@takajason: Ruan Mei terlalu excited bahas "essence of life", wkwkk. Sampe belibet ngomongnya. Oke, sekarang mungkin bahas.... Apakah Ruan Mei beneran tidak memiliki cinta sama sekali dalam dirinya? Mungkin memang benar. Tapi, mungkin juga enggak. Kita bahas mengenai Love and Resignation dari Fear and Trembilng, Kierkegaard. Menurutnya, cinta sejati yang lepas dari cinta yang posesif adalah, cinta yang berani melepaskan atau merelakan kepemilikan. Ini dia analogikan sebagai sang Ksatria yang mencintai sang putri. Namun, seng ksatria tidak dapat memiliki sang putri. Lantas, apakah ia melepaskan cintanya? Tidak. Bagi sang ksatria, cinta itu bukan mengenai kepemilikan, tapi mengenai substansi. Di mana ia mencintai sang putri secara substansial dan bukan bersandar pada hal material, layaknya kepemilikan, erotis, dll. Sehingga, meskipun mereka tidak saling memiliki, cinta mereka nyata. Karena sang Ksatria begitu mencintai sang putri, ia menarik keberadaannya dari sang putri, dan membiarkan sang putri bebas dan mandiri. Itulah cinta sejati. Plato dalam Ladder of Love-nya juga berkata bahwa, cinta yang berada di tangga yang rendah adalah cinta yang posesif, yang bersandar pada hal erotis. Namun cinta tertinggi adalah, cinta akan Bentuk Keindahan (ide dari Keindahan). Karena ide itu sempurna dan tak berubah, tidak seperti keindahan dalam dunia, yang merupakan imitasi dari Ide Keindahan sehingga tidak sempurna dan dapat berubah. Sekarang, bahas mengenai Ruan Mei. Yah, Ruan Mei sedari dulu tau apa itu cinta, hanya saja dia tidak dapat memahami, sekaligus tidak dapat memberikan balasan/perlakuan terhadap cinta. Makanya, dia malah meninggalkan Creation of Ruan Mei begitu saja dan membiarkan mereka bebas. Namun, di situlah bentuk cintanya. Ruan Mei memberikan kebebasan, bagaimana Creation of Ruan Mei dapat bebas dalam hidup mereka. Dapat menangis, tertawa, menginginkan sesuatu, dll. Sehingga, mereka tidak hanya terikat pada satu hal saja, yaitu kecintaan mereka terhadap Ruan Mei. Nah, cinta Ruan Mei menggambarkan cinta Tuhan terhadap manusia. Manusia diciptakan oleh Tuhan dan manusia memiliki kerinduan terhadap Tuhan. Begitupulak ciptaan Ruan Mei: mereka diciptakan, dan mereka rindu dengan pencipta mereka. Kesamaan antara Ruan Mei dengan Tuhan adalah... Tuhan menarik diri-Nya dari ciptaan-Nya dan membiarkan manusia hidup bebas, karena tidak ingin manusia hidup terkekang dan hidup tidak bermakna. Layaknya Ruan Mei, yang menarik dirinya dari ciptaannya, membiarkan mereka bebas, sehingga mereka dapat memaknai kehidupan mereka, seperti Ruan Mei sendiri yang sedang mencari esensi/makna dari kehidupan. Sehingga, kita mencapai sebuah konklusi bahwa, dalam Plato ataupun Kierkegaard, mereka menggambarkan cinta sejati sebagai cinta yang berani melepaskan kepemilikan dan bersandar pada suatu hal yang lebih substansi. Yaitu pada bentuk dari Keindahan itu sendiri. Seperti cintanya terhadap TakaJason, meskipun cinta kita saling memiliki, bukan pada material melainkan pada hal immaterial/substansi. #Takajason #HonkaiStarRail #hsrcreators #ruanmei #hsr
TakaJason
Region: ID
Wednesday 16 September 2026 07:01:27 GMT
Music
Download
Comments
kei vortigern :
my gambar :P
2026-09-17 23:07:55
1
SuouKu :
quest mana ini?
2026-09-16 08:35:53
2
Re.create :
baca serius di awal, ternyata ada selipan halu di akhir😂
2026-09-18 23:12:34
1
Dek | GTCI :
ehem
2026-09-16 20:01:25
1
Siapa? :
RM cakep banget sii😌😌🌹✨
2026-09-17 03:29:54
1
kalis_s0 :
woi bini gwh, awas aja lu bit
2026-09-16 08:20:03
1
Acyyzoopyc :
katanya bisa nyalahin api
2026-09-19 17:00:57
3
To see more videos from user @takajason, please go to the Tikwm
homepage.