@brutafrique: 🇳🇬Aliko Dangote : "Avoir un fils n’est pas ma priorité." Dans une interview accordée au média nigérian ARISE News, Aliko Dangote a évoqué sa succession. L'homme d’affaires nigérian, qui associe de plus en plus ses trois filles à son empire commercial, ne considère pas le fait d'avoir un héritier comme une nécessité pour perpétuer son nom de famille et son héritage. #Nigeria #nigeria

Brut. Afrique
Brut. Afrique
Open In TikTok:
Region: CF
Wednesday 16 September 2026 14:07:11 GMT
215836
33194
425
730

Music

Download

Comments

njla_tiok
N’Jla :
Le chiffre impair c’est bien, mais le chiffre pair est mieux; adopte moi tu auras en tout 4 women King. 🫠
2026-09-16 15:07:33
2554
mathiou706
Mathiou :
Voici la pensée des milliardaires c'est pourquoi ils sont toujours riches ayez des pensées positives merci Papa Dangoté
2026-09-16 15:16:18
1626
lesss.237
Lesly :
Les commentaires me sidère!!
2026-09-16 15:08:07
198
olympe.y
￴   🐆 :
Tu sais qu’une personne est un bon parent quand il ne fait pas de différence entre fils et fille
2026-09-16 18:15:18
178
cendrexzenontin
Cendrex zenontin🇺🇲🇧🇯 :
il se donne de courage, c'est tout. ❤️😭
2026-09-16 14:48:31
77
enoch.yoro1
enoch.yoro1 :
En effet, moi j’ai toujours rêver d’avoir que des filles. Mais de toute les façons peu importe le genre que Dieu te donnes , l’importance est de les élever en leur inculquant des valeurs d’égalité.
2026-09-16 15:29:12
317
user6059537106501
su_cre🍭 :
à lire les commentaires,je me dit on n'est pas prêt de sortir de l'auberge . Donc y a vraiment des gens en 2026 qui pensent qu'avoir un garçon est mieux que d'avoir des filles ??
2026-09-16 16:22:24
336
cherita259
cherita259 :
Nos parents africains ne savent pas oooh 😒
2026-09-16 21:13:32
17
amira_sheila
Sheila 🎀🪽🤍Mrs A♾️ :
Il est riches mme dans c’est propos .. 🤌🏾
2026-09-16 21:00:37
12
paulees.ther
Miuccia :
C’est pour ça il est riche ❤️
2026-09-16 16:51:57
273
ericserges.hotode
ericserges.hotode :
Il dit sa juste pour ce consoler, pour se donner du courage sinon il a le plus besoin
2026-09-16 19:31:01
10
km103011
km103011 :
L’argent lui monte à la tête comment il peut critiquer ce qu’il a pas peut importe le sex les enfants sont l’image de l’éducation qu’on leur donne y a pas sexe meilleur que l’autre
2026-09-16 14:11:13
57
ruthamanikibiswa19
Ruthamani :
Un père qui nous valorise respect
2026-09-16 15:50:19
47
kbabssr5
R.J.V. Koubia GN 224🇬🇳🏟️✌🏿 :
Moi qui préfère un fils que 5 filles 😳
2026-09-16 15:32:32
10
doumbiaamedsamad123
ABDOUL SAMAD_📸 :
Everything has right already,we just dey followe Amh.
2026-09-16 15:31:09
0
le_parraindelaville
THE GODFATHER :
On ne peut pas tout avoir
2026-09-16 15:55:31
5
okryologou
okryologou :
coping mechanism
2026-09-16 15:34:12
1
.jlv53
Joseph :
Le papa de filles le meilleur
2026-09-16 18:51:50
13
katytitia
Katy_titia :
En tout cas ils savent très bien ternir le nom de la famille
2026-09-16 19:52:47
16
neigebrinda1
𝓝𝓮𝓲𝓰𝓮𝓑𝓻𝓲𝓷𝓭𝓪❤️✝️🇻🇦 :
C’est dans les commentaires que je constate à quel point certaines personnes ont de gros problèmes de compréhension. 😅
2026-09-16 19:18:42
16
hilan792
Hilan Pregnon :
il veut dire quoi par la
2026-09-16 14:10:49
17
coupe_du_monde_5
coupedumonde ⚽️ :
Le fait de perdre le nom dangoté c’est chaud !
2026-09-16 15:01:35
26
To see more videos from user @brutafrique, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Mengemis dan Meminta Sumbangan Dalam Perspektif Hukum Islam MENGEMIS DAN MEMINTA SUMBANGAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz Lc MA. Profesi mengemis bagi sebagian orang lebih diminati daripada profesi-profesi lainnya, karena cukup hanya dengan mengulurkan tangan, dia bisa mendapatkan sejumlah uang yang cukup banyak tanpa harus bersusah payah. Masyarakat pada umumnya memandang bahwa pengemis itu identik dengan yang menarik iba seperti tidak rapi, rambut kusut, wajah kusam, pakaian kumal, lusuh atau robek-robek. Singkat kata, penampilan untuk mengungkapkan kemelaratannya, serta menarik rasa belas kasihan masyarakat luas. Namun akhir-akhir ini, sebagian pengemis tidak lagi berpenampilan demikian. Diantara mereka ada yang berpakaian rapi, memakai jas berdasi dan sepatu, bahkan kendaraannya pun lumayan bagus. Ada yang menjalankan profesi ini sendirian dan ada pula yang melakukannya bersama dalam sebuah team. Yang lebih mencengangkan, ada sebagian orang bersemangat mencari sumbangan atau bantuan demi memperkaya diri dan keluarganya dengan cara membuat proposal-proposal untuk kegiatan tertentu yang memang ada faktanya ataupun tidak ada, akan tetapi setelah memperoleh dana, mereka tidak menyalurkannya sebagaimana mestinya. Pengertian Mengemis (Meminta-Minta) Mengemis atau meminta-minta dalam bahasa Arab disebut dengan tasawwul. Dalam al- Mu’jamul Wasîth disebutkan bahwa tasawwala  (fi’il madhi  dari  tasawwul)  artinya  meminta-minta  atau  meminta pemberian. [1] Sebagian Ulama mendefinisikan tasawwul (mengemis) dengan upaya  meminta harta orang lain bukan  untuk  kemaslahatan  agama  tapi  untuk  kepentingan  pribadi. al-Hâfizh  Ibnu Hajar  rahimahullah berkata,  “Perkataan  al-Bukhâri (Bab Menjaga Diri dari Meminta-minta) maksudnya adalah  meminta-minta sesuatu selain untuk kemaslahatan agama.”[2] Jadi, berdasarkan definisi di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa batasan  tasawwul atau “mengemis”  adalah  meminta  untuk  kepentingan diri sendiri bukan  untuk  kemaslahatan agama atau kepentingan kaum Muslimin. Itulah hakikat mengemis dan meminta-minta, lalu bagaimanakah hukumnya dalam Islam ? Hukum Mengemis dan Meminta Sumbangan Dalam Pandangan Islam Meminta-minta sumbangan atau mengemis tidak disyari’atkan dalam agama Islam, apalagi jika dilakukan dengan cara menipu atau berdusta dengan cara menampakkan dirinya seakan-akan dalam kesulitan ekonomi, atau sangat membutuhkan biaya pendidikan anak sekolah, atau perawatan dan pengobatan keluarganya yang sakit, atau untuk membiayai kegiatan tertentu, maka hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Di antara dalil-dalil syar’i yang menunjukkan haramnya mengemis dan meminta-minta sumbangan, dan bahkan ini termasuk dosa besar adalah sebagaimana berikut : 1. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anuma , ia berkata : Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya.[3] Diriwayatkan dari Abu Hurairah  Radhiyallahu anhu , ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ Barangsiapa meminta-minta kepada manusia harta mereka untuk memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya dia hanyalah  sedang  meminta  bara  api (neraka), maka (jika dia mau) silahkan dia  mempersedikit  atau memperbanyak.[4] 2. Diriwayatkan dari Hubsyi bin Junâdah Radhiyallahu anhu , ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ Barangsiapa meminta-minta kepada orang lain tanpa ada kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api. [5] Demikianlah beberapa dalil dari hadits-
Mengemis dan Meminta Sumbangan Dalam Perspektif Hukum Islam MENGEMIS DAN MEMINTA SUMBANGAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz Lc MA. Profesi mengemis bagi sebagian orang lebih diminati daripada profesi-profesi lainnya, karena cukup hanya dengan mengulurkan tangan, dia bisa mendapatkan sejumlah uang yang cukup banyak tanpa harus bersusah payah. Masyarakat pada umumnya memandang bahwa pengemis itu identik dengan yang menarik iba seperti tidak rapi, rambut kusut, wajah kusam, pakaian kumal, lusuh atau robek-robek. Singkat kata, penampilan untuk mengungkapkan kemelaratannya, serta menarik rasa belas kasihan masyarakat luas. Namun akhir-akhir ini, sebagian pengemis tidak lagi berpenampilan demikian. Diantara mereka ada yang berpakaian rapi, memakai jas berdasi dan sepatu, bahkan kendaraannya pun lumayan bagus. Ada yang menjalankan profesi ini sendirian dan ada pula yang melakukannya bersama dalam sebuah team. Yang lebih mencengangkan, ada sebagian orang bersemangat mencari sumbangan atau bantuan demi memperkaya diri dan keluarganya dengan cara membuat proposal-proposal untuk kegiatan tertentu yang memang ada faktanya ataupun tidak ada, akan tetapi setelah memperoleh dana, mereka tidak menyalurkannya sebagaimana mestinya. Pengertian Mengemis (Meminta-Minta) Mengemis atau meminta-minta dalam bahasa Arab disebut dengan tasawwul. Dalam al- Mu’jamul Wasîth disebutkan bahwa tasawwala  (fi’il madhi  dari  tasawwul)  artinya  meminta-minta  atau  meminta pemberian. [1] Sebagian Ulama mendefinisikan tasawwul (mengemis) dengan upaya  meminta harta orang lain bukan  untuk  kemaslahatan  agama  tapi  untuk  kepentingan  pribadi. al-Hâfizh  Ibnu Hajar  rahimahullah berkata,  “Perkataan  al-Bukhâri (Bab Menjaga Diri dari Meminta-minta) maksudnya adalah  meminta-minta sesuatu selain untuk kemaslahatan agama.”[2] Jadi, berdasarkan definisi di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa batasan  tasawwul atau “mengemis”  adalah  meminta  untuk  kepentingan diri sendiri bukan  untuk  kemaslahatan agama atau kepentingan kaum Muslimin. Itulah hakikat mengemis dan meminta-minta, lalu bagaimanakah hukumnya dalam Islam ? Hukum Mengemis dan Meminta Sumbangan Dalam Pandangan Islam Meminta-minta sumbangan atau mengemis tidak disyari’atkan dalam agama Islam, apalagi jika dilakukan dengan cara menipu atau berdusta dengan cara menampakkan dirinya seakan-akan dalam kesulitan ekonomi, atau sangat membutuhkan biaya pendidikan anak sekolah, atau perawatan dan pengobatan keluarganya yang sakit, atau untuk membiayai kegiatan tertentu, maka hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Di antara dalil-dalil syar’i yang menunjukkan haramnya mengemis dan meminta-minta sumbangan, dan bahkan ini termasuk dosa besar adalah sebagaimana berikut : 1. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anuma , ia berkata : Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya.[3] Diriwayatkan dari Abu Hurairah  Radhiyallahu anhu , ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ Barangsiapa meminta-minta kepada manusia harta mereka untuk memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya dia hanyalah  sedang  meminta  bara  api (neraka), maka (jika dia mau) silahkan dia  mempersedikit  atau memperbanyak.[4] 2. Diriwayatkan dari Hubsyi bin Junâdah Radhiyallahu anhu , ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ Barangsiapa meminta-minta kepada orang lain tanpa ada kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api. [5] Demikianlah beberapa dalil dari hadits-

About