Leo Barado :
โ Makna perumpamaan ampas kopi
1. Seperti ampas kopi di dasar cangkir โ keyakinan yang sejati adalah tenang
Saat kopi diseduh, air bergejolak, berwarna pekat, rasanya kuat. Tapi setelah tenang, ampasnya mengendap di bawah โ itulah bentuk yang sesungguhnya. Begitu pula keyakinan kepada Tuhan:
- Saat masih bergejolak, kita tanya, ragu, gelisah.
- Ketika benar-benar matang, keyakinan itu mengendap menjadi ketenangan โ tidak lagi berisik, tidak lagi terguncang. Tenang adalah tanda percaya yang sudah utuh.
2. Jika rasa pahit masih membuatmu gelisah โ belum selesai menyeduh rasa percaya
Kehidupan yang terasa pahit, berat, atau tidak sesuai harapan โ itu bukan tanda Tuhan melupakanmu. Itu artinya proses penyeduhan belum selesai.
- Kopi yang enak butuh waktu, suhu yang pas, dan kesabaran.
- Percaya yang utuh bukan berarti tidak merasa sakit, tapi tetap tenang meski sedang terluka.
- Gelisah adalah tanda hati masih belajar menyerahkan sepenuhnya. Kelak, setelah semuanya mengendap, kau akan paham: semua pahit itu adalah bagian dari rasa yang kemudian menenangkan.
2026-09-20 05:34:46