@nate_viland: The main reason we do these couple’s challenges… to impress Marci! Strong enough to pick up my wife and keep up with my kids, that’s the goal! Now it’s your turn… Can you pick up your wife? Send this to a husband and see if he’s up for the challenge. #coupleschallenge #fitcouple #1stphorm #iam1stphorm

nate_viland
nate_viland
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 16 September 2026 17:46:20 GMT
282183
10046
219
5557

Music

Download

Comments

dpearson221
dpearson22 :
Guys, I cant fuckin pick her up. Stop these fuckin trends, you're gonna get me divorced!
2026-09-16 23:23:09
666
mr_wrench_house
Mr Wrench House :
Damit Nate, some of us like BIG girls…😝
2026-09-17 02:48:31
63
lashaxd
lasha :
well im fat so no.. but im funny
2026-09-17 00:45:40
29
juststina6981
Kristina :
I’m about to start some nonsense 🫣🧑‍🩰
2026-09-16 21:00:23
221
travisdutah
Travis Utah :
There's gonna be a lot of men with bad arms trying this 😂
2026-09-16 20:56:19
139
luv_nuvia
Luv_Nuvia :
My husband is lucky I’m afraid of heights
2026-09-17 03:50:51
0
jaydomazz
J :
challenge accepted 😂😂😂
2026-09-16 21:49:20
21
sashdown1
Seth A :
I am by far the strongest man my wife knows. I can’t show her this. She’ll be let down
2026-09-17 00:22:06
2
2_oh_sloww
2_oh_sloww :
no cause i am fat lol
2026-09-17 00:53:46
5
dewey_fisher
dewey :
my mind says yes my rotator cuff says absolutely not
2026-09-17 02:32:10
7
gylenygre
Supercell :
That’s pretty impressive, good technique and her staying tight and not moving
2026-09-17 03:14:00
2
jesus_set_me_free1
Keri Battaglia :
mine cannnnnnn. but I only weigh 98 lbs 😂
2026-09-16 20:58:11
3
nelli.jack
Nelli Jack :
For fun, no. To save her life, yes 😂
2026-09-17 01:16:37
6
teslahsuzanne
Tess :
Errrmagershhhh your rotator cufff! Be careful!
2026-09-16 20:05:35
25
alphashe
AlphaShe :
I’d snap his arm like a pretzel stick.😂🤣😂
2026-09-16 22:54:45
3
facerayper
jon :
not the cut when you sat up
2026-09-17 02:50:03
1
morelogiclessemotions
MoreLogicLessEmotions :
Don’t blow out your knee, unc
2026-09-16 22:07:50
4
dbjpsj
user1368499444974 :
Impressive
2026-09-16 21:54:54
1
cleansobersaved
Clean sober saved :
Savage
2026-09-16 21:51:23
1
kalina_544
kalina_544 :
I feel like this could seriously injure someone 😳
2026-09-17 03:04:10
1
eratorix
💥 :
No need to even think about doing that. I can’t
2026-09-17 03:11:32
1
maetyallen
Marty :
very impressive. leg strength
2026-09-17 01:38:12
0
jamie.t571
Jamie T :
Mine
2026-09-17 00:34:32
0
bruceb04
Bruce :
It’s the shirt💪🏻
2026-09-16 21:59:29
2
forestl73
forestl73 :
Mines only 110 lbs
2026-09-16 23:15:56
1
To see more videos from user @nate_viland, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Madinah malam itu tenang. Angin berhembus lembut, membawa kesejukan yang biasa menyelimuti kota Rasulullah ﷺ. Lampu-lampu sederhana di rumah-rumah sahabat mulai redup, menandakan waktu istirahat telah tiba. Namun di sebuah rumah kecil, ketenangan itu tidak benar-benar ada. Di dalamnya, seorang ibu tengah menghadapi ujian yang paling berat dalam hidupnya. Ia adalah Ummu Sulaim. Anak kecilnya—buah hati yang selama ini ia rawat, ia peluk, ia cintai—terbaring lemah. Napasnya pelan… semakin pelan… Hingga akhirnya… terhenti. Sunyi. Tidak ada tangisan yang langsung pecah. Tidak ada jeritan yang mengguncang malam. Hanya keheningan… yang begitu dalam. Seorang ibu baru saja kehilangan anaknya. Namun yang terjadi setelah itu… bukanlah reaksi biasa. Ummu Sulaim tidak berteriak. Tidak meratap. Dengan hati yang hancur… ia justru bangkit. Ia memandikan tubuh anaknya. Mengkafani dengan rapi. Lalu membaringkannya di sudut rumah. Seolah-olah… ia hanya sedang tidur. Ia berkata kepada keluarganya: “Jangan beri tahu ayahnya sampai aku yang menyampaikannya.” Suaminya, Abu Thalhah al-Anshari, pulang ke rumah setelah seharian beraktivitas. Ia tidak tahu… bahwa di dalam rumahnya… telah terjadi kehilangan besar. Dengan suara biasa, ia bertanya: “Bagaimana keadaan anakku?” Ummu Sulaim menjawab dengan tenang: “Dia lebih tenang dari sebelumnya…” Kalimat itu… benar. Namun menyimpan makna yang dalam. Ummu Sulaim menyambut suaminya dengan penuh perhatian. Ia menyiapkan makanan. Ia berbicara dengan lembut. Ia menjaga suasana… seolah tidak ada yang terjadi. Bahkan malam itu, ia melayani suaminya dengan penuh kasih, seperti seorang istri yang ingin menghadirkan ketenangan. Padahal… di sudut rumah… anak mereka telah tiada. Ketika malam semakin sunyi, dan hati suaminya telah tenang… barulah Ummu Sulaim duduk di sampingnya. Dengan suara lembut, ia berkata: “Wahai suamiku… bagaimana menurutmu jika ada seseorang yang menitipkan sesuatu kepada kita, lalu suatu hari ia meminta kembali titipannya… apakah kita boleh menahannya?” Abu Thalhah menjawab: “Tentu tidak. Kita harus mengembalikannya.” Ummu Sulaim menunduk… lalu berkata: “Maka bersabarlah… karena Allah telah mengambil kembali titipan-Nya… yaitu anak kita.” Kata-kata itu menghantam hati Abu Thalhah. Ia terdiam. Dunia seakan berhenti. Baru saat itu… ia tahu… bahwa anaknya telah pergi. Keesokan harinya, Abu Thalhah mendatangi Rasulullah ﷺ dan menceritakan semuanya. Bagaimana istrinya bersabar… bagaimana ia menyampaikan kabar itu dengan begitu lembut… Rasulullah ﷺ pun takjub. Beliau mendoakan mereka: agar Allah memberkahi malam mereka dan mengganti kehilangan itu dengan kebaikan Dan benar… Dari malam itu, Allah memberikan keberkahan. Mereka dikaruniai keturunan yang saleh. Kisah ini bukan hanya tentang kehilangan. Tapi tentang: bagaimana seorang ibu menahan luka terdalamnya demi menjaga hati suaminya dan tentang iman yang membuat seseorang tetap tenang… bahkan saat dunia runtuh. Di dunia ini, banyak orang bisa sabar saat kehilangan kecil… Tapi Ummu Sulaim… ia sabar saat kehilangan yang paling ia cintai. Hati yang dekat dengan Allah akan tetap tenang, bahkan saat dunia runtuh. Mari kita kirimkan shalawat terbaik kita untuk Rasulullah ﷺ , tulis dikolom komen ya🤍 Allahumma Shalli 'ala Muhammad✨🌙 📚HR. Bukhari no. 1301, 5470 & HR. Muslim no. 2144
Madinah malam itu tenang. Angin berhembus lembut, membawa kesejukan yang biasa menyelimuti kota Rasulullah ﷺ. Lampu-lampu sederhana di rumah-rumah sahabat mulai redup, menandakan waktu istirahat telah tiba. Namun di sebuah rumah kecil, ketenangan itu tidak benar-benar ada. Di dalamnya, seorang ibu tengah menghadapi ujian yang paling berat dalam hidupnya. Ia adalah Ummu Sulaim. Anak kecilnya—buah hati yang selama ini ia rawat, ia peluk, ia cintai—terbaring lemah. Napasnya pelan… semakin pelan… Hingga akhirnya… terhenti. Sunyi. Tidak ada tangisan yang langsung pecah. Tidak ada jeritan yang mengguncang malam. Hanya keheningan… yang begitu dalam. Seorang ibu baru saja kehilangan anaknya. Namun yang terjadi setelah itu… bukanlah reaksi biasa. Ummu Sulaim tidak berteriak. Tidak meratap. Dengan hati yang hancur… ia justru bangkit. Ia memandikan tubuh anaknya. Mengkafani dengan rapi. Lalu membaringkannya di sudut rumah. Seolah-olah… ia hanya sedang tidur. Ia berkata kepada keluarganya: “Jangan beri tahu ayahnya sampai aku yang menyampaikannya.” Suaminya, Abu Thalhah al-Anshari, pulang ke rumah setelah seharian beraktivitas. Ia tidak tahu… bahwa di dalam rumahnya… telah terjadi kehilangan besar. Dengan suara biasa, ia bertanya: “Bagaimana keadaan anakku?” Ummu Sulaim menjawab dengan tenang: “Dia lebih tenang dari sebelumnya…” Kalimat itu… benar. Namun menyimpan makna yang dalam. Ummu Sulaim menyambut suaminya dengan penuh perhatian. Ia menyiapkan makanan. Ia berbicara dengan lembut. Ia menjaga suasana… seolah tidak ada yang terjadi. Bahkan malam itu, ia melayani suaminya dengan penuh kasih, seperti seorang istri yang ingin menghadirkan ketenangan. Padahal… di sudut rumah… anak mereka telah tiada. Ketika malam semakin sunyi, dan hati suaminya telah tenang… barulah Ummu Sulaim duduk di sampingnya. Dengan suara lembut, ia berkata: “Wahai suamiku… bagaimana menurutmu jika ada seseorang yang menitipkan sesuatu kepada kita, lalu suatu hari ia meminta kembali titipannya… apakah kita boleh menahannya?” Abu Thalhah menjawab: “Tentu tidak. Kita harus mengembalikannya.” Ummu Sulaim menunduk… lalu berkata: “Maka bersabarlah… karena Allah telah mengambil kembali titipan-Nya… yaitu anak kita.” Kata-kata itu menghantam hati Abu Thalhah. Ia terdiam. Dunia seakan berhenti. Baru saat itu… ia tahu… bahwa anaknya telah pergi. Keesokan harinya, Abu Thalhah mendatangi Rasulullah ﷺ dan menceritakan semuanya. Bagaimana istrinya bersabar… bagaimana ia menyampaikan kabar itu dengan begitu lembut… Rasulullah ﷺ pun takjub. Beliau mendoakan mereka: agar Allah memberkahi malam mereka dan mengganti kehilangan itu dengan kebaikan Dan benar… Dari malam itu, Allah memberikan keberkahan. Mereka dikaruniai keturunan yang saleh. Kisah ini bukan hanya tentang kehilangan. Tapi tentang: bagaimana seorang ibu menahan luka terdalamnya demi menjaga hati suaminya dan tentang iman yang membuat seseorang tetap tenang… bahkan saat dunia runtuh. Di dunia ini, banyak orang bisa sabar saat kehilangan kecil… Tapi Ummu Sulaim… ia sabar saat kehilangan yang paling ia cintai. Hati yang dekat dengan Allah akan tetap tenang, bahkan saat dunia runtuh. Mari kita kirimkan shalawat terbaik kita untuk Rasulullah ﷺ , tulis dikolom komen ya🤍 Allahumma Shalli 'ala Muhammad✨🌙 📚HR. Bukhari no. 1301, 5470 & HR. Muslim no. 2144

About