorida (HCl) -Hidrogen sulfida (H₂S) -Radon (Rn) -Hidrogen fluorida (HF) -Senyawa sulfat/asam sulfat (H₂SO₄) Sebagian zat berbahaya tersebut tidak selalu terlihat maupun tercium, sehingga jangan menjadikan bau sebagai satu-satunya patokan aman atau tidaknya udara. 𝟒. 𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐩𝐚𝐧𝐣𝐚𝐧𝐠? Paparan yang berat atau berulang dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem pernapasan, antara lain: -Bronkitis -Silikosis, terutama akibat paparan partikel silika respirabel dalam jumlah dan durasi tertentu -Peningkatan risiko masalah atau infeksi saluran pernapasan pada kondisi tertentu -Paparan kronis terhadap beberapa komponen partikulat vulkanik juga menjadi perhatian terkait kesehatan paru jangka panjang 𝟓. 𝐀𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠𝐢 𝐩𝐚𝐩𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐚𝐛𝐮 𝐯𝐮𝐥𝐤𝐚𝐧𝐢𝐤?  -Gunakan masker, terutama N95 bila memungkinkan, saat harus berada di luar rumah. -Tutup pintu dan jendela ketika abu vulkanik sedang banyak. -Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang untuk mengurangi kontak abu dengan kulit. -Gunakan kacamata atau goggles untuk membantu melindungi mata dari iritasi. Semoga bermanfaat! #abuvulkanik #dokteradam #tanyadokteradam
Apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi abu vulkanik? Saat terjadi erupsi gunung berapi, abu vulkanik dapat tersebar jauh dan terhirup tanpa kita sadari. Partikel halus serta gas yang ikut terbawa dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. 𝟏. 𝐊𝐞𝐥𝐮𝐡𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐮𝐧𝐜𝐮𝐥 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐩𝐚𝐩𝐚𝐫 𝐚𝐛𝐮 𝐯𝐮𝐥𝐤𝐚𝐧𝐢𝐤 Mata: iritasi, kemerahan, dan berair. Hidung & saluran napas: hidung terasa perih, bersin, dan produksi lendir meningkat. Kepala: pusing, keliyengan, hingga nyeri kepala. Saluran pencernaan: mual, muntah, dan nyeri perut. Paru-paru: napas menjadi lebih cepat hingga terasa sesak. 𝟐. 𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐬𝐢𝐤𝐨? Paparan abu vulkanik perlu lebih diwaspadai pada: -Bayi dan anak-anak. -Orang dengan asma atau penyakit paru lainnya. -Orang dengan penyakit jantung. Kelompok tersebut dapat lebih mudah mengalami perburukan keluhan ketika kualitas udara memburuk. 𝟑. 𝐀𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐚𝐛𝐮 𝐯𝐮𝐥𝐤𝐚𝐧𝐢𝐤? Selain partikel abu, aktivitas vulkanik juga dapat menghasilkan berbagai gas dan senyawa, antara lain: -Karbon dioksida (CO₂) -Sulfur dioksida (SO₂) -Hidrogen klorida (HCl) -Hidrogen sulfida (H₂S) -Radon (Rn) -Hidrogen fluorida (HF) -Senyawa sulfat/asam sulfat (H₂SO₄) Sebagian zat berbahaya tersebut tidak selalu terlihat maupun tercium, sehingga jangan menjadikan bau sebagai satu-satunya patokan aman atau tidaknya udara. 𝟒. 𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐦𝐩𝐚𝐤 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐩𝐚𝐧𝐣𝐚𝐧𝐠? Paparan yang berat atau berulang dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem pernapasan, antara lain: -Bronkitis -Silikosis, terutama akibat paparan partikel silika respirabel dalam jumlah dan durasi tertentu -Peningkatan risiko masalah atau infeksi saluran pernapasan pada kondisi tertentu -Paparan kronis terhadap beberapa komponen partikulat vulkanik juga menjadi perhatian terkait kesehatan paru jangka panjang 𝟓. 𝐀𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠𝐢 𝐩𝐚𝐩𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐚𝐛𝐮 𝐯𝐮𝐥𝐤𝐚𝐧𝐢𝐤? -Gunakan masker, terutama N95 bila memungkinkan, saat harus berada di luar rumah. -Tutup pintu dan jendela ketika abu vulkanik sedang banyak. -Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang untuk mengurangi kontak abu dengan kulit. -Gunakan kacamata atau goggles untuk membantu melindungi mata dari iritasi. Semoga bermanfaat! #abuvulkanik #dokteradam #tanyadokteradam

About