@monacoman.co: The True cost part 9 | @BERVAUX #monacoman #oldmoney #amex #rolex #menstyle

monacoman.co
monacoman.co
Open In TikTok:
Region: FR
Wednesday 16 September 2026 12:32:08 GMT
279904
14056
13
322

Music

Download

Comments

norz6698
Norz :
The whole thing is an ad for the card holder
2026-09-17 09:27:15
413
9kd48
9KD :
2026-09-17 16:57:53
15
valerie.r0n
LaRandi📿 :
My dad have the first card what that mean?
2026-09-17 20:28:10
0
a.viee066
Ali :
Ya only for da riches
2026-09-16 12:36:36
37
d0um0u
d :
told you the plane have other costs [Tears of joy]
2026-09-16 15:07:48
8
pepijndevries0
PP🚤🇳🇱🌧️ :
I just have 2 centurions on my own company card 😂
2026-09-17 16:44:57
2
alvaaro_1
Álvaro Frías | Odontostudent :
😁😁😁
2026-09-17 03:51:53
1
To see more videos from user @monacoman.co, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SHORT VIDEO  JUDUL: Pemilik Toko Gigi Tewas Dikeroyok, Polres Pelalawan Dalami Peran Ayah Pemilik Ampera Usai Tetapkan 3 TSK Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Jurnalis Video: JOHANNES WOWOR TANJUNG TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan masih mendalami keterlibatan ayah dari pemilik rumah makan ampera dalam kasus pengeroyokan pemilik toko gigi hingga tewas di Pangkalan Kerinci, Selasa (8/9/2026) lalu.  Polres Pelalawan telah mengungkap kasus pengeroyokan yang disebabkan cecok bertetangga yang berujung kematian di Jalan BTN Lama Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Polisi mengamankan empat orang dari lokasi usai kejadian. Tiga orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan.  Diantaranya SZ alias Zaki (22) yang merupakan anak dari pemilik ampera dan dua orang pekerjanya MEP (21) alias Putra dan MSS (23) alias Sopi. Sedangkan JS (52) yang merupakan pemilik Rumah Makan (RM) Ampera Keluarga tersebut masih berstatus saksi. Korban bernama Ifan Priyadi (45) pemilik Toko Gigi Galaxy. Adapun lokasi rumah makan ampera dan toko gigi berdampingan alias bertetangga di Jalan BTN yang saat ini bernama Jalan Ade Irma Suryani.
SHORT VIDEO JUDUL: Pemilik Toko Gigi Tewas Dikeroyok, Polres Pelalawan Dalami Peran Ayah Pemilik Ampera Usai Tetapkan 3 TSK Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Jurnalis Video: JOHANNES WOWOR TANJUNG TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan masih mendalami keterlibatan ayah dari pemilik rumah makan ampera dalam kasus pengeroyokan pemilik toko gigi hingga tewas di Pangkalan Kerinci, Selasa (8/9/2026) lalu. Polres Pelalawan telah mengungkap kasus pengeroyokan yang disebabkan cecok bertetangga yang berujung kematian di Jalan BTN Lama Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Polisi mengamankan empat orang dari lokasi usai kejadian. Tiga orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan. Diantaranya SZ alias Zaki (22) yang merupakan anak dari pemilik ampera dan dua orang pekerjanya MEP (21) alias Putra dan MSS (23) alias Sopi. Sedangkan JS (52) yang merupakan pemilik Rumah Makan (RM) Ampera Keluarga tersebut masih berstatus saksi. Korban bernama Ifan Priyadi (45) pemilik Toko Gigi Galaxy. Adapun lokasi rumah makan ampera dan toko gigi berdampingan alias bertetangga di Jalan BTN yang saat ini bernama Jalan Ade Irma Suryani. "Untuk saksi JS masih kita lakukan pematangan alat bukti. Karena dalam proses penyelidikan kemarin malam, masih kurang," sebut Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi menyampaikan pers rilis secara resmi didampingi Kanit I Tipidum Ipda Erwin Naibaho dan Kanit II Tipidter Iptu Asbon Mairizal di aula Teluk Meranti Mapolres Pelalawan, Rabu (9/9/2026) siang lalu. Keterlibatan JS dalam kasus pengeroyokan korban Ifan Priyadi terus didalami oleh penyidik. Sebab sejak awal kejadian, ayah tersangka Zaki ini disebut-sebut ikut melakukan pemukulan terhadap Ifan saat duel tak seimbang itu terjadi. Bahkan, polisi turut mengamankan JS bersama tiga tersangka lainnya dari lokasi usai kejadian. "Saat gelar kemarin, belum cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka. Kita tak perlu terburu-buru. Terus kita kembangkan," jelas Kasat Bayu. Bayu menegaskan jika kemudian JS terbukti terlibat dalam pengeroyokan itu, penyidik akan segera menahannya. Namun apabila bukti dan keterangan yang ada tak cukup menjerat JS, statusnya akan tetap sebagai saksi. Dikatakannya, ketiga pelaku tidak memiliki niat melarikan diri dari Pangkalan Kerinci setelah mengetahui korban Ifan meninggal dunia akibat perkelahian itu. Hanya saja, mereka sempat meninggal lokasi kejadian ketika polisi turun ke TKP hingga akhirnya berhasil diamankan. "Antara pelaku dan tersangka sudah lama cekcok karena parkiran pelanggan. Kadang pelanggan rumah makan parkir di toko gigi dan sebaliknya," tandasnya. Diberitakan sebelumnya, satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan telah mengungkap kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian di Jalan BTN Lama Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan yang terjadi pada Selasa (8/9/2026) sore lalu. Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi menyampaikan pers rilis secara resmi didampingi Kanit I Tipidum Ipda Erwin Naibaho dan Kanit II Tipidter Iptu Asbon Mairizal di aula Teluk Meranti Mapolres Pelalawan, Rabu (9/9/2026) siang. Polisi mengamankan empat orang dari lokasi. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan. Diantaranya SZ alias Zaki (22) yang merupakan anak dari pemilik ampera dan dua orang pekerjanya MEP (21) alias Putra dan MSS (23) alias Sopi. Sedangkan JS (52) yang merupakan pemilik Rumah Makan (RM) Ampera Keluarga tersebut masih berstatus saksi. Korban bernama Ifan Priyadi (45) pemilik Toko Gigi Galaxy. Adapun lokasi rumah makan ampera dan toko gigi berdampingan alias bertetangga di Jalan BTN yang saat ini bernama Jalan Ade Irma Suryani.

About