@yosoyraime: Tienen razón en vdd 💔🤦🫠

🖤YOSOYRAIME🖤
🖤YOSOYRAIME🖤
Open In TikTok:
Region: DO
Wednesday 16 September 2026 22:55:08 GMT
1223
104
1
8

Music

Download

Comments

To see more videos from user @yosoyraime, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Madinah sore itu tampak tenang. Di jalan-jalan sederhana kota itu hidup para sahabat yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari apa pun. Namun di balik keimanan yang kuat, mereka tetap manusia biasa. Ada yang hidup berkecukupan. Ada yang hidup dalam kesulitan. Ada yang memiliki keluarga besar. Ada pula yang setiap hari memikirkan bagaimana memberi makan anak-anaknya. Dan di antara mereka, ada satu ketakutan yang diam-diam menghantui banyak hati. Bukan takut miskin. Bukan takut sakit. Tetapi takut meninggal dunia sebelum mampu menyelesaikan tanggung jawabnya. Bagaimana jika seseorang wafat sementara ia masih memiliki utang? Bagaimana jika ia meninggalkan anak-anak yang masih kecil? Siapa yang akan menjaga mereka? Siapa yang akan memberi makan mereka? Siapa yang akan melindungi mereka setelah dirinya tiada? Pertanyaan-pertanyaan itu begitu nyata di masa itu. Karena banyak sahabat hidup dalam kesederhanaan. Tidak semua memiliki harta yang cukup untuk menjamin masa depan keluarganya. Suatu hari, Rasulullah ﷺ berdiri di hadapan para sahabat. Beliau ingin menyampaikan sesuatu yang akan membuat mereka memahami betapa besar kasih sayang beliau kepada umatnya. Dengan penuh penegasan beliau bersabda:
Madinah sore itu tampak tenang. Di jalan-jalan sederhana kota itu hidup para sahabat yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari apa pun. Namun di balik keimanan yang kuat, mereka tetap manusia biasa. Ada yang hidup berkecukupan. Ada yang hidup dalam kesulitan. Ada yang memiliki keluarga besar. Ada pula yang setiap hari memikirkan bagaimana memberi makan anak-anaknya. Dan di antara mereka, ada satu ketakutan yang diam-diam menghantui banyak hati. Bukan takut miskin. Bukan takut sakit. Tetapi takut meninggal dunia sebelum mampu menyelesaikan tanggung jawabnya. Bagaimana jika seseorang wafat sementara ia masih memiliki utang? Bagaimana jika ia meninggalkan anak-anak yang masih kecil? Siapa yang akan menjaga mereka? Siapa yang akan memberi makan mereka? Siapa yang akan melindungi mereka setelah dirinya tiada? Pertanyaan-pertanyaan itu begitu nyata di masa itu. Karena banyak sahabat hidup dalam kesederhanaan. Tidak semua memiliki harta yang cukup untuk menjamin masa depan keluarganya. Suatu hari, Rasulullah ﷺ berdiri di hadapan para sahabat. Beliau ingin menyampaikan sesuatu yang akan membuat mereka memahami betapa besar kasih sayang beliau kepada umatnya. Dengan penuh penegasan beliau bersabda: "Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak ada seorang mukmin pun di muka bumi melainkan aku adalah orang yang paling dekat dengannya." Para sahabat terdiam. Kalimat itu begitu dalam. Rasulullah ﷺ bukan hanya nabi yang menyampaikan wahyu. Beliau bukan hanya pemimpin. Beliau bukan hanya guru. Beliau adalah sosok yang paling peduli terhadap nasib umatnya. Beliau lebih memikirkan umat daripada dirinya sendiri. Kemudian beliau melanjutkan: "Siapa saja di antara kalian yang meninggal dan meninggalkan utang, maka akulah yang akan melunasinya." Seakan angin berhenti berembus. Para sahabat saling berpandangan. Mereka tahu betapa beratnya utang. Mereka tahu betapa mengkhawatirkannya meninggal sebelum mampu membayarnya. Namun kini Rasulullah ﷺ berkata bahwa beliau akan membantu menyelesaikannya. Beliau tidak berkata itu karena memiliki kekayaan melimpah. Beliau mengatakannya karena kasih sayang. Karena beliau tidak ingin seorang mukmin terbebani. Lalu Rasulullah ﷺ melanjutkan: "Dan siapa yang meninggalkan anak-anak yang lemah, maka akulah yang akan mengurus mereka." Betapa indah kalimat itu. Bayangkan seorang ayah yang menjelang ajal memikirkan anak-anaknya. Mereka masih kecil. Masih membutuhkan perlindungan. Masih membutuhkan kasih sayang. Lalu ia mendengar bahwa Rasulullah ﷺ berkata: "Aku akan mengurus mereka." Kalimat itu bukan sekadar janji. Itu adalah bukti cinta. Bukti bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar memikirkan umatnya hingga urusan yang paling pribadi sekalipun. Beliau tidak hanya memikirkan keselamatan mereka di akhirat. Beliau juga memikirkan kehidupan mereka di dunia. Betapa sering kita mengaku mencintai Rasulullah ﷺ. Namun kadang kita lupa betapa besar cinta beliau kepada kita. Beliau tidak pernah bertemu kita. Tidak pernah melihat wajah kita. Namun beliau memikirkan umat yang akan hidup ratusan bahkan ribuan tahun setelah dirinya. Hadis ini mengajarkan bahwa Islam bukan agama yang membiarkan orang lemah sendirian. Islam mengajarkan kepedulian. Tanggung jawab. Kasih sayang. Dan Rasulullah ﷺ adalah teladan tertinggi dalam semua itu. Jika hari ini kita masih memiliki orang tua, bersyukurlah. Jika hari ini kita masih mampu menafkahi keluarga, bersyukurlah. Dan jika suatu hari kita melihat anak yatim, orang yang terlilit utang, atau keluarga yang kehilangan penopang hidupnya... Ingatlah bagaimana Rasulullah ﷺ ingin mereka diperlakukan. Dengan kasih sayang. Dengan perhatian. Dengan kepedulian. Karena itulah akhlak yang beliau wariskan kepada umat ini. Jika hatimu tersentuh oleh kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada umatnya, mari kirimkan shalawat terbaik hari ini. Tulis di kolom komentar ya🤍 Allahumma Shalli 'ala Muhammad✨🌙 📚Sumber Hadis: HR. Sahih Muslim No. 1619, dari Abu Hurairah.

About