@saleesu_shehu: #available #viralvideo #fyp #kano kofar ruwa market dantata plaza block 7a shop no 12 #whatsapp or call 08135792397

saleesushehu
saleesushehu
Open In TikTok:
Region: DE
Wednesday 16 September 2026 07:19:22 GMT
8004
339
20
4

Music

Download

Comments

deeny335
deeny335 :
How much
2026-09-16 09:19:52
0
umar.umar5674
Umar Umar :
nawa yake
2026-09-16 10:02:04
0
ambmansur
M Ahmad Pantami AMV :
price
2026-09-16 10:28:16
0
itz_real_a.musa
Itz Real A Musa :
Ana iya samun second hand na 250k?
2026-09-16 09:02:02
0
abc.textile.001
@ABC TEXTILE 001 :
nawa
2026-09-16 07:51:46
0
haruna.sabo28
Haruna Sabo :
ysl
2026-09-16 07:44:21
1
aarimi6
ARIMI :
nawane inaso
2026-09-16 14:17:01
0
muharram_360
Saleh SS :
nawa ne
2026-09-16 09:50:17
0
binkareemain
ADAMU MUHAMMAD :
Akwai price kasa da wannan ne?
2026-09-16 15:33:49
0
aligubo
king 👑 Mandela001 :
Last nashi nawah me
2026-09-16 17:09:26
0
ibmaf1
IBRAHIM :
Nawa
2026-09-16 09:39:28
0
doudou.aliyou
Doudou aliyou :
🥰🥰🥰
2026-09-16 14:22:23
0
To see more videos from user @saleesu_shehu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

[WAKE UP CALL‼️] Negara ini bukan sekadar krisis ekonomi atau politik. Ia sedang sakit.. lebih dalam dari itu. Sakit jiwa. Ketika kursi kekuasaan dipenuhi orang-orang dengan gejala Narcissistic Personality Disorder (NPD), yang terjadi bukan kepemimpinan, melainkan penyanderaan kolektif. Dan rakyat muak, bukan karena benci negaranya, tapi karena harus hidup di bawah ego yang membengkak. Berikut 7 gejala yang kita saksikan setiap hari: ⸻ 1. Empati Lumpuh Rakyat menjerit, aparat membunuh. Alih-alih merangkul, mereka memilih represi. Seolah rasa sakit manusia tak lebih penting dari citra institusi. ⸻ 2. Hasrat Dikagumi Tanpa Batas Mereka haus panggung. Tiap kebijakan dibungkus pencitraan, bukan pelayanan. Yang diutamakan bukan kebenaran, tapi likes dan sorak sorai semu. Parahnya menjadi Tuhan-Tuhanan. ⸻ 3. Manipulasi Jadi Bahasa Resmi Janji manis diumbar, realita dipelintir. Fakta diputarbalikkan, dan rakyat dipaksa menelan ilusi seolah kebohongan adalah bentuk “stabilitas nasional.” ⸻ 4. Arogansi Kebal Hukum Satu hukum untuk rakyat, hukum lain untuk penguasa. Kesalahan rakyat = dihukum keras. Kesalahan aparat/DPR = dilindungi sistem. Inilah wajah nyata KOMUNAL NPD: merasa dirinya di atas aturan. ⸻ 5. Eksploitasi Demi Kuasa Rakyat jadi pion. Dipakai untuk kepentingan, lalu dibuang setelah pemilu usai. Bagi mereka, manusia hanyalah “resources”, bukan jiwa yang harus dijaga martabatnya. ⸻ 6. Sensitivitas Rapuh Kritik sedikit → disebut makar. Protes kecil → dibungkam dengan gas air mata bahkan DILINDAS. Mental yang rapuh dibungkus seragam dan jabatan, itulah kombinasi paling berbahaya bagi sebuah bangsa. ⸻ 7. Ilusi Kebesaran, Realita Kehancuran Mereka ingin disebut “wakil rakyat” dan “pelindung masyarakat”. Padahal, mereka justru simbol betapa sakitnya bangsa ini bukan oleh rakyatnya, tapi oleh segelintir pengidap narsisme kolektif yang memegang kuasa. ⸻ 📌 Jika bangsa ini ingin sembuh, maka kita harus berani mendiagnosis penyakitnya dengan jujur. Dan langkah pertama adalah sadar: kita sedang disandera,bukan dipimpin. #SergioKarrar #KomunalNPD #NegaraSakit #menhelpingmen
[WAKE UP CALL‼️] Negara ini bukan sekadar krisis ekonomi atau politik. Ia sedang sakit.. lebih dalam dari itu. Sakit jiwa. Ketika kursi kekuasaan dipenuhi orang-orang dengan gejala Narcissistic Personality Disorder (NPD), yang terjadi bukan kepemimpinan, melainkan penyanderaan kolektif. Dan rakyat muak, bukan karena benci negaranya, tapi karena harus hidup di bawah ego yang membengkak. Berikut 7 gejala yang kita saksikan setiap hari: ⸻ 1. Empati Lumpuh Rakyat menjerit, aparat membunuh. Alih-alih merangkul, mereka memilih represi. Seolah rasa sakit manusia tak lebih penting dari citra institusi. ⸻ 2. Hasrat Dikagumi Tanpa Batas Mereka haus panggung. Tiap kebijakan dibungkus pencitraan, bukan pelayanan. Yang diutamakan bukan kebenaran, tapi likes dan sorak sorai semu. Parahnya menjadi Tuhan-Tuhanan. ⸻ 3. Manipulasi Jadi Bahasa Resmi Janji manis diumbar, realita dipelintir. Fakta diputarbalikkan, dan rakyat dipaksa menelan ilusi seolah kebohongan adalah bentuk “stabilitas nasional.” ⸻ 4. Arogansi Kebal Hukum Satu hukum untuk rakyat, hukum lain untuk penguasa. Kesalahan rakyat = dihukum keras. Kesalahan aparat/DPR = dilindungi sistem. Inilah wajah nyata KOMUNAL NPD: merasa dirinya di atas aturan. ⸻ 5. Eksploitasi Demi Kuasa Rakyat jadi pion. Dipakai untuk kepentingan, lalu dibuang setelah pemilu usai. Bagi mereka, manusia hanyalah “resources”, bukan jiwa yang harus dijaga martabatnya. ⸻ 6. Sensitivitas Rapuh Kritik sedikit → disebut makar. Protes kecil → dibungkam dengan gas air mata bahkan DILINDAS. Mental yang rapuh dibungkus seragam dan jabatan, itulah kombinasi paling berbahaya bagi sebuah bangsa. ⸻ 7. Ilusi Kebesaran, Realita Kehancuran Mereka ingin disebut “wakil rakyat” dan “pelindung masyarakat”. Padahal, mereka justru simbol betapa sakitnya bangsa ini bukan oleh rakyatnya, tapi oleh segelintir pengidap narsisme kolektif yang memegang kuasa. ⸻ 📌 Jika bangsa ini ingin sembuh, maka kita harus berani mendiagnosis penyakitnya dengan jujur. Dan langkah pertama adalah sadar: kita sedang disandera,bukan dipimpin. #SergioKarrar #KomunalNPD #NegaraSakit #menhelpingmen

About