@fulgencemozeus: Agree?

Fulgence
Fulgence
Open In TikTok:
Region: PL
Thursday 17 September 2026 10:50:07 GMT
16395
320
25
14

Music

Download

Comments

saracolt443
saracolt443 :
😂😂 the biggest lie I have seen so far 😂😂😂😂😂
2026-09-17 18:38:25
0
sosik71
sosik :
where exactly in Poland are there high salaries?
2026-09-17 11:07:28
15
jogibabu1888
jogibabu :
high salaries ?? only in fairytales. when you compare them to the living costs you would get the result, not very nice one unfortunately.
2026-09-17 15:49:16
5
yoocidam
yoocidam :
Which Poland are you living in, bro? 😭 Because I'd like my salary to actually keep up with market price
2026-09-17 10:59:09
9
nuuzify
I am a guy :
salaries are bad in poland, as a pole, but I still prefer everything else
2026-09-17 11:49:59
3
aniacofi
Ania🇵🇱Eva :
there are no high salaries in Poland
2026-09-17 17:03:14
0
nika.a6
Nika :
This is so true! Salary maybe not that high, but is cheaper
2026-09-17 12:33:52
5
magdalena_layla
Layla_Magdalena :
Jeśli w Stanach zarabiasz 3.5 tysiąca dolarów miesięcznie, a wynajem pokoju kosztuje 2 tysiące. Nie mieszkania, tylko pokoju. Najtańsze ubezpieczenie zdrowotne, lub chcesz je podwyższyć do droższego i ubezpieczyć jeszcze cokolwiek to ok. 500 dolarów oraz zapłacić za jedzenie lub leki to często nie masz możliwości zapłacenia innych rachunków, a jeśli prowadzisz firmę i sam opłacasz ubezpieczenie zdrowotne lub spłacasz kredyt studencki to ledwie żyjesz. Nikt ci nawet kredytu nie da. Nie masz grosza by cokolwiek odłożyć. U nas to się zdarza, ale nie w takim stopniu. Nie ma ludzi śpiących w samochodach, czy zamarzających na ulicach, mających jednocześnie stałą pracę. U nich nawet nie wiadomo ile zapłaci się za zakupy zanim nie podejdzie się do kasy, bo każdy produkt jest inaczej opodatkowany. Nie macie pojęcia o czym mówicie.
2026-09-17 13:15:47
5
mfdd656
M,fdd :
2026-09-17 21:21:37
0
tedeusz_79
Fetek_79 :
2026-09-17 17:11:59
1
dodaj.swj.pseudon610
FourDoorsMoreWhores💀 :
High salaries in Poland? only for 10%.
2026-09-17 16:21:48
5
mayeros74
mayeros74 :
ballshit
2026-09-17 19:52:53
0
iamdeexx
iamdeexx♠️ :
🤣❣️
2026-09-17 17:38:41
0
To see more videos from user @fulgencemozeus, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ditengah Musda XI Jatim, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menilai pemerintah belum memberikan perhatian sepadan dengan kontribusi organisasi di lapangan. Ketua Umum RAPI Nasional, H. Riza Fachrial, menegaskan organisasinya tidak mengejar bantuan anggaran negara. RAPI justru membutuhkan dukungan peralatan komunikasi untuk menunjang penanganan bencana. Riza menyampaikan kritik tersebut saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI RAPI Daerah 13 Jawa Timur di Royal Hotel and Convention Tretes, Pasuruan, 12–13 September 2026. Menurut Riza, RAPI konsisten menjalankan fungsi komunikasi sesuai tugas dan fungsinya. Anggota RAPI juga aktif mendukung komunikasi darurat ketika bencana alam melanda berbagai daerah. “Kami aktif membantu komunikasi kebencanaan. Kami berkolaborasi langsung dengan BNPB, Basarnas, serta berbagai instansi terkait lainnya,” tegas Riza. Namun, Riza menyayangkan pemerintah belum memberikan dukungan optimal kepada organisasi komunikasi nirlaba tersebut. “Respons pemerintah sendiri masih sangat kurang bagus terhadap RAPI, padahal relawan kami selalu siap membantu pemerintah,” ujarnya. RAPI Tak Minta Kucuran Dana Pemerintah Riza menegaskan RAPI tidak pernah mengejar bantuan anggaran tunai dari APBD maupun APBN. Ia justru meminta pemerintah memfasilitasi sarana komunikasi teknis yang relawan perlukan ketika menjalankan tugas di lokasi bencana. “Bantulah kami dengan sarana penunjang. Kami sama sekali tidak meminta duit,” tegasnya. “Kami murni membutuhkan peralatan yang berguna untuk kelancaran komunikasi di lapangan,” sambung Riza. Menurut Riza, ketersediaan peralatan modern sangat penting karena keandalan komunikasi radio menjadi salah satu kunci keselamatan warga ketika bencana atau kondisi darurat terjadi. Ia berharap pemerintah melihat kebutuhan peralatan tersebut sebagai dukungan konkret terhadap fungsi sosial yang selama ini anggota RAPI jalankan secara swadaya. RAPI Jatim Bentuk Empat Satgas Kebencanaan Ketua Daerah 13 RAPI Jawa Timur, Aep Saefudin, mengatakan RAPI Jatim telah membentuk perangkat khusus untuk mendukung Pemprov Jatim dalam penanggulangan bencana. RAPI Jawa Timur mengerahkan empat satuan tugas spesialis, yakni Satgas Jaringan Komunikasi (Jarkom), Tim Reaksi Cepat (TRC), Satgas Bantuan Sosial (Bansos), dan Satgas RAPI Rider. Keempat satgas tersebut siaga mendampingi pemerintah ketika menghadapi kondisi darurat dan bencana di wilayah Jawa Timur. “Kami selalu siap menerjunkan anggota yang memiliki kompetensi di bidangnya,” kata Aep. Aep menegaskan para relawan RAPI terus membantu tugas pemerintah tanpa mengharapkan imbalan dalam berbagai kondisi darurat. “Soal pengabdian dari dulu sampai sekarang, kontribusi anggota RAPI terhadap pemerintah sudah sangat luar biasa,” ungkapnya. Namun, Aep menilai pemerintah daerah belum menunjukkan perhatian yang sepadan dengan kontribusi para relawan. “Tetapi sebaliknya, perhatian dari pemerintah hingga saat ini masih sangat-sangat kurang. Saya belum melihat adanya perhatian yang sepadan,” cetus Aep. Aep Saefudin Kembali Pimpin 7.392 Anggota RAPI Jatim Musda XI RAPI Daerah 13 Jawa Timur menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyegaran kepengurusan untuk lima tahun mendatang. Dalam forum tersebut, peserta kembali memilih Aep Saefudin sebagai Ketua RAPI Daerah 13 Jawa Timur untuk masa bakti 2026–2031. Sebanyak 99 peserta delegasi dari 33 kabupaten/kota se-Jawa Timur menghadiri Musda tersebut. Sekitar 800 simpatisan dan pengurus RAPI dari sejumlah daerah juga ikut meramaikan kegiatan, antara lain Kalimantan Tengah, Bali, NTB, Jawa Tengah, hingga DIY. RAPI Jawa Timur kini menaungi 7.392 anggota resmi. Rangkaian Musda juga menampilkan atraksi teknis Net Control Station VHF dan 11 Meter Band CB. Ketua Umum RAPI Nasional membuka atraksi tersebut secara resmi. Ketua RAPI Trenggalek, Fals Yudhistira menjadi pemenang dalam ajang tersebut. #MusdaRAPIJatim #RAPIJawaTimur #RelawanKomunikasi #BeritaTrenggalek #BiozTV
Ditengah Musda XI Jatim, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menilai pemerintah belum memberikan perhatian sepadan dengan kontribusi organisasi di lapangan. Ketua Umum RAPI Nasional, H. Riza Fachrial, menegaskan organisasinya tidak mengejar bantuan anggaran negara. RAPI justru membutuhkan dukungan peralatan komunikasi untuk menunjang penanganan bencana. Riza menyampaikan kritik tersebut saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI RAPI Daerah 13 Jawa Timur di Royal Hotel and Convention Tretes, Pasuruan, 12–13 September 2026. Menurut Riza, RAPI konsisten menjalankan fungsi komunikasi sesuai tugas dan fungsinya. Anggota RAPI juga aktif mendukung komunikasi darurat ketika bencana alam melanda berbagai daerah. “Kami aktif membantu komunikasi kebencanaan. Kami berkolaborasi langsung dengan BNPB, Basarnas, serta berbagai instansi terkait lainnya,” tegas Riza. Namun, Riza menyayangkan pemerintah belum memberikan dukungan optimal kepada organisasi komunikasi nirlaba tersebut. “Respons pemerintah sendiri masih sangat kurang bagus terhadap RAPI, padahal relawan kami selalu siap membantu pemerintah,” ujarnya. RAPI Tak Minta Kucuran Dana Pemerintah Riza menegaskan RAPI tidak pernah mengejar bantuan anggaran tunai dari APBD maupun APBN. Ia justru meminta pemerintah memfasilitasi sarana komunikasi teknis yang relawan perlukan ketika menjalankan tugas di lokasi bencana. “Bantulah kami dengan sarana penunjang. Kami sama sekali tidak meminta duit,” tegasnya. “Kami murni membutuhkan peralatan yang berguna untuk kelancaran komunikasi di lapangan,” sambung Riza. Menurut Riza, ketersediaan peralatan modern sangat penting karena keandalan komunikasi radio menjadi salah satu kunci keselamatan warga ketika bencana atau kondisi darurat terjadi. Ia berharap pemerintah melihat kebutuhan peralatan tersebut sebagai dukungan konkret terhadap fungsi sosial yang selama ini anggota RAPI jalankan secara swadaya. RAPI Jatim Bentuk Empat Satgas Kebencanaan Ketua Daerah 13 RAPI Jawa Timur, Aep Saefudin, mengatakan RAPI Jatim telah membentuk perangkat khusus untuk mendukung Pemprov Jatim dalam penanggulangan bencana. RAPI Jawa Timur mengerahkan empat satuan tugas spesialis, yakni Satgas Jaringan Komunikasi (Jarkom), Tim Reaksi Cepat (TRC), Satgas Bantuan Sosial (Bansos), dan Satgas RAPI Rider. Keempat satgas tersebut siaga mendampingi pemerintah ketika menghadapi kondisi darurat dan bencana di wilayah Jawa Timur. “Kami selalu siap menerjunkan anggota yang memiliki kompetensi di bidangnya,” kata Aep. Aep menegaskan para relawan RAPI terus membantu tugas pemerintah tanpa mengharapkan imbalan dalam berbagai kondisi darurat. “Soal pengabdian dari dulu sampai sekarang, kontribusi anggota RAPI terhadap pemerintah sudah sangat luar biasa,” ungkapnya. Namun, Aep menilai pemerintah daerah belum menunjukkan perhatian yang sepadan dengan kontribusi para relawan. “Tetapi sebaliknya, perhatian dari pemerintah hingga saat ini masih sangat-sangat kurang. Saya belum melihat adanya perhatian yang sepadan,” cetus Aep. Aep Saefudin Kembali Pimpin 7.392 Anggota RAPI Jatim Musda XI RAPI Daerah 13 Jawa Timur menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyegaran kepengurusan untuk lima tahun mendatang. Dalam forum tersebut, peserta kembali memilih Aep Saefudin sebagai Ketua RAPI Daerah 13 Jawa Timur untuk masa bakti 2026–2031. Sebanyak 99 peserta delegasi dari 33 kabupaten/kota se-Jawa Timur menghadiri Musda tersebut. Sekitar 800 simpatisan dan pengurus RAPI dari sejumlah daerah juga ikut meramaikan kegiatan, antara lain Kalimantan Tengah, Bali, NTB, Jawa Tengah, hingga DIY. RAPI Jawa Timur kini menaungi 7.392 anggota resmi. Rangkaian Musda juga menampilkan atraksi teknis Net Control Station VHF dan 11 Meter Band CB. Ketua Umum RAPI Nasional membuka atraksi tersebut secara resmi. Ketua RAPI Trenggalek, Fals Yudhistira menjadi pemenang dalam ajang tersebut. #MusdaRAPIJatim #RAPIJawaTimur #RelawanKomunikasi #BeritaTrenggalek #BiozTV

About